<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Sempat Melonjak Tinggi, Pemerintah Harus Terapkan Kebijakan Ekstra Ketat</title><description>Gugus tugas mencatat, kenaikan tertinggi terjadi pada 9 Mei yang mencapai 533 kasus positif covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212034/kasus-covid-19-sempat-melonjak-tinggi-pemerintah-harus-terapkan-kebijakan-ekstra-ketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212034/kasus-covid-19-sempat-melonjak-tinggi-pemerintah-harus-terapkan-kebijakan-ekstra-ketat"/><item><title>Kasus Covid-19 Sempat Melonjak Tinggi, Pemerintah Harus Terapkan Kebijakan Ekstra Ketat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212034/kasus-covid-19-sempat-melonjak-tinggi-pemerintah-harus-terapkan-kebijakan-ekstra-ketat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212034/kasus-covid-19-sempat-melonjak-tinggi-pemerintah-harus-terapkan-kebijakan-ekstra-ketat</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/320/2212034/kasus-covid-19-sempat-melonjak-tinggi-pemerintah-harus-terapkan-kebijakan-ekstra-ketat-JsNfgst096.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/320/2212034/kasus-covid-19-sempat-melonjak-tinggi-pemerintah-harus-terapkan-kebijakan-ekstra-ketat-JsNfgst096.jpg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada kasus positif covid-19. Gugus tugas mencatat, kenaikan tertinggi terjadi pada 9 Mei yang mencapai 533 kasus positif covid-19.
Melihat kondisi tersebut, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum cukup efektif untuk menekan angka covid-19 di Indonesia. Pengamat Ekonomi Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah membutuhkan kebijakan ekstra ketat bukan hanya PSBB.
Baca Juga: DPR Tak Sepakat jika Pelonggaran Transportasi untuk Kepentingan Pejabat &amp;amp; Pebisnis
 
&amp;ldquo;Dengan masih tingginya angka penambahan covid-19 serta angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pemerintah membutuhkan kebijakan ekstra ketat apabila pemerintah berharap flattening curve dari kasus COVID-19 di Indonesia pada bulan Mei,&amp;rdquo; kata dia kepada Okezone, Senin (11/5/2020).
Salah satu kebijakan yang bisa diambil pemerintah adalah karantina wilayah atau lockdown. Josua mengatakan, kebijakan lockdown bisa dilakukan setidaknya dengan jangka waktu 2 minggu.
Baca Juga: 16 Klaster Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya
 
&amp;ldquo;Lockdown selama setidaknya 2 minggu diperlukan guna mencegah adanya penambahan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan PDP secara signifikan setidaknya untuk 1 bulan ke depan,&amp;rdquo; jelasnya.
Menurutnya, dengan semakin terbatasnya ODP dan PDP, risiko pertumbuhan kasus Covid-19 juga akan semakin terbatas. Diharapkan pada akhir bulan Mei pertumbuhan kasus akan semakin berkurang.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada kasus positif covid-19. Gugus tugas mencatat, kenaikan tertinggi terjadi pada 9 Mei yang mencapai 533 kasus positif covid-19.
Melihat kondisi tersebut, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum cukup efektif untuk menekan angka covid-19 di Indonesia. Pengamat Ekonomi Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah membutuhkan kebijakan ekstra ketat bukan hanya PSBB.
Baca Juga: DPR Tak Sepakat jika Pelonggaran Transportasi untuk Kepentingan Pejabat &amp;amp; Pebisnis
 
&amp;ldquo;Dengan masih tingginya angka penambahan covid-19 serta angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP), pemerintah membutuhkan kebijakan ekstra ketat apabila pemerintah berharap flattening curve dari kasus COVID-19 di Indonesia pada bulan Mei,&amp;rdquo; kata dia kepada Okezone, Senin (11/5/2020).
Salah satu kebijakan yang bisa diambil pemerintah adalah karantina wilayah atau lockdown. Josua mengatakan, kebijakan lockdown bisa dilakukan setidaknya dengan jangka waktu 2 minggu.
Baca Juga: 16 Klaster Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya
 
&amp;ldquo;Lockdown selama setidaknya 2 minggu diperlukan guna mencegah adanya penambahan Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan PDP secara signifikan setidaknya untuk 1 bulan ke depan,&amp;rdquo; jelasnya.
Menurutnya, dengan semakin terbatasnya ODP dan PDP, risiko pertumbuhan kasus Covid-19 juga akan semakin terbatas. Diharapkan pada akhir bulan Mei pertumbuhan kasus akan semakin berkurang.
</content:encoded></item></channel></rss>
