<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>April Deflasi, Presiden Jokowi: Daya Beli Masyarakat Turun</title><description>Presiden Joko Widodo menerima laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai data inflasi bulan April 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213271/april-deflasi-presiden-jokowi-daya-beli-masyarakat-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213271/april-deflasi-presiden-jokowi-daya-beli-masyarakat-turun"/><item><title>April Deflasi, Presiden Jokowi: Daya Beli Masyarakat Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213271/april-deflasi-presiden-jokowi-daya-beli-masyarakat-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213271/april-deflasi-presiden-jokowi-daya-beli-masyarakat-turun</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2020 10:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/13/320/2213271/april-deflasi-presiden-jokowi-daya-beli-masyarakat-turun-pPBBbNdYha.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Ratas (Foto: Okezone.com/Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/13/320/2213271/april-deflasi-presiden-jokowi-daya-beli-masyarakat-turun-pPBBbNdYha.jpg</image><title>Presiden Jokowi Ratas (Foto: Okezone.com/Setkab)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo menerima laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai data inflasi bulan April 2020. Menurut BPS, terjadi deflasi pada kelompok bahan pangan.
&amp;ldquo;Saya melihat laporan BPS di bulan April, bahan pangan justru mengalami deflasi sebesar 0,13%,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas, Rabu (13/5/2020).
Baca Juga: Inflasi April 0,08%, BPS: Lebih Rendah Dibandingkan Tahun Lalu
Menurut Kepala Negara, deflasi kelompok bahan pangan ini bukan karena harga stabil. Melainkan ada indikasi permintaan masyarakat terhadap pangan turun.
&amp;ldquo;Ini ada indikasi penurunan permintaan bahan bahan pangan. artnya daya beli masyarakat menurun,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/13/63910/325467_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Serahkan Zakat secara Daring&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk tunai agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Adapun bansos tunai disiapkan untuk 9 juta keluarga.
Baca Juga: Sri Mulyani: Meski Inflasi Rendah tapi 2 Juta Lebih Pekerja Di-PHK
&amp;ldquo;Bansos tunai untuk 9 juta keluarga, BLT desa dari dana desa untuk 11 juta keluarga, ada kartu sembako, ada PKH , dan ada padat karya tunai, kita harapkan ini akan meningkatkan daya beli masyarakat,&amp;rdquo; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo menerima laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai data inflasi bulan April 2020. Menurut BPS, terjadi deflasi pada kelompok bahan pangan.
&amp;ldquo;Saya melihat laporan BPS di bulan April, bahan pangan justru mengalami deflasi sebesar 0,13%,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas, Rabu (13/5/2020).
Baca Juga: Inflasi April 0,08%, BPS: Lebih Rendah Dibandingkan Tahun Lalu
Menurut Kepala Negara, deflasi kelompok bahan pangan ini bukan karena harga stabil. Melainkan ada indikasi permintaan masyarakat terhadap pangan turun.
&amp;ldquo;Ini ada indikasi penurunan permintaan bahan bahan pangan. artnya daya beli masyarakat menurun,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/05/13/63910/325467_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Serahkan Zakat secara Daring&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Untuk itu, lanjut Presiden, pemerintah menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk tunai agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Adapun bansos tunai disiapkan untuk 9 juta keluarga.
Baca Juga: Sri Mulyani: Meski Inflasi Rendah tapi 2 Juta Lebih Pekerja Di-PHK
&amp;ldquo;Bansos tunai untuk 9 juta keluarga, BLT desa dari dana desa untuk 11 juta keluarga, ada kartu sembako, ada PKH , dan ada padat karya tunai, kita harapkan ini akan meningkatkan daya beli masyarakat,&amp;rdquo; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
