<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondisi Bisnis Setelah Covid-19 Berlalu, Begini Proyeksinya</title><description>Pelaku usaha berharap Covid-19 agar segera berlalu. Sehingga kondisi segera kembali seperti sedia kala.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212742/kondisi-bisnis-setelah-covid-19-berlalu-begini-proyeksinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212742/kondisi-bisnis-setelah-covid-19-berlalu-begini-proyeksinya"/><item><title>Kondisi Bisnis Setelah Covid-19 Berlalu, Begini Proyeksinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212742/kondisi-bisnis-setelah-covid-19-berlalu-begini-proyeksinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212742/kondisi-bisnis-setelah-covid-19-berlalu-begini-proyeksinya</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2020 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/12/320/2212742/kondisi-bisnis-setelah-covid-19-berlalu-begini-proyeksinya-rdUUtDWvrf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/12/320/2212742/kondisi-bisnis-setelah-covid-19-berlalu-begini-proyeksinya-rdUUtDWvrf.jpg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku usaha berharap Covid-19 agar segera berlalu. Sehingga kondisi segera kembali seperti sedia kala. Tetapi, ternyata kondisi tidak akan sama seperti sebelum Virus Corona   mewabah.
CEO Maestro Consulting Handoko Wignjowargo menjelaskan, banyak yang membayangan setelah Covid-19 berlalu, situasi akan kembali normal sepert dulu.
&quot;Namun, bisa jadi itu tidak terjadi. Tetapi bukan normal seperti dahulu. Tapi normal yang disebut 'New Normal',&quot; ujarnya kepada Okezone.
Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Perppu Corona
Menurut Handoko, New Normal adalah sebuah situasi baru yang terbentuk akibat adanya katalisator perubahan. Dalam hal ini katalisatornya adalah virus corona.  Contoh, jika masa sebelum Covid-19 menggunakan pakai masker tampak upnormal. Tetapi pada masa New Normal, orang ke mana-mana akan pakai masker. Tidak hanya masker berwarna putih atau hijau (masker medis), melainkan akan muncul masker modis.

&quot;Masker modis yang akan matching dengan busana yang akan digunakan.
Bahkan, nantinya beli baju akan dilegkap masker yang matching dengan masker atau kain yang sama dengan bahannya,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Atasi Covid-19, Penyelamatan Ekonomi Harus Paralel dan Cepat
Seperti diketahui, wabah Covid-19 membuat perubahan perilaku terutama di ranah digital. Terjadi peningkatan besar dalam aktivitas digital semasa wabah Virus Corona.
Uniknya, nanti setelah wabah Corona usai akan ada suatu kondisi yang teradaptasi dari masa pandemi Covid-19. Kondisi itu teradaptasi dari perubahan perilaku digital.Menurut Profesor Yohanes Eko Riyanto dari Nanyang Technological  University Singapore situasi nantinya pasca-Covid 19 disebut The New  Normal. Perubahan perilaku yang terjadi sama Covid-19 akan menciptakan  situasi dan pembentukan tatanan ekosistem baru yang terkoneksi dengan  perangkat digital dan internet.
&quot;Perubahan perilaku pengguna handphone, laptop, dan segala macam yang  basis konsumsinya adalah media sosial,&quot; ujarnya dalam diskusi live  secara daring bertema The New Normal di Youtube, belum lama ini.

Menurutnya, perubahan sosial yang dilakukan saat ini berskala besar  dan akan mengubah perilaku. Dia menjelaskan dalam sebuah buku The Power  of Habbit oleh Charles Duhigg, perubahan bisa terjadi karena ada pemicu  terciptanya suatu kegiatan.
&quot;Karena otak kita terstimulasi. Nanti kita akan secara otomatis akan mengikuti perubahan itu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku usaha berharap Covid-19 agar segera berlalu. Sehingga kondisi segera kembali seperti sedia kala. Tetapi, ternyata kondisi tidak akan sama seperti sebelum Virus Corona   mewabah.
CEO Maestro Consulting Handoko Wignjowargo menjelaskan, banyak yang membayangan setelah Covid-19 berlalu, situasi akan kembali normal sepert dulu.
&quot;Namun, bisa jadi itu tidak terjadi. Tetapi bukan normal seperti dahulu. Tapi normal yang disebut 'New Normal',&quot; ujarnya kepada Okezone.
Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Perppu Corona
Menurut Handoko, New Normal adalah sebuah situasi baru yang terbentuk akibat adanya katalisator perubahan. Dalam hal ini katalisatornya adalah virus corona.  Contoh, jika masa sebelum Covid-19 menggunakan pakai masker tampak upnormal. Tetapi pada masa New Normal, orang ke mana-mana akan pakai masker. Tidak hanya masker berwarna putih atau hijau (masker medis), melainkan akan muncul masker modis.

&quot;Masker modis yang akan matching dengan busana yang akan digunakan.
Bahkan, nantinya beli baju akan dilegkap masker yang matching dengan masker atau kain yang sama dengan bahannya,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Atasi Covid-19, Penyelamatan Ekonomi Harus Paralel dan Cepat
Seperti diketahui, wabah Covid-19 membuat perubahan perilaku terutama di ranah digital. Terjadi peningkatan besar dalam aktivitas digital semasa wabah Virus Corona.
Uniknya, nanti setelah wabah Corona usai akan ada suatu kondisi yang teradaptasi dari masa pandemi Covid-19. Kondisi itu teradaptasi dari perubahan perilaku digital.Menurut Profesor Yohanes Eko Riyanto dari Nanyang Technological  University Singapore situasi nantinya pasca-Covid 19 disebut The New  Normal. Perubahan perilaku yang terjadi sama Covid-19 akan menciptakan  situasi dan pembentukan tatanan ekosistem baru yang terkoneksi dengan  perangkat digital dan internet.
&quot;Perubahan perilaku pengguna handphone, laptop, dan segala macam yang  basis konsumsinya adalah media sosial,&quot; ujarnya dalam diskusi live  secara daring bertema The New Normal di Youtube, belum lama ini.

Menurutnya, perubahan sosial yang dilakukan saat ini berskala besar  dan akan mengubah perilaku. Dia menjelaskan dalam sebuah buku The Power  of Habbit oleh Charles Duhigg, perubahan bisa terjadi karena ada pemicu  terciptanya suatu kegiatan.
&quot;Karena otak kita terstimulasi. Nanti kita akan secara otomatis akan mengikuti perubahan itu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
