<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanri Abeng: Apabila Diobok-obok, BUMN Tak Akan Optimal</title><description>Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng menyebut adanya politisasi pada perusahaan-perusahaan pelat merah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2215986/tanri-abeng-apabila-diobok-obok-bumn-tak-akan-optimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2215986/tanri-abeng-apabila-diobok-obok-bumn-tak-akan-optimal"/><item><title>Tanri Abeng: Apabila Diobok-obok, BUMN Tak Akan Optimal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2215986/tanri-abeng-apabila-diobok-obok-bumn-tak-akan-optimal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2215986/tanri-abeng-apabila-diobok-obok-bumn-tak-akan-optimal</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/320/2215986/tanri-abeng-apabila-diobok-obok-bumn-tak-akan-optimal-7pLgU79xnl.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tanri Abeng (Foto: Zoom)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/320/2215986/tanri-abeng-apabila-diobok-obok-bumn-tak-akan-optimal-7pLgU79xnl.jpeg</image><title>Tanri Abeng (Foto: Zoom)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng menyebut adanya politisasi pada perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal itu menjadi hambatan utama BUMN untuk menggenjot kinerjanya.
Menurutnya adanya politisasi ini manajemen BUMN tak memiliki kuasa penuh dalam menjalankan operasional perusahaan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dahlan Iskan Merasa Gagal Jadi Menteri BUMN
&quot;Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah optimum kinerjanya,&quot; ujar dia dalam sebuah diskusi virtual LP3ES, Jakarta, Senin (18/5/2020).
Kemudian, lanjut dia, pihaknya mendorong agar politisasi di BUMN segera dihapuskan. Sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh secara maksimal.

&quot;Namun kan kenyataannya tidak bisa itu dihilangkan sama sekali. Dan saya juga sarankan agar perusahaan pelat merah untuk menjual sebagian sahamnya ke publik guna menekan politisasi manajemen,&quot; ungkap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan mengaku sangat prihatin dengan kondisi BUMN yang gagal bersaing. Hal ini yang membuat dirinya merasa gagal menjadi menteri BUMN kala itu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dahlan Iskan Beberkan, BUMN Bisa Selamatkan Ekonomi dari Covid-19
Menurut Dahlan, agak memalukan apabila BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terkait di bidang ketahanan negara. Namun sangat lemah dalam bidang yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik.
&quot;Contohnya waktu itu saya sangat prihatin tentang BUMN di bidang pangan kalah dengan bakso Blok S. Karena sangat kecil dan jeleknya,&quot; kata Dahlan.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng menyebut adanya politisasi pada perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal itu menjadi hambatan utama BUMN untuk menggenjot kinerjanya.
Menurutnya adanya politisasi ini manajemen BUMN tak memiliki kuasa penuh dalam menjalankan operasional perusahaan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dahlan Iskan Merasa Gagal Jadi Menteri BUMN
&quot;Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah optimum kinerjanya,&quot; ujar dia dalam sebuah diskusi virtual LP3ES, Jakarta, Senin (18/5/2020).
Kemudian, lanjut dia, pihaknya mendorong agar politisasi di BUMN segera dihapuskan. Sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh secara maksimal.

&quot;Namun kan kenyataannya tidak bisa itu dihilangkan sama sekali. Dan saya juga sarankan agar perusahaan pelat merah untuk menjual sebagian sahamnya ke publik guna menekan politisasi manajemen,&quot; ungkap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN periode 2011-2014 Dahlan Iskan mengaku sangat prihatin dengan kondisi BUMN yang gagal bersaing. Hal ini yang membuat dirinya merasa gagal menjadi menteri BUMN kala itu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dahlan Iskan Beberkan, BUMN Bisa Selamatkan Ekonomi dari Covid-19
Menurut Dahlan, agak memalukan apabila BUMN kuat di bidang yang tidak terlalu terkait di bidang ketahanan negara. Namun sangat lemah dalam bidang yang justru secara langsung terkait dengan kepentingan publik.
&quot;Contohnya waktu itu saya sangat prihatin tentang BUMN di bidang pangan kalah dengan bakso Blok S. Karena sangat kecil dan jeleknya,&quot; kata Dahlan.</content:encoded></item></channel></rss>
