<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasib British Airways dan Ancaman PHK 12.000 Pekerja</title><description>Maskapai ini menghadapi situasi terburuk dalam 100 tahun sejarah kiprah emasnya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212485/nasib-british-airways-dan-ancaman-phk-12-000-pekerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212485/nasib-british-airways-dan-ancaman-phk-12-000-pekerja"/><item><title>Nasib British Airways dan Ancaman PHK 12.000 Pekerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212485/nasib-british-airways-dan-ancaman-phk-12-000-pekerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212485/nasib-british-airways-dan-ancaman-phk-12-000-pekerja</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2020 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/11/320/2212485/nasib-british-airways-dan-ancaman-phk-12-000-pekerja-ldBEWTKA3O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nasib British Airways. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/11/320/2212485/nasib-british-airways-dan-ancaman-phk-12-000-pekerja-ldBEWTKA3O.jpg</image><title>Nasib British Airways. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Industri penerbangan sedang dihadapkan dengan kondisi sulit usai virus corona muncul. Banyak maskapai harus menghentikan penerbangan karena hampir semua negara melakukan pembatasan transportasi sebagai antisipasi penyebaran virus corona.
British Airways salah satunynya. Maskapai ini menghadapi situasi terburuk dalam 100 tahun sejarah kiprah emasnya di industri penerbangan.
Maskapai tersebut akan memangkas hingga 12.000 pekerjaan dari 42.000 tenaga kerjanya. Perusahaan induk maskapai itu, IAG, mengatakan perlu melakukan &quot;program restrukturisasi dan redundansi&quot; sampai permintaan perjalanan udara kembali seperti tahun 2019.
IAG mengatakan akan membutuhkan beberapa tahun untuk bisa kembali pulih sebelum adanya Covid-19. Ini juga merupakan sebuah gaung peringatan bagi maskapai penerbangan di seluruh dunia. Selain British Airways, IAG juga memiliki maskapai Spanyol Iberia dan Aer Lingus dari Irlandia.
Baca Selengkapnya: British Airways Hadapi Krisis Terburuk dalam 100 Tahun di Industri Penerbangan



</description><content:encoded>JAKARTA - Industri penerbangan sedang dihadapkan dengan kondisi sulit usai virus corona muncul. Banyak maskapai harus menghentikan penerbangan karena hampir semua negara melakukan pembatasan transportasi sebagai antisipasi penyebaran virus corona.
British Airways salah satunynya. Maskapai ini menghadapi situasi terburuk dalam 100 tahun sejarah kiprah emasnya di industri penerbangan.
Maskapai tersebut akan memangkas hingga 12.000 pekerjaan dari 42.000 tenaga kerjanya. Perusahaan induk maskapai itu, IAG, mengatakan perlu melakukan &quot;program restrukturisasi dan redundansi&quot; sampai permintaan perjalanan udara kembali seperti tahun 2019.
IAG mengatakan akan membutuhkan beberapa tahun untuk bisa kembali pulih sebelum adanya Covid-19. Ini juga merupakan sebuah gaung peringatan bagi maskapai penerbangan di seluruh dunia. Selain British Airways, IAG juga memiliki maskapai Spanyol Iberia dan Aer Lingus dari Irlandia.
Baca Selengkapnya: British Airways Hadapi Krisis Terburuk dalam 100 Tahun di Industri Penerbangan



</content:encoded></item></channel></rss>
