<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertahan dari Covid-19, Pelaku IKM Dapat Kemudahan Jualan via Online</title><description>Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu yang paling terdampak dalam pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215399/bertahan-dari-covid-19-pelaku-ikm-dapat-kemudahan-jualan-via-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215399/bertahan-dari-covid-19-pelaku-ikm-dapat-kemudahan-jualan-via-online"/><item><title>Bertahan dari Covid-19, Pelaku IKM Dapat Kemudahan Jualan via Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215399/bertahan-dari-covid-19-pelaku-ikm-dapat-kemudahan-jualan-via-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/17/320/2215399/bertahan-dari-covid-19-pelaku-ikm-dapat-kemudahan-jualan-via-online</guid><pubDate>Minggu 17 Mei 2020 19:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/17/320/2215399/bertahan-dari-covid-19-pelaku-ikm-dapat-kemudahan-jualan-via-online-sYESBHFQnT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">E-Commerce (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/17/320/2215399/bertahan-dari-covid-19-pelaku-ikm-dapat-kemudahan-jualan-via-online-sYESBHFQnT.jpg</image><title>E-Commerce (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu yang paling terdampak dalam pandemi Covid-19. Untuk itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen terus mendukung IKM untuk mempertahankan usahanya agar para pelaku IKM tetap mampu produktif.
Baca Juga: Fenomena New Normal, Produk UMKM Bakal Dijual Online 
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan pemasaran produk IKM melalui platform e-commerce untuk menggantikan cara penjualan offline yang saat ini sulit dilakukan.

&amp;ldquo;Kami melihat para pelaku IKM tidak patah semangat menghadapi kondisi saat ini,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (17/5/2020).
Baca Juga: Ini 5 Skema Perlindungan dan Pemulihan KUMKM Dampak Covid-19

Untuk mendukung pemasaran produk IKM secara online, Kemenperin memberikan fasilitasi kepada pengusaha IKM, salah satunya melalui program e-Smart IKM.

&amp;ldquo;Program ini telah diluncurkan sejak tahun 2017 dan akan berlanjut hingga tahun 2024,&amp;rdquo; jelas Menperin.


Program e-Smart IKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM untuk mampu memasarkan produknya lewat platform digital. Hingga saat ini, program tersebut sudah diikuti oleh 11.167 IKM di seluruh Indonesia.


Agus menilai peluang IKM untuk terus bergerak saat pandemi covid-19  terbuka lebar dengan adanya platform digital. &amp;ldquo;Saat ini merupakan  kesempatan terbaik yang harus dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional  untuk dapat terus bergerak dan menjual produk-produknya melalui  platform e-commerce,&amp;rdquo; ujarnya.


Menperin juga mengajak agar masyarakat dapat ikut serta membantu IKM  dengan berbelanja produk-produk yang mereka hasilkan, sehingga para  pelaku industri dapat terus bertahan di masa pandemi Covid-19.


Menperin mencontohkan, salah satu IKM yang mendapat hantaman keras  pada masa pandemi Covid-19 adalah IKM pengolahan kopi. Para pelaku IKM  kopi banyak yang mengalami penurunan penjualan, terlebih dengan adanya  pembatasan ruang gerak manusia, serta diterapkan Pembatasan Berskala  Besar (PSBB) di beberapa daerah, sehingga kafe, restoran dan gerai kopi  harus tutup.

Guna mendorong penjualan IKM kopi, Kemenperin bekerja sama dengan  salah satu platform digital memfasilitasi IKM kopi. &amp;ldquo;Melalui kampanye  tersebut, penjualan harian kopi dan produk terkait kopi meningkat  sebesar 57% dan 39%, jauh berbeda dengan pertumbuhan 5% per bulan  sebelum dilaksanakan kampanye,&amp;rdquo; jelas Agus.


Produk IKM lain yang juga didorong pemasarannya secara daring adalah  fesyen muslim. Selain untuk mendukung para pengusaha yang mengalami  penurunan penjualan, kampanye fesyen muslim di online marketplace juga  bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara industri fesyen  muslim di dunia.


&amp;ldquo;Program tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan  konsumsi fesyen muslim nasional, sehingga sektor IKM tersebut  berkontribusi tinggi, baik mengisi pasar domestik maupun menjadi yang  terdepan di sektor industri fesyen muslim dunia,&amp;rdquo; ungkap Menperin.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu yang paling terdampak dalam pandemi Covid-19. Untuk itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen terus mendukung IKM untuk mempertahankan usahanya agar para pelaku IKM tetap mampu produktif.
Baca Juga: Fenomena New Normal, Produk UMKM Bakal Dijual Online 
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan pemasaran produk IKM melalui platform e-commerce untuk menggantikan cara penjualan offline yang saat ini sulit dilakukan.

&amp;ldquo;Kami melihat para pelaku IKM tidak patah semangat menghadapi kondisi saat ini,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (17/5/2020).
Baca Juga: Ini 5 Skema Perlindungan dan Pemulihan KUMKM Dampak Covid-19

Untuk mendukung pemasaran produk IKM secara online, Kemenperin memberikan fasilitasi kepada pengusaha IKM, salah satunya melalui program e-Smart IKM.

&amp;ldquo;Program ini telah diluncurkan sejak tahun 2017 dan akan berlanjut hingga tahun 2024,&amp;rdquo; jelas Menperin.


Program e-Smart IKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku IKM untuk mampu memasarkan produknya lewat platform digital. Hingga saat ini, program tersebut sudah diikuti oleh 11.167 IKM di seluruh Indonesia.


Agus menilai peluang IKM untuk terus bergerak saat pandemi covid-19  terbuka lebar dengan adanya platform digital. &amp;ldquo;Saat ini merupakan  kesempatan terbaik yang harus dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional  untuk dapat terus bergerak dan menjual produk-produknya melalui  platform e-commerce,&amp;rdquo; ujarnya.


Menperin juga mengajak agar masyarakat dapat ikut serta membantu IKM  dengan berbelanja produk-produk yang mereka hasilkan, sehingga para  pelaku industri dapat terus bertahan di masa pandemi Covid-19.


Menperin mencontohkan, salah satu IKM yang mendapat hantaman keras  pada masa pandemi Covid-19 adalah IKM pengolahan kopi. Para pelaku IKM  kopi banyak yang mengalami penurunan penjualan, terlebih dengan adanya  pembatasan ruang gerak manusia, serta diterapkan Pembatasan Berskala  Besar (PSBB) di beberapa daerah, sehingga kafe, restoran dan gerai kopi  harus tutup.

Guna mendorong penjualan IKM kopi, Kemenperin bekerja sama dengan  salah satu platform digital memfasilitasi IKM kopi. &amp;ldquo;Melalui kampanye  tersebut, penjualan harian kopi dan produk terkait kopi meningkat  sebesar 57% dan 39%, jauh berbeda dengan pertumbuhan 5% per bulan  sebelum dilaksanakan kampanye,&amp;rdquo; jelas Agus.


Produk IKM lain yang juga didorong pemasarannya secara daring adalah  fesyen muslim. Selain untuk mendukung para pengusaha yang mengalami  penurunan penjualan, kampanye fesyen muslim di online marketplace juga  bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara industri fesyen  muslim di dunia.


&amp;ldquo;Program tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan  konsumsi fesyen muslim nasional, sehingga sektor IKM tersebut  berkontribusi tinggi, baik mengisi pasar domestik maupun menjadi yang  terdepan di sektor industri fesyen muslim dunia,&amp;rdquo; ungkap Menperin.
</content:encoded></item></channel></rss>
