<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Gambarkan Situasi Ekonomi RI jika Konsumsi Masyarakat Tumbuh 0%</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani masih memakai pakem pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 2,3%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/320/2211410/sri-mulyani-gambarkan-situasi-ekonomi-ri-jika-konsumsi-masyarakat-tumbuh-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/320/2211410/sri-mulyani-gambarkan-situasi-ekonomi-ri-jika-konsumsi-masyarakat-tumbuh-0"/><item><title>Sri Mulyani Gambarkan Situasi Ekonomi RI jika Konsumsi Masyarakat Tumbuh 0%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/320/2211410/sri-mulyani-gambarkan-situasi-ekonomi-ri-jika-konsumsi-masyarakat-tumbuh-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/09/320/2211410/sri-mulyani-gambarkan-situasi-ekonomi-ri-jika-konsumsi-masyarakat-tumbuh-0</guid><pubDate>Sabtu 09 Mei 2020 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/09/320/2211410/sri-mulyani-gambarkan-situasi-ekonomi-ri-jika-konsumsi-masyarakat-tumbuh-0-HIzbuYHXYf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/09/320/2211410/sri-mulyani-gambarkan-situasi-ekonomi-ri-jika-konsumsi-masyarakat-tumbuh-0-HIzbuYHXYf.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani masih memakai pakem pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 2,3% pada tahun ini di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Untuk skenario terburuknya, pertumbuhan ekonomi bisa minus 0,4%.
Baca Juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Bos OJK: Yang Perlu Dipikirkan Bagaimana Masyarakat Bisa Makan
Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I hanya 2,97% saja. Angka ini di luar prediksi dari pemerintah dan ekonom.

&quot;Kita masih berjalan gunakan skenario baseline meski kita tahu ini tekanan cukup besar yakni pertumbuhan ekonomi 2,3% dan kalau lebih buruk kontraksi 0,5%,&quot; ujar Sri Mulyani dalam tekonferensi seperti dikutip, Jakarta, Sabtu (9/5/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Makin Berat, Bisa Minus 0,4%?
Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,3% kalau konsumsi tumbuh positif. Namun, motor penggerak pertumbuhan ekonomi ini justru melempem pada kuartal I-2020.


&quot;Konsumsi 2020 kan kita lihat kemarin dari kuartal I sudah menurun di 2,84%. Itu jauh lebih rendah dari 5,07%. Kuartal kedua mungkin akan buruk seperti dilihat kuartal kedua PSBB masif ke berbagai daerah sehingga berbagai belanja outlook akan turun signifikan,&quot; katanya.

&quot;Kalau pertumbuhan ekonomi kontraksi -0,5% konsumsi sebagian pertumbuhan hampir 0%. Kita punya 3 kuartal. Kalau kuaral II mersoot, kita harap kuartal III dan IV agak sedikit pulih,&quot; katanya.




</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani masih memakai pakem pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 2,3% pada tahun ini di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Untuk skenario terburuknya, pertumbuhan ekonomi bisa minus 0,4%.
Baca Juga: Ekonomi Cuma Tumbuh 2,97%, Bos OJK: Yang Perlu Dipikirkan Bagaimana Masyarakat Bisa Makan
Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I hanya 2,97% saja. Angka ini di luar prediksi dari pemerintah dan ekonom.

&quot;Kita masih berjalan gunakan skenario baseline meski kita tahu ini tekanan cukup besar yakni pertumbuhan ekonomi 2,3% dan kalau lebih buruk kontraksi 0,5%,&quot; ujar Sri Mulyani dalam tekonferensi seperti dikutip, Jakarta, Sabtu (9/5/2020).
Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Makin Berat, Bisa Minus 0,4%?
Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 2,3% kalau konsumsi tumbuh positif. Namun, motor penggerak pertumbuhan ekonomi ini justru melempem pada kuartal I-2020.


&quot;Konsumsi 2020 kan kita lihat kemarin dari kuartal I sudah menurun di 2,84%. Itu jauh lebih rendah dari 5,07%. Kuartal kedua mungkin akan buruk seperti dilihat kuartal kedua PSBB masif ke berbagai daerah sehingga berbagai belanja outlook akan turun signifikan,&quot; katanya.

&quot;Kalau pertumbuhan ekonomi kontraksi -0,5% konsumsi sebagian pertumbuhan hampir 0%. Kita punya 3 kuartal. Kalau kuaral II mersoot, kita harap kuartal III dan IV agak sedikit pulih,&quot; katanya.




</content:encoded></item></channel></rss>
