<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Ekonomi Tumbuh 2,97% Terendah Sejak 2001</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2211759/fakta-ekonomi-tumbuh-2-97-terendah-sejak-2001</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2211759/fakta-ekonomi-tumbuh-2-97-terendah-sejak-2001"/><item><title>Fakta Ekonomi Tumbuh 2,97% Terendah Sejak 2001</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2211759/fakta-ekonomi-tumbuh-2-97-terendah-sejak-2001</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2211759/fakta-ekonomi-tumbuh-2-97-terendah-sejak-2001</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 06:16 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/10/320/2211759/fakta-ekonomi-tumbuh-2-97-terendah-sejak-2001-Ps9mVC407m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/10/320/2211759/fakta-ekonomi-tumbuh-2-97-terendah-sejak-2001-Ps9mVC407m.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97% (year on year/yoy) yang masih 5,01%. Angka ini turun 2,41% dari triwulan IV-2019 (quartal to quartal/QtQ).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, produk domestic bruto (PDB) Indonesia di triwulan pertama 2020 atas dasar harga konstan Rp2.703 triliun. Sedangkan jika dilihat atas dasar harga pelaku Rp3.922 triliun.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya
&quot;Jadi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 2,97%. Kalau dilihat sama dengan negara lain mengalami perlambatan cukup dalam,&quot; ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (5/5/2020).
Berikut adalah fakta-fakta mengenai pertumbuhan ekonomi yang dirangkum Okezone:
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
1. Melemah karena Corona
Pria yang diakrab disapa Kecuk ini menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 dipengaruhi oleh beberapa faktor dan indikator. Salah satunya adalah adanya pengaruh dari ekonomi global yang terpengaruh oleh virus Corona.
&quot;Jadi virus corona tidak mengenal mana negara maju,&quot; kata Kecuk.
Menurut Kecuk, adanya pandemi virus Corona ini membuat perdagangan Indonesia agak sedikit terganggu. Apalagi, beberapa negara mitra dagang Indonesia seperti China sudah melakukan aktivitas pembatasan lebih dahulu (lock down) untuk mencegah penyebaran virus.
&quot;Jadi apa yang bisa dilihat semua indikator terpengaruh covid-19,&quot; kata Kecuk.2. Didominasi Pulau Jawa
Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal I-2020 masih didominasi provinsi di Pulau Jawa.
Dalam data yang disajikan BPS, Pulau Jawa memberikan kontribusi  terhadap Product Domestic Bruto (PDB) sebesar 59,14%. Pertumbuhan  ekonomi di Pulau Jawa mencapai 3,42% pada kuartal I-2020.
Kemudian disusul Pulau Sumatera sebesar 21,40% dengan pertumbuhan  ekonomi 3,25%.Selain itu, Pulau Kalimantan memberikan kontribusi  terhadap PDB mencapai 8,12% dengan pertumbuhan ekonomi 2,49%, Pulau  Sulawesi 6,19% dengan pertumbuhan ekonomi 3,83%.
Sedangkan Bali dan Nusa Tenggara 2,95% dengan pertumbuhan ekonomi  0,94% serta Maluku dan Papua 2,20% dengan pertumbuhan ekonomi 2,85%.
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
 
3. Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Suhariyanto menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 2,84% sementara konsumsi pemerintah  tumbuh 3,74%. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun  cukup dalam yakni hanya 1,7%.
Kecuk merincikan, dari sisi konsumsi pemerintah tumbuh 3,74%. Posisi  ini memang melambat dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 5,22%.  Pertumbuhan ini terjadi karena beberapa hal, karena adanya pertubuhan  realisasi belanja bansos, pertumbuhan untuk belanja pegawai, dengan  catatan pertumbuhan belanja pegawai terjadi alamiah karena kenaikan  pangkat dan golongan. Sebaliknya, untuk belanja barang karena memang  sudah putuskan efisiensi, maka belanja barang tw1 2020 kontraksi 6,12%.4. Terendah Sejak 2001
Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ini merupakan yang terendah   sejak 2001. &amp;ldquo;Kalau kita lihat itu terendah sejak kuartal I tahun 2001,&amp;rdquo;   kata dia dalam telekonferensi, Selasa (5/5/2020).
Namun, Kecuk berpendapat laju ekonomi kuartal I tahun tidak bisa   dibandingkan begitu saja dengan tahun 2001. Sebab, saat ini ekonomi   Indonesia tertekan karena pandemi corona.
&amp;ldquo;Situasi yang kita hadapi saat ini berbeda sudah banyak yang kita   lakukan dan kita enggak bisa prediksi kapan covid-19 berakhir,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 2,97%, BI: Salah Satu yang Tertinggi
5. Semua Sektor Melambat
Kecuk mengatakan, hampir seluruh sektor tumbuh melambat pada kuartal   I-2020 ini. Namun, ada beberapa sektor yang justru moncer pada kuartal   I-2020 ini.
Misalnya saja sektor jasa keuangan dan asuransi yang berhasil tumbuh   10,67% dengan kontribusinya sebesar 4,70%. Kemudian ada juga sektor   informasi dan keuangan dengan pertumbuhannya sebesar 9,81% dengan   kontribusinya 4,25%.
&quot;Kemudian dari pertumbuhan yang ada seluruh sektor pada triwulan   I-2020 masih tumbuh tapi lebih lambat kecuali 4 sektor yang pada   triwulan I-2020 ini mengalami peningkatan yaitu jasa keuangan dan   asuransi dimana pada triwulan 1-2019 adalah 7,31% dan sekarang menjadi   10,67%,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 sebesar 2,97% (year on year/yoy) yang masih 5,01%. Angka ini turun 2,41% dari triwulan IV-2019 (quartal to quartal/QtQ).
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, produk domestic bruto (PDB) Indonesia di triwulan pertama 2020 atas dasar harga konstan Rp2.703 triliun. Sedangkan jika dilihat atas dasar harga pelaku Rp3.922 triliun.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Ekspektasi BI, Ini Sebabnya
&quot;Jadi pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 2,97%. Kalau dilihat sama dengan negara lain mengalami perlambatan cukup dalam,&quot; ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (5/5/2020).
Berikut adalah fakta-fakta mengenai pertumbuhan ekonomi yang dirangkum Okezone:
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
1. Melemah karena Corona
Pria yang diakrab disapa Kecuk ini menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2020 dipengaruhi oleh beberapa faktor dan indikator. Salah satunya adalah adanya pengaruh dari ekonomi global yang terpengaruh oleh virus Corona.
&quot;Jadi virus corona tidak mengenal mana negara maju,&quot; kata Kecuk.
Menurut Kecuk, adanya pandemi virus Corona ini membuat perdagangan Indonesia agak sedikit terganggu. Apalagi, beberapa negara mitra dagang Indonesia seperti China sudah melakukan aktivitas pembatasan lebih dahulu (lock down) untuk mencegah penyebaran virus.
&quot;Jadi apa yang bisa dilihat semua indikator terpengaruh covid-19,&quot; kata Kecuk.2. Didominasi Pulau Jawa
Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal I-2020 masih didominasi provinsi di Pulau Jawa.
Dalam data yang disajikan BPS, Pulau Jawa memberikan kontribusi  terhadap Product Domestic Bruto (PDB) sebesar 59,14%. Pertumbuhan  ekonomi di Pulau Jawa mencapai 3,42% pada kuartal I-2020.
Kemudian disusul Pulau Sumatera sebesar 21,40% dengan pertumbuhan  ekonomi 3,25%.Selain itu, Pulau Kalimantan memberikan kontribusi  terhadap PDB mencapai 8,12% dengan pertumbuhan ekonomi 2,49%, Pulau  Sulawesi 6,19% dengan pertumbuhan ekonomi 3,83%.
Sedangkan Bali dan Nusa Tenggara 2,95% dengan pertumbuhan ekonomi  0,94% serta Maluku dan Papua 2,20% dengan pertumbuhan ekonomi 2,85%.
Baca Juga: Tumbuh 2,97%, Presiden Jokowi: Ekonomi RI Relatif Baik Dibandingkan Negara Lain
 
3. Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Suhariyanto menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 2,84% sementara konsumsi pemerintah  tumbuh 3,74%. Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turun  cukup dalam yakni hanya 1,7%.
Kecuk merincikan, dari sisi konsumsi pemerintah tumbuh 3,74%. Posisi  ini memang melambat dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 5,22%.  Pertumbuhan ini terjadi karena beberapa hal, karena adanya pertubuhan  realisasi belanja bansos, pertumbuhan untuk belanja pegawai, dengan  catatan pertumbuhan belanja pegawai terjadi alamiah karena kenaikan  pangkat dan golongan. Sebaliknya, untuk belanja barang karena memang  sudah putuskan efisiensi, maka belanja barang tw1 2020 kontraksi 6,12%.4. Terendah Sejak 2001
Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ini merupakan yang terendah   sejak 2001. &amp;ldquo;Kalau kita lihat itu terendah sejak kuartal I tahun 2001,&amp;rdquo;   kata dia dalam telekonferensi, Selasa (5/5/2020).
Namun, Kecuk berpendapat laju ekonomi kuartal I tahun tidak bisa   dibandingkan begitu saja dengan tahun 2001. Sebab, saat ini ekonomi   Indonesia tertekan karena pandemi corona.
&amp;ldquo;Situasi yang kita hadapi saat ini berbeda sudah banyak yang kita   lakukan dan kita enggak bisa prediksi kapan covid-19 berakhir,&amp;rdquo; katanya.
Baca Juga: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 2,97%, BI: Salah Satu yang Tertinggi
5. Semua Sektor Melambat
Kecuk mengatakan, hampir seluruh sektor tumbuh melambat pada kuartal   I-2020 ini. Namun, ada beberapa sektor yang justru moncer pada kuartal   I-2020 ini.
Misalnya saja sektor jasa keuangan dan asuransi yang berhasil tumbuh   10,67% dengan kontribusinya sebesar 4,70%. Kemudian ada juga sektor   informasi dan keuangan dengan pertumbuhannya sebesar 9,81% dengan   kontribusinya 4,25%.
&quot;Kemudian dari pertumbuhan yang ada seluruh sektor pada triwulan   I-2020 masih tumbuh tapi lebih lambat kecuali 4 sektor yang pada   triwulan I-2020 ini mengalami peningkatan yaitu jasa keuangan dan   asuransi dimana pada triwulan 1-2019 adalah 7,31% dan sekarang menjadi   10,67%,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
