<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Melesat Abaikan Data Pengangguran</title><description>Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/278/2211361/wall-street-melesat-abaikan-data-pengangguran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/278/2211361/wall-street-melesat-abaikan-data-pengangguran"/><item><title>Wall Street Melesat Abaikan Data Pengangguran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/278/2211361/wall-street-melesat-abaikan-data-pengangguran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/278/2211361/wall-street-melesat-abaikan-data-pengangguran</guid><pubDate>Sabtu 09 Mei 2020 08:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/09/278/2211361/wall-street-melesat-abaikan-data-pengangguran-HwApDr006u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/09/278/2211361/wall-street-melesat-abaikan-data-pengangguran-HwApDr006u.jpg</image><title>Wall Street (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB) di tengah data pengangguran di Amerika Serikat (AS) akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Badai PHK di AS
Wall Street mencatatkan kenaikan tertinggi selama dua minggu setelah data ketenagakerjaan di AS yang menunjukkan jumlah pengangguran lebih sedikit dari apa yang diperkirakan.

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (9/5/2020), indeks Dow Jones Industrial Average naik 455,43 poin atau 1,91% menjadi 24.331,32, indeks S&amp;amp;P 500 naik 48,61 poin atau 1,69%, menjadi 2.929,8 dan indeks Nasdaq Composite  naik 141,66 poin atau 1,58% menjadi 9.121,32.
Baca Juga: 2 Indeks Utama Wall Street Anjlok karena Data Ekonomi AS Suram
Seluruh 11 sektor indeks S&amp;amp;P 500 positif, dipimpin oleh sektor energi yang naik 4,3%.

Sementara itu, saham Apple naik 2,4% juga mengangkat indeks utama bursa AS setelah pembuat iPhone mengatakan akan membuka kembali sejumlah toko mulai minggu depan.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja, 20,5 juta orang kehilangan  pekerjaan pada April. Lebih kecil dari ekspektasi sebelumnya 22 juta  orang. Meski demikian, jumlah ini merupakan penurunan paling tajam sejak  Depresi Hebat.

&quot;Sulit untuk menyebut laporan pekerjaan, yang merupakan hal yang  ditunggu semua orang, apa pun kecuali bencana total, tetapi relatif  terhadap ekspektasi Anda dapat melihat beberapa lapisan perak di sana,&quot;  kata Brian Nick, kepala strategi investasi di Nuveen, menunjuk pada  sejumlah besar PHK sementara.

&quot;Kecuali untuk kepanikan awal di bulan Maret, secara umum pasar  mengabaikan sebagian besar data ekonomi dan lebih melihat data terkait  Covid-19,&quot; kata Nick.

Sementara itu, indeks Nasdaq membukukan kenaikan harian kelima beruntun. Penguatan terpanjang sejak Desember 2019.

Indeks Volatilitas Cboe, yang dikenal sebagai pengukur rasa takut  Wall Street, turun 3,46 poin menjadi 27,98, penutupan pertama di bawah  30 sejak 26 Februari.
</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street menguat tajam pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB) di tengah data pengangguran di Amerika Serikat (AS) akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Badai PHK di AS
Wall Street mencatatkan kenaikan tertinggi selama dua minggu setelah data ketenagakerjaan di AS yang menunjukkan jumlah pengangguran lebih sedikit dari apa yang diperkirakan.

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (9/5/2020), indeks Dow Jones Industrial Average naik 455,43 poin atau 1,91% menjadi 24.331,32, indeks S&amp;amp;P 500 naik 48,61 poin atau 1,69%, menjadi 2.929,8 dan indeks Nasdaq Composite  naik 141,66 poin atau 1,58% menjadi 9.121,32.
Baca Juga: 2 Indeks Utama Wall Street Anjlok karena Data Ekonomi AS Suram
Seluruh 11 sektor indeks S&amp;amp;P 500 positif, dipimpin oleh sektor energi yang naik 4,3%.

Sementara itu, saham Apple naik 2,4% juga mengangkat indeks utama bursa AS setelah pembuat iPhone mengatakan akan membuka kembali sejumlah toko mulai minggu depan.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja, 20,5 juta orang kehilangan  pekerjaan pada April. Lebih kecil dari ekspektasi sebelumnya 22 juta  orang. Meski demikian, jumlah ini merupakan penurunan paling tajam sejak  Depresi Hebat.

&quot;Sulit untuk menyebut laporan pekerjaan, yang merupakan hal yang  ditunggu semua orang, apa pun kecuali bencana total, tetapi relatif  terhadap ekspektasi Anda dapat melihat beberapa lapisan perak di sana,&quot;  kata Brian Nick, kepala strategi investasi di Nuveen, menunjuk pada  sejumlah besar PHK sementara.

&quot;Kecuali untuk kepanikan awal di bulan Maret, secara umum pasar  mengabaikan sebagian besar data ekonomi dan lebih melihat data terkait  Covid-19,&quot; kata Nick.

Sementara itu, indeks Nasdaq membukukan kenaikan harian kelima beruntun. Penguatan terpanjang sejak Desember 2019.

Indeks Volatilitas Cboe, yang dikenal sebagai pengukur rasa takut  Wall Street, turun 3,46 poin menjadi 27,98, penutupan pertama di bawah  30 sejak 26 Februari.
</content:encoded></item></channel></rss>
