<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Hanya Bertahan Sampai Juni, Gelombang PHK Ancam Jatim</title><description>Bila pandemi corona ini tak segera selesai akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar - besaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213400/pengusaha-hanya-bertahan-sampai-juni-gelombang-phk-ancam-jatim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213400/pengusaha-hanya-bertahan-sampai-juni-gelombang-phk-ancam-jatim"/><item><title>Pengusaha Hanya Bertahan Sampai Juni, Gelombang PHK Ancam Jatim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213400/pengusaha-hanya-bertahan-sampai-juni-gelombang-phk-ancam-jatim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/13/320/2213400/pengusaha-hanya-bertahan-sampai-juni-gelombang-phk-ancam-jatim</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2020 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/13/320/2213400/pengusaha-hanya-bertahan-sampai-juni-gelombang-phk-ancam-jatim-IuxbwkGULQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PHK. Ilustrasi: Okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/13/320/2213400/pengusaha-hanya-bertahan-sampai-juni-gelombang-phk-ancam-jatim-IuxbwkGULQ.jpg</image><title>PHK. Ilustrasi: Okezone.com</title></images><description>MALANG - Pelaku usaha beberapa sektor di Jawa Timur memastikan, bila pandemi corona ini tak segera selesai akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar - besaran.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto mengatakan, bila pandemi corona tak tahu kapan berakhirnya membuat pelaku usaha harus bertahan tanpa pemasukan. Hal ini menjadi beban pengeluaran, seperti pembayaran gaji karyawan hingga biaya operasional lainnya, lebih besar dibandingkan pemasukan.
Baca Juga: 3,7 Juta Orang Kena PHK Imbas Corona
&quot;Pasti kita mengalami kemampuan, pengusaha bertahan sekitar bulan Juni. Kondisi ekonomi seperti ini berat juga,&quot; ujar Suwanto saat ditemui di Balaikota Malang, Rabu (13/5/2020).
Saat ini ia dan rekan-rekan sesama pengelola pusat perbelanjaan di Malang raya hanya bisa bertahan dengan kondisi ekonomi yang tak normal.
Baca Juga: Tutup Pabrik di Tangerang, Produsen Sepatu Adidas PHK 2.500 Pekerja
&quot;Kita sama-sama mencoba bagaimana mengatasi ini dengan baik dari segi ekonomi tetap bisa berjalan meskipun tidak bisa normal. Kemampuan kami hitung di sekitar bulan Juni itu kalau tidak bisa bangkit ya sulit mau tidak mau gelombang PHK bisa terjadi,&quot; tuturnya.
Hal serupa diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono. Menurut Dwi, para pelaku usaha perhotelan dan restoran hanya bisa bertahan sampai bulan Juni bila kondisi pandemi corona ini tak kunjung membaik.&quot;Kekuatan pengusaha sampai Juni awal, setelah itu berat tidak boleh  PHK, itu sampai Juni, sudah hitung tabungan, tidak mengambil dari  tabungan tapi dari aset. Setelah jatuh tidak bisa dibangunkan, selain  PHK harus jual aset,&quot; ucap Dwi Cahyono.
Dengan kondisi saat ini para pelaku usaha per hotel dan restoran  masih harus menggaji pegawai yang dirumahkan, meski di kisaran 50% dan  25%.
Baca Juga: Tutup Pabrik di Tangerang, Produsen Sepatu Adidas PHK 2.500 Pekerja
&quot;Itu sampai Juni, setelah itu tidak bisa menahan daripada langsung  mengurangi neraca ya kita sendiri tidak bisa bangkit untuk operasional  ya itu lebih baik,&quot; ucapnya.
Di sektor perhotelan di Jawa Timur sendiri hingga Mei awal setidaknya  20 ribu pekerja terpaksa dirumahkan, sedangkan untuk pekerja restoran  di Jatim yang dirumahkan menyentuh angka 29 ribuan.
&quot;Angka yang dirumahkan itu dikhawatirkan hampir 60%-nya PHK, kalau sampai Juni belum berakhir,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>MALANG - Pelaku usaha beberapa sektor di Jawa Timur memastikan, bila pandemi corona ini tak segera selesai akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar - besaran.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto mengatakan, bila pandemi corona tak tahu kapan berakhirnya membuat pelaku usaha harus bertahan tanpa pemasukan. Hal ini menjadi beban pengeluaran, seperti pembayaran gaji karyawan hingga biaya operasional lainnya, lebih besar dibandingkan pemasukan.
Baca Juga: 3,7 Juta Orang Kena PHK Imbas Corona
&quot;Pasti kita mengalami kemampuan, pengusaha bertahan sekitar bulan Juni. Kondisi ekonomi seperti ini berat juga,&quot; ujar Suwanto saat ditemui di Balaikota Malang, Rabu (13/5/2020).
Saat ini ia dan rekan-rekan sesama pengelola pusat perbelanjaan di Malang raya hanya bisa bertahan dengan kondisi ekonomi yang tak normal.
Baca Juga: Tutup Pabrik di Tangerang, Produsen Sepatu Adidas PHK 2.500 Pekerja
&quot;Kita sama-sama mencoba bagaimana mengatasi ini dengan baik dari segi ekonomi tetap bisa berjalan meskipun tidak bisa normal. Kemampuan kami hitung di sekitar bulan Juni itu kalau tidak bisa bangkit ya sulit mau tidak mau gelombang PHK bisa terjadi,&quot; tuturnya.
Hal serupa diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono. Menurut Dwi, para pelaku usaha perhotelan dan restoran hanya bisa bertahan sampai bulan Juni bila kondisi pandemi corona ini tak kunjung membaik.&quot;Kekuatan pengusaha sampai Juni awal, setelah itu berat tidak boleh  PHK, itu sampai Juni, sudah hitung tabungan, tidak mengambil dari  tabungan tapi dari aset. Setelah jatuh tidak bisa dibangunkan, selain  PHK harus jual aset,&quot; ucap Dwi Cahyono.
Dengan kondisi saat ini para pelaku usaha per hotel dan restoran  masih harus menggaji pegawai yang dirumahkan, meski di kisaran 50% dan  25%.
Baca Juga: Tutup Pabrik di Tangerang, Produsen Sepatu Adidas PHK 2.500 Pekerja
&quot;Itu sampai Juni, setelah itu tidak bisa menahan daripada langsung  mengurangi neraca ya kita sendiri tidak bisa bangkit untuk operasional  ya itu lebih baik,&quot; ucapnya.
Di sektor perhotelan di Jawa Timur sendiri hingga Mei awal setidaknya  20 ribu pekerja terpaksa dirumahkan, sedangkan untuk pekerja restoran  di Jatim yang dirumahkan menyentuh angka 29 ribuan.
&quot;Angka yang dirumahkan itu dikhawatirkan hampir 60%-nya PHK, kalau sampai Juni belum berakhir,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
