<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pukulan Besar bagi Industri Penerbangan, Pendapatan Anjlok hingga PHK</title><description>Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sektor penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212047/pukulan-besar-bagi-industri-penerbangan-pendapatan-anjlok-hingga-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212047/pukulan-besar-bagi-industri-penerbangan-pendapatan-anjlok-hingga-phk"/><item><title>Pukulan Besar bagi Industri Penerbangan, Pendapatan Anjlok hingga PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212047/pukulan-besar-bagi-industri-penerbangan-pendapatan-anjlok-hingga-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/11/320/2212047/pukulan-besar-bagi-industri-penerbangan-pendapatan-anjlok-hingga-phk</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2020 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/320/2212047/pukulan-besar-bagi-industri-penerbangan-pendapatan-anjlok-hingga-phk-lA2ZO4diuL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/320/2212047/pukulan-besar-bagi-industri-penerbangan-pendapatan-anjlok-hingga-phk-lA2ZO4diuL.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sektor penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa. Mengingat, jumlah penerbangan juga turun seiring pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah di masing-masing negara.
Beberapa masalah yang dialami maskapai antara lain anjloknya pendapatan hingga dibatalkan seluruh penerbangan. Imbasnya, maskapai terpakasa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca Juga: Ini Alasan OJK Tunjuk Bank Jangkar untuk Menjaga Sistem Keuangan
 
Berikut adalah fakta mengenai industri penerbangan yang dirangkum Okezone:
1. Ratusan ribu penerbangan dibatalkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di seluruh dunia sudah ada 240.000 penerbangan yang dibatalkan. Angka tersebut masih bisa lebih besar mengingat, angka tersebut hanya dari periode Januari hingga Februari.
&quot;Jumlah penerbangan yang dibatalkan adalah 240.000 (penerbangan di seluruh dunia),&quot; ujarnya dalam rapat virtual dengan Badan Anggaran (Banggar), Senin (4/5/2020).
Baca Juga: Menkeu Sebut Pertumbuhan Pajak Negatif 2,5%
 
2. Warren Buffett jual saham di sektor penerbangan
Berkshire Hathaway Inc menjual seluruh sahamnya di empat maskapai penerbangan terbesar AS pada April. Hal ini dikarenakan anjloknya industri penerbangan saat ini.
Melansir reuters, Jakarta, Senin (4/5/2020), perusahaan yang dimiliki Warren Buffett tersebut menyatakan dunia telah berubah untuk industri penerbangan. Maka dari itu, Berkshire melepas sahamnya di industri penerbangan.
Buffett mengatakan pandangan industri penerbangan berubah dengan cepat. &amp;ldquo;Kami membuat keputusan itu dalam hal bisnis penerbangan. Kami mengeluarkan uang dari bisnis pada dasarnya bahkan dengan kerugian besar, &amp;rdquo; kata Buffett.3. Garuda Indonesia cari pinjaman
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menandatangani perjanjian pinjaman  dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Di mana, Garuda melakukan  perjanjian pinjaman dalam bentuk dolar dan Rupiah.
Mengutip keterangan terbuka, Jakarta, Rabu (6/5/2020), berdasarkan  perjanjian pinjaman tersebut, perseroan menyetujui untuk penerimaan  pinjaman dari Bank BRI dengan fasilitas pokok pinjaman maksimum sebesar  USD50 juta dan Rp2 triliun. Serta penerimaan jasa fasilitas bank garansi  (BG)/Stand by Letter of Credit (SBLC) sebesar USD200 juta.
4. Qatar Airways PHK Pegawai
Maskapai penerbangan internasional Qatar Airways bakal melakukan PHK  sebagian pegawainya karena wabah virus corona yang memukul keras  industri penerbangan dunia.
Perusahaan yang berbasis di Doha ini belum mengungkapkan berapa  banyak pegawai yang akan di-PHK. Namun sebuah memo dari CEO-nya yang  bocor ke tangan media menyebutkan, jumlahnya akan signifikan dan  mencakup awak kabin.
&amp;ldquo;Prakiraan global bagi industri kita terlihat buruk dan banyak  perusahaan penerbangan menutup atau secara signifikan mengurangi  operasinya,&amp;rdquo; kata CEO Qatar Airways Akbar Al Baker.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat sektor penerbangan mengalami tekanan yang sangat luar biasa. Mengingat, jumlah penerbangan juga turun seiring pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah di masing-masing negara.
Beberapa masalah yang dialami maskapai antara lain anjloknya pendapatan hingga dibatalkan seluruh penerbangan. Imbasnya, maskapai terpakasa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Baca Juga: Ini Alasan OJK Tunjuk Bank Jangkar untuk Menjaga Sistem Keuangan
 
Berikut adalah fakta mengenai industri penerbangan yang dirangkum Okezone:
1. Ratusan ribu penerbangan dibatalkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, di seluruh dunia sudah ada 240.000 penerbangan yang dibatalkan. Angka tersebut masih bisa lebih besar mengingat, angka tersebut hanya dari periode Januari hingga Februari.
&quot;Jumlah penerbangan yang dibatalkan adalah 240.000 (penerbangan di seluruh dunia),&quot; ujarnya dalam rapat virtual dengan Badan Anggaran (Banggar), Senin (4/5/2020).
Baca Juga: Menkeu Sebut Pertumbuhan Pajak Negatif 2,5%
 
2. Warren Buffett jual saham di sektor penerbangan
Berkshire Hathaway Inc menjual seluruh sahamnya di empat maskapai penerbangan terbesar AS pada April. Hal ini dikarenakan anjloknya industri penerbangan saat ini.
Melansir reuters, Jakarta, Senin (4/5/2020), perusahaan yang dimiliki Warren Buffett tersebut menyatakan dunia telah berubah untuk industri penerbangan. Maka dari itu, Berkshire melepas sahamnya di industri penerbangan.
Buffett mengatakan pandangan industri penerbangan berubah dengan cepat. &amp;ldquo;Kami membuat keputusan itu dalam hal bisnis penerbangan. Kami mengeluarkan uang dari bisnis pada dasarnya bahkan dengan kerugian besar, &amp;rdquo; kata Buffett.3. Garuda Indonesia cari pinjaman
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menandatangani perjanjian pinjaman  dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Di mana, Garuda melakukan  perjanjian pinjaman dalam bentuk dolar dan Rupiah.
Mengutip keterangan terbuka, Jakarta, Rabu (6/5/2020), berdasarkan  perjanjian pinjaman tersebut, perseroan menyetujui untuk penerimaan  pinjaman dari Bank BRI dengan fasilitas pokok pinjaman maksimum sebesar  USD50 juta dan Rp2 triliun. Serta penerimaan jasa fasilitas bank garansi  (BG)/Stand by Letter of Credit (SBLC) sebesar USD200 juta.
4. Qatar Airways PHK Pegawai
Maskapai penerbangan internasional Qatar Airways bakal melakukan PHK  sebagian pegawainya karena wabah virus corona yang memukul keras  industri penerbangan dunia.
Perusahaan yang berbasis di Doha ini belum mengungkapkan berapa  banyak pegawai yang akan di-PHK. Namun sebuah memo dari CEO-nya yang  bocor ke tangan media menyebutkan, jumlahnya akan signifikan dan  mencakup awak kabin.
&amp;ldquo;Prakiraan global bagi industri kita terlihat buruk dan banyak  perusahaan penerbangan menutup atau secara signifikan mengurangi  operasinya,&amp;rdquo; kata CEO Qatar Airways Akbar Al Baker.</content:encoded></item></channel></rss>
