<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Virus Corona, Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp10 Triliun</title><description>Kementerian Perhubungan melakukan refocusing serta efisiensi anggaran Tahun 2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212781/virus-corona-anggaran-kemenhub-dipangkas-rp10-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212781/virus-corona-anggaran-kemenhub-dipangkas-rp10-triliun"/><item><title>   Virus Corona, Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp10 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212781/virus-corona-anggaran-kemenhub-dipangkas-rp10-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/12/320/2212781/virus-corona-anggaran-kemenhub-dipangkas-rp10-triliun</guid><pubDate>Selasa 12 Mei 2020 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/12/320/2212781/virus-corona-anggaran-kemenhub-dipangkas-rp10-triliun-NxZrqe1YfE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Budi Karya Sumadi (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/12/320/2212781/virus-corona-anggaran-kemenhub-dipangkas-rp10-triliun-NxZrqe1YfE.jpg</image><title>Budi Karya Sumadi (Foto: Setkab)</title></images><description> 
JAKARTA - Kementerian Perhubungan melakukan refocusing serta efisiensi anggaran Tahun 2020 dalam rangka kegiatan percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19.
Baca Juga: Jokowi Realokasi Anggaran, Sri Mulyani: Percepat Penanganan Covid-19
Refocusing anggaran dilakukan sebesar Rp303 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19, Rp6,2 miliar untuk kegiatan bakti sosial, serta Rp5.9 triliun akan digunakan untuk melaksanakan program padat karya.



&quot;Paling tidak ada Rp303 miliar yang kita gunakan khusus untuk menangani covid. Ini kita lakukan untuk pengamanan diri, tambah daya tahan tubuh, untuk mencegah penyebaran virus, dukungan administrasi, serta alat pendukung,&quot; kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Baca Juga: Pelonggaran Transportasi di Tengah Larangan Mudik Membingungkan Masyarakat

Khusus untuk program padat karya, Menhub menjelaskan bahwa masing-masing subsektor akan melaksanakan program secara merata di seluruh provinsi di Indonesia.



&quot;Untuk juga diketahui bahwa padat karya ini untuk perhubungan darat itu ada di 33 provinsi, perkeretaapian di 10 provinsi, perhubungan laut 33 provinsi, perhubungan udara di 29 provinsi, serta BPSDMP 13 provinsi. Sehingga secara merata seluruh provinsi terdapat upaya-upaya baik itu padat karya, penyerapan tenaga kerja,&quot; ungkapnya.


Sementara itu untuk efisiensi anggaran, dilakukan perubahan postur  anggaran belanja Tahun 2020 dengan total pemotongan sekitar Rp10  triliun, sehingga dari pagu Kementerian Perhubungan yang awalnya sebesar  Rp43 triliun menjadi Rp32 triliun.



&quot;Kami semula mendapatkan pagu anggaran yang cukup signifikan sebanyak  Rp43 triliun, dan terjadi suatu pemotongan sehingga menjadi Rp32  triliun. Dipastikan bahwa penyerapan yang tadinya dibawah 90%, kami  harapkan tahun depan bisa di atas 90%,&quot; katanya.



Adapun rincian efisiensi anggaran per subsektor di antaranya,  Sekretariat Jenderal dilakukan efisiensi sebesar Rp101.239.365.000,  Inspektorat Jenderal sebesar Rp 35.524.957.000, Ditjen Perhubungan Darat  sebesar Rp 231.864.841.000, Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp  1.956.956.712.000, Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp  2.180.408.200.000.

Kemudian, Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp 4.703.480.757.000, Badan  Penelitian dan Pengembangan Kemenhub sebesar Rp 42.983.903.000, Badan  Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan sebesar Rp 926.000.000.000,  serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp  187.751.203.000</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kementerian Perhubungan melakukan refocusing serta efisiensi anggaran Tahun 2020 dalam rangka kegiatan percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19.
Baca Juga: Jokowi Realokasi Anggaran, Sri Mulyani: Percepat Penanganan Covid-19
Refocusing anggaran dilakukan sebesar Rp303 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19, Rp6,2 miliar untuk kegiatan bakti sosial, serta Rp5.9 triliun akan digunakan untuk melaksanakan program padat karya.



&quot;Paling tidak ada Rp303 miliar yang kita gunakan khusus untuk menangani covid. Ini kita lakukan untuk pengamanan diri, tambah daya tahan tubuh, untuk mencegah penyebaran virus, dukungan administrasi, serta alat pendukung,&quot; kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Baca Juga: Pelonggaran Transportasi di Tengah Larangan Mudik Membingungkan Masyarakat

Khusus untuk program padat karya, Menhub menjelaskan bahwa masing-masing subsektor akan melaksanakan program secara merata di seluruh provinsi di Indonesia.



&quot;Untuk juga diketahui bahwa padat karya ini untuk perhubungan darat itu ada di 33 provinsi, perkeretaapian di 10 provinsi, perhubungan laut 33 provinsi, perhubungan udara di 29 provinsi, serta BPSDMP 13 provinsi. Sehingga secara merata seluruh provinsi terdapat upaya-upaya baik itu padat karya, penyerapan tenaga kerja,&quot; ungkapnya.


Sementara itu untuk efisiensi anggaran, dilakukan perubahan postur  anggaran belanja Tahun 2020 dengan total pemotongan sekitar Rp10  triliun, sehingga dari pagu Kementerian Perhubungan yang awalnya sebesar  Rp43 triliun menjadi Rp32 triliun.



&quot;Kami semula mendapatkan pagu anggaran yang cukup signifikan sebanyak  Rp43 triliun, dan terjadi suatu pemotongan sehingga menjadi Rp32  triliun. Dipastikan bahwa penyerapan yang tadinya dibawah 90%, kami  harapkan tahun depan bisa di atas 90%,&quot; katanya.



Adapun rincian efisiensi anggaran per subsektor di antaranya,  Sekretariat Jenderal dilakukan efisiensi sebesar Rp101.239.365.000,  Inspektorat Jenderal sebesar Rp 35.524.957.000, Ditjen Perhubungan Darat  sebesar Rp 231.864.841.000, Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp  1.956.956.712.000, Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp  2.180.408.200.000.

Kemudian, Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp 4.703.480.757.000, Badan  Penelitian dan Pengembangan Kemenhub sebesar Rp 42.983.903.000, Badan  Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan sebesar Rp 926.000.000.000,  serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp  187.751.203.000</content:encoded></item></channel></rss>
