<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Tak Sesuai Harapan, Jokowi Minta Sederhanakan Penyaluran Bansos Tunai hingga BLT Desa</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah memerintahkan kepada Menteri terkait untuk mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215316/tak-sesuai-harapan-jokowi-minta-sederhanakan-penyaluran-bansos-tunai-hingga-blt-desa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215316/tak-sesuai-harapan-jokowi-minta-sederhanakan-penyaluran-bansos-tunai-hingga-blt-desa"/><item><title>   Tak Sesuai Harapan, Jokowi Minta Sederhanakan Penyaluran Bansos Tunai hingga BLT Desa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215316/tak-sesuai-harapan-jokowi-minta-sederhanakan-penyaluran-bansos-tunai-hingga-blt-desa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215316/tak-sesuai-harapan-jokowi-minta-sederhanakan-penyaluran-bansos-tunai-hingga-blt-desa</guid><pubDate>Minggu 17 Mei 2020 08:24 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/17/320/2215316/tak-sesuai-harapan-jokowi-minta-sederhanakan-penyaluran-bansos-tunai-hingga-blt-desa-y1Vh8kjj7k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/17/320/2215316/tak-sesuai-harapan-jokowi-minta-sederhanakan-penyaluran-bansos-tunai-hingga-blt-desa-y1Vh8kjj7k.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah memerintahkan kepada Menteri terkait untuk mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan cara menyederhanakan prosedur.
&amp;ldquo;Sudah saya perintahkan kepada Menko PMK, kepada Menteri Sosial, dan juga kepada Menteri Desa untuk mempercepat proses penyaluran BLT Desa maupun Bansos Tunai dengan cara menyederhanakan prosedurnya,&amp;rdquo; tutur Presiden saat menanggapi mengenai Bansos di masa pandemi Covid-19 melalui daring seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Minggu (17/5/2020).
Baca Juga: Jokowi : BLT Desa Baru Tersalurkan 15%
Kepala Negara menegaskan untuk memotong prosedurnya sehingga masyarakat segera menerima bantuan sosial ini, baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai.
Pemerintah, menurut Presiden, dengan adanya wabah Covid-19 ini, telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai berikut:
Pertama, penggratisan listrik untuk pelanggan 450 VA dan juga diskon 50% untuk pelanggan 900 VA;
Kedua, juga bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima;
Baca Juga: Hitung-hitungan BLT Rp600 Ribu, Cukupkah Topang Kebutuhan Hidup?
Ketiga, ada PKH yang diberikan kepada 10 juta keluarga;
Keempat, juga diberikan bantuan yang namanya BLT Desa; dan
Kelima, bantuan berupa Bansos Tunai.Pada kesempatan itu, Presiden sampaikan bahwa mengenai BST sebesar  Rp600.000 yang akan diberikan 3 bulan berturut-turut dan juga mengenai  BLT Desa sebesar Rp600.000 yang juga akan diberikan selama 3 bulan  berturut-turut.
&amp;ldquo;Sampai saat ini saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah  karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai,&amp;rdquo; imbuh Presiden.
Lebih lanjut, Presiden sampaikan, bahwa sampai hari ini BLT Desa yang  tersalurkan ke masyarakat baru 15%, artinya masih ada 85% yang belum  diterima oleh masyarakat.
Kemudian juga untuk Bansos Tunai (BST), Presiden sampaikan juga baru  kurang lebih 25% yang diterima oleh masyarakat, sehingga masih ada 75%  yang belum diterima.
&amp;ldquo;Masyarakat saya harapkan juga menanyakan terus kepada RT dan RW-nya atau kepada Kepala Desa-nya,&amp;rdquo; ungkap Presiden.</description><content:encoded>JAKARTA -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan telah memerintahkan kepada Menteri terkait untuk mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan cara menyederhanakan prosedur.
&amp;ldquo;Sudah saya perintahkan kepada Menko PMK, kepada Menteri Sosial, dan juga kepada Menteri Desa untuk mempercepat proses penyaluran BLT Desa maupun Bansos Tunai dengan cara menyederhanakan prosedurnya,&amp;rdquo; tutur Presiden saat menanggapi mengenai Bansos di masa pandemi Covid-19 melalui daring seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Minggu (17/5/2020).
Baca Juga: Jokowi : BLT Desa Baru Tersalurkan 15%
Kepala Negara menegaskan untuk memotong prosedurnya sehingga masyarakat segera menerima bantuan sosial ini, baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai.
Pemerintah, menurut Presiden, dengan adanya wabah Covid-19 ini, telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai berikut:
Pertama, penggratisan listrik untuk pelanggan 450 VA dan juga diskon 50% untuk pelanggan 900 VA;
Kedua, juga bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima;
Baca Juga: Hitung-hitungan BLT Rp600 Ribu, Cukupkah Topang Kebutuhan Hidup?
Ketiga, ada PKH yang diberikan kepada 10 juta keluarga;
Keempat, juga diberikan bantuan yang namanya BLT Desa; dan
Kelima, bantuan berupa Bansos Tunai.Pada kesempatan itu, Presiden sampaikan bahwa mengenai BST sebesar  Rp600.000 yang akan diberikan 3 bulan berturut-turut dan juga mengenai  BLT Desa sebesar Rp600.000 yang juga akan diberikan selama 3 bulan  berturut-turut.
&amp;ldquo;Sampai saat ini saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah  karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai,&amp;rdquo; imbuh Presiden.
Lebih lanjut, Presiden sampaikan, bahwa sampai hari ini BLT Desa yang  tersalurkan ke masyarakat baru 15%, artinya masih ada 85% yang belum  diterima oleh masyarakat.
Kemudian juga untuk Bansos Tunai (BST), Presiden sampaikan juga baru  kurang lebih 25% yang diterima oleh masyarakat, sehingga masih ada 75%  yang belum diterima.
&amp;ldquo;Masyarakat saya harapkan juga menanyakan terus kepada RT dan RW-nya atau kepada Kepala Desa-nya,&amp;rdquo; ungkap Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
