<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Corona, ASEAN Akan Miliki Road Map Ketenagakerjaan </title><description>Pemerintah Indonesia melalui Menteri Ketenagakerjaan mendukung tersusunnya dokumen ASEAN Labour.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214539/pasca-corona-asean-akan-miliki-road-map-ketenagakerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214539/pasca-corona-asean-akan-miliki-road-map-ketenagakerjaan"/><item><title>Pasca-Corona, ASEAN Akan Miliki Road Map Ketenagakerjaan </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214539/pasca-corona-asean-akan-miliki-road-map-ketenagakerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/15/320/2214539/pasca-corona-asean-akan-miliki-road-map-ketenagakerjaan</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2020 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/15/320/2214539/pasca-corona-asean-akan-miliki-road-map-ketenagakerjaan-0nbf8xs5bf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/15/320/2214539/pasca-corona-asean-akan-miliki-road-map-ketenagakerjaan-0nbf8xs5bf.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Ketenagakerjaan mendukung tersusunnya dokumen ASEAN Labour Ministers Join Statement on Response to the Impacts of Coronavirus Desease 19 (COVID-19) on Labour and Employment sebagai hasil pertemuan spesial, ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), pada Kamis 14 Mei 2020.
Baca Juga: 4 Rujukan Pelonggaran Tenaga Kerja di Bawah 45 Tahun
Setelah tersusun dokumen ASEAN Labour Ministers Join Statement on Response to the Impacts of Coronavirus Desease 19 (COVID-19) on Labour and Employment, selanjutnya akan ditindaklanjuti kerja sama konkret yang tercakup dalam aktifitas pada kerangka kerja sama ASEAN.



&quot;Kami berharap paska pandemik Covid-19, ASEAN memiliki road map atau peta jalan khusus bidang ketenagakerjaan guna mengembalikan stabilitas pasar kerja di tingkat nasional dan ASEAN,&quot; kata Menaker Ida Fauziyah dalam pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja ASEAN (ALMM) tentang dampak Covid-19 seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Pertemuan Menaker se-ASEAN ini dipimpin oleh Menteri Sumber Manusia Malaysia, Datuk Seri M. Saravanan, selaku Ketua ALMM periode 2018-2020. Pertemuan turut dihadiri Sekjen ASEAN, Dato Lim Jock Hoi; Dirjen ILO, Guy Ryder; dan Menaker dari Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Baca Juga: Longgarkan PSBB, Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Koordinasi

Ida menjelaskan, tujuan pertemuan spesial Para Menaker ASEAN ini adalah merespon dampak Covid-19 pada sektor perburuhan dan ketenagakerjaan sebagai langkah konkrit untuk menindaklanjuti komitmen kepala negara yang disepakati dalam ASEAN Summit on Covid-19 pada bulan April 2020.



&quot;Untuk itu, ASEAN perlu mengambil langkah cepat dan tepat dalam mendukung stabilitas pasar kerja, perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha yang terdampak pandemik,&quot; kata Ida.

Ida mendorong ASEAN OSHNET untuk menyusun guidelines atau pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan virus menular lainnya di tempat kerja yang sejalan dengan protokol WHO.


Ida juga mendorong ALMM untuk meningkatkan kerja sama dengan  organisasi Internasional dan negara mitra ASEAN untuk menghasilkan  rekomendasi kebijakan guna pemulihan krisis jangka pendek dan  perencanaan pemulihan jangka menengah dan jangka panjang dalam upaya  mengembalikan stabilitas perkonomian termasuk menjaga keberlanjutan  rantai pasok di kawasan ASEAN.


&quot;Mengimbau Senior Labour Official Meeting (SLOM) untuk melakukan  re-focusing dan re-targeting aktivitas-aktivitas ASEAN sektor  ketenagakerjaan agar lebih fokus pada pemulihan ekonomi paska pandemik.  Di antaranya sektor pariwisata, perhotelan, manufaktur, dan sektor jasa  lainnya,&quot; ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida menyatakan kesiapan Indonesia sebagai  Tuan Rumah ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) ke-26 pada akhir  Oktober hingga awal November 2020 nanti di Jakarta.



&quot;Pelaksanaan ALMM ke-26 yang akan datang tetap akan mempertimbangkan kondisi perkembangan penyebaran Covid-19,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Menteri Ketenagakerjaan mendukung tersusunnya dokumen ASEAN Labour Ministers Join Statement on Response to the Impacts of Coronavirus Desease 19 (COVID-19) on Labour and Employment sebagai hasil pertemuan spesial, ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), pada Kamis 14 Mei 2020.
Baca Juga: 4 Rujukan Pelonggaran Tenaga Kerja di Bawah 45 Tahun
Setelah tersusun dokumen ASEAN Labour Ministers Join Statement on Response to the Impacts of Coronavirus Desease 19 (COVID-19) on Labour and Employment, selanjutnya akan ditindaklanjuti kerja sama konkret yang tercakup dalam aktifitas pada kerangka kerja sama ASEAN.



&quot;Kami berharap paska pandemik Covid-19, ASEAN memiliki road map atau peta jalan khusus bidang ketenagakerjaan guna mengembalikan stabilitas pasar kerja di tingkat nasional dan ASEAN,&quot; kata Menaker Ida Fauziyah dalam pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja ASEAN (ALMM) tentang dampak Covid-19 seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Pertemuan Menaker se-ASEAN ini dipimpin oleh Menteri Sumber Manusia Malaysia, Datuk Seri M. Saravanan, selaku Ketua ALMM periode 2018-2020. Pertemuan turut dihadiri Sekjen ASEAN, Dato Lim Jock Hoi; Dirjen ILO, Guy Ryder; dan Menaker dari Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Baca Juga: Longgarkan PSBB, Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Koordinasi

Ida menjelaskan, tujuan pertemuan spesial Para Menaker ASEAN ini adalah merespon dampak Covid-19 pada sektor perburuhan dan ketenagakerjaan sebagai langkah konkrit untuk menindaklanjuti komitmen kepala negara yang disepakati dalam ASEAN Summit on Covid-19 pada bulan April 2020.



&quot;Untuk itu, ASEAN perlu mengambil langkah cepat dan tepat dalam mendukung stabilitas pasar kerja, perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha yang terdampak pandemik,&quot; kata Ida.

Ida mendorong ASEAN OSHNET untuk menyusun guidelines atau pedoman Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dan virus menular lainnya di tempat kerja yang sejalan dengan protokol WHO.


Ida juga mendorong ALMM untuk meningkatkan kerja sama dengan  organisasi Internasional dan negara mitra ASEAN untuk menghasilkan  rekomendasi kebijakan guna pemulihan krisis jangka pendek dan  perencanaan pemulihan jangka menengah dan jangka panjang dalam upaya  mengembalikan stabilitas perkonomian termasuk menjaga keberlanjutan  rantai pasok di kawasan ASEAN.


&quot;Mengimbau Senior Labour Official Meeting (SLOM) untuk melakukan  re-focusing dan re-targeting aktivitas-aktivitas ASEAN sektor  ketenagakerjaan agar lebih fokus pada pemulihan ekonomi paska pandemik.  Di antaranya sektor pariwisata, perhotelan, manufaktur, dan sektor jasa  lainnya,&quot; ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ida menyatakan kesiapan Indonesia sebagai  Tuan Rumah ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) ke-26 pada akhir  Oktober hingga awal November 2020 nanti di Jakarta.



&quot;Pelaksanaan ALMM ke-26 yang akan datang tetap akan mempertimbangkan kondisi perkembangan penyebaran Covid-19,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
