<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD389,3 Miliar</title><description>Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2020 sebesar USD389,3 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214458/bi-utang-luar-negeri-indonesia-tembus-usd389-3-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214458/bi-utang-luar-negeri-indonesia-tembus-usd389-3-miliar"/><item><title>BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD389,3 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214458/bi-utang-luar-negeri-indonesia-tembus-usd389-3-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214458/bi-utang-luar-negeri-indonesia-tembus-usd389-3-miliar</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 10:42 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/320/2214458/bi-utang-luar-negeri-indonesia-tembus-usd389-3-miliar-ZBYtzx4daz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/320/2214458/bi-utang-luar-negeri-indonesia-tembus-usd389-3-miliar-ZBYtzx4daz.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2020 sebesar USD389,3 miliar terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD183,8 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD205,5 miliar.
Baca Juga: BPK Soroti Pengelolaan Utang Pemerintah
ULN Indonesia tersebut tumbuh 0,5% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 7,8% (yoy). Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN publik dan perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

Mengutip data BI, Jumat (15/5/2020), posisi ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2020 tercatat sebesar USD181,0 miliar atau turun 3,6% (yoy), berbalik dari kondisi triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,1% (yoy). Penurunan posisi ULN Pemerintah tersebut antara lain dipengaruhi oleh arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pembayaran SBN yang telah jatuh tempo.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bulan Ini, Kemenkeu Cairkan Utang Rp22,5 Triliun dari ADB
Pengelolaan ULN Pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas pada sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sektor produktif tersebut mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,3%), sektor jasa pendidikan (16,0%), sektor jasa keuangan dan asuransi (13,3%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,5%).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2020 sebesar USD389,3 miliar terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan bank sentral) sebesar USD183,8 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD205,5 miliar.
Baca Juga: BPK Soroti Pengelolaan Utang Pemerintah
ULN Indonesia tersebut tumbuh 0,5% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 7,8% (yoy). Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN publik dan perlambatan pertumbuhan ULN swasta.

Mengutip data BI, Jumat (15/5/2020), posisi ULN Pemerintah pada akhir triwulan I 2020 tercatat sebesar USD181,0 miliar atau turun 3,6% (yoy), berbalik dari kondisi triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,1% (yoy). Penurunan posisi ULN Pemerintah tersebut antara lain dipengaruhi oleh arus modal keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan pembayaran SBN yang telah jatuh tempo.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bulan Ini, Kemenkeu Cairkan Utang Rp22,5 Triliun dari ADB
Pengelolaan ULN Pemerintah dilakukan secara hati-hati dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas pada sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sektor produktif tersebut mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1% dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,3%), sektor jasa pendidikan (16,0%), sektor jasa keuangan dan asuransi (13,3%), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,5%).</content:encoded></item></channel></rss>
