<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Menguat karena Pelonggaran Lockdown</title><description>Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup sedikit lebih tinggi karena  ekspektasi bahwa ada pemulihan ekonomi setelah lockdown dilonggarkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/278/2212640/wall-street-menguat-karena-pelonggaran-lockdown</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/278/2212640/wall-street-menguat-karena-pelonggaran-lockdown"/><item><title>Wall Street Menguat karena Pelonggaran Lockdown</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/278/2212640/wall-street-menguat-karena-pelonggaran-lockdown</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/278/2212640/wall-street-menguat-karena-pelonggaran-lockdown</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2020 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/12/278/2212640/wall-street-menguat-karena-pelonggaran-lockdown-VZ3hKlcI4V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/12/278/2212640/wall-street-menguat-karena-pelonggaran-lockdown-VZ3hKlcI4V.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Wall street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup sedikit lebih tinggi karena ekspektasi bahwa ada pemulihan ekonomi setelah lockdown dilonggarkan.
Saham teknologi dan layanan kesehatan memberikan dorongan terbesar untuk ketiga indeks saham utama AS. Meskipun data ekonomi baru-baru ini suram, termasuk penurunan 20,2 juta gaji di AS hari Jumat, Wall Street telah naik dalam beberapa pekan terakhir karena investor melihat melampaui pandemi terhadap pemulihan.
Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Badai PHK di AS
&quot;Investor telah membeli ekuitas mengingat harapan realistis bahwa stimulus fiskal dan moneter besar-besaran akan memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi dan laba,&quot; kata Kepala investasi David Carter di Lenox Wealth Advisors di New York dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2020).
&amp;ldquo;Masih ada cukup banyak optimisme di pasar, tetapi ini bisa diatasi jika kasus coronavirus muncul kembali,&quot; kata dia.
Baca Juga: 2 Indeks Utama Wall Street Anjlok karena Data Ekonomi AS Suram
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,45% menjadi 24.221,99 poin, sementara S&amp;amp;P 500 naik 0,01% menjadi 2.930,19. Nasdaq Composite naik 0,78% menjadi 9.192,34.
Secara agregat, pendapatan S&amp;amp;P 500 terlihat telah turun 12,1% pada kuartal pertama, dibandingkan dengan tahun lalu.Saham Marriott jatuh setelah operator hotel meleset dari margin laba  kuartal pertama dengan margin lebar karena pemesanan anjlok.
Saham Under Armour Inc anjlok setelah perusahaan pakaian olahraga itu  memperkirakan penurunan 50% hingga 60% pada kuartal kedua karena banyak  toko yang tutup.
Perusahaan makanan kemasan General Mills naik setelah mengatakan  pihaknya memperkirakan akan melampaui ekspektasi penjualan tahun 2020  karena konsumen menyimpan makanan mereka di pandemi corona.</description><content:encoded>JAKARTA - Wall street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup sedikit lebih tinggi karena ekspektasi bahwa ada pemulihan ekonomi setelah lockdown dilonggarkan.
Saham teknologi dan layanan kesehatan memberikan dorongan terbesar untuk ketiga indeks saham utama AS. Meskipun data ekonomi baru-baru ini suram, termasuk penurunan 20,2 juta gaji di AS hari Jumat, Wall Street telah naik dalam beberapa pekan terakhir karena investor melihat melampaui pandemi terhadap pemulihan.
Baca Juga: Wall Street Menguat di Tengah Badai PHK di AS
&quot;Investor telah membeli ekuitas mengingat harapan realistis bahwa stimulus fiskal dan moneter besar-besaran akan memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi dan laba,&quot; kata Kepala investasi David Carter di Lenox Wealth Advisors di New York dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2020).
&amp;ldquo;Masih ada cukup banyak optimisme di pasar, tetapi ini bisa diatasi jika kasus coronavirus muncul kembali,&quot; kata dia.
Baca Juga: 2 Indeks Utama Wall Street Anjlok karena Data Ekonomi AS Suram
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,45% menjadi 24.221,99 poin, sementara S&amp;amp;P 500 naik 0,01% menjadi 2.930,19. Nasdaq Composite naik 0,78% menjadi 9.192,34.
Secara agregat, pendapatan S&amp;amp;P 500 terlihat telah turun 12,1% pada kuartal pertama, dibandingkan dengan tahun lalu.Saham Marriott jatuh setelah operator hotel meleset dari margin laba  kuartal pertama dengan margin lebar karena pemesanan anjlok.
Saham Under Armour Inc anjlok setelah perusahaan pakaian olahraga itu  memperkirakan penurunan 50% hingga 60% pada kuartal kedua karena banyak  toko yang tutup.
Perusahaan makanan kemasan General Mills naik setelah mengatakan  pihaknya memperkirakan akan melampaui ekspektasi penjualan tahun 2020  karena konsumen menyimpan makanan mereka di pandemi corona.</content:encoded></item></channel></rss>
