<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Industri RI Turun hingga 50% pada April 2020</title><description>Dampak pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210976/aktivitas-industri-ri-turun-hingga-50-pada-april-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210976/aktivitas-industri-ri-turun-hingga-50-pada-april-2020"/><item><title>Aktivitas Industri RI Turun hingga 50% pada April 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210976/aktivitas-industri-ri-turun-hingga-50-pada-april-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/08/320/2210976/aktivitas-industri-ri-turun-hingga-50-pada-april-2020</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2020 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/08/320/2210976/aktivitas-industri-ri-turun-hingga-50-pada-april-2020-Z47KkHKkuA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PMI Manufaktur Indonesia Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/08/320/2210976/aktivitas-industri-ri-turun-hingga-50-pada-april-2020-Z47KkHKkuA.jpeg</image><title>PMI Manufaktur Indonesia Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Purchasing Manager&amp;rsquo;s Index (PMI) manufaktur Indonesia turun pada April 2020 hingga menyentuh angka 27,5. Turunnya utilitas industri hingga 50% menyebabkan merosotnya indeks PMI manufaktur Indonesia.
&amp;ldquo;Selain itu, beban input dari impor serta tekanan kurs juga meningkat, akibatnya output menurun signifikan,&amp;rdquo; ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, Jumat (8/5/2020).
Dampak pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia, khususnya mengenai sisi permintaan dan suplai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indeks Manufaktur RI Merosot, Jokowi Ingatkan Sri Mulyani Cs
Agus menyampaikan, kondisi Indonesia saat ini hampir serupa dengan yang dialami India. Negara tersebut juga memiliki struktur industri yang mirip dengan Indonesia.
Hal ini membuat Kementerian Perindustrian berupaya mendorong peningkatan rasio penyerapan produk industri Indonesia di pasar global untuk jangka menengah dan jangka panjang.
&amp;ldquo;Sedangkan langkah yang perlu dan segera dilakukan adalah menyeimbangkan strategi pertumbuhan ekonomi dan pembatasan penyebaran Covid-19,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Purchasing Manager&amp;rsquo;s Index (PMI) manufaktur Indonesia turun pada April 2020 hingga menyentuh angka 27,5. Turunnya utilitas industri hingga 50% menyebabkan merosotnya indeks PMI manufaktur Indonesia.
&amp;ldquo;Selain itu, beban input dari impor serta tekanan kurs juga meningkat, akibatnya output menurun signifikan,&amp;rdquo; ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, Jumat (8/5/2020).
Dampak pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor perekonomian di berbagai negara termasuk Indonesia, khususnya mengenai sisi permintaan dan suplai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Indeks Manufaktur RI Merosot, Jokowi Ingatkan Sri Mulyani Cs
Agus menyampaikan, kondisi Indonesia saat ini hampir serupa dengan yang dialami India. Negara tersebut juga memiliki struktur industri yang mirip dengan Indonesia.
Hal ini membuat Kementerian Perindustrian berupaya mendorong peningkatan rasio penyerapan produk industri Indonesia di pasar global untuk jangka menengah dan jangka panjang.
&amp;ldquo;Sedangkan langkah yang perlu dan segera dilakukan adalah menyeimbangkan strategi pertumbuhan ekonomi dan pembatasan penyebaran Covid-19,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
