<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Suntik BUMN Rp104,38 Triliun</title><description>Pemerintah bakal menyuntik modal perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp104,38 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216023/pemulihan-ekonomi-sri-mulyani-bakal-suntik-bumn-rp104-38-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216023/pemulihan-ekonomi-sri-mulyani-bakal-suntik-bumn-rp104-38-triliun"/><item><title>Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Suntik BUMN Rp104,38 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216023/pemulihan-ekonomi-sri-mulyani-bakal-suntik-bumn-rp104-38-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216023/pemulihan-ekonomi-sri-mulyani-bakal-suntik-bumn-rp104-38-triliun</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 17:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/320/2216023/pemulihan-ekonomi-sri-mulyani-bakal-suntik-bumn-rp104-38-triliun-4iA3FngyIn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/320/2216023/pemulihan-ekonomi-sri-mulyani-bakal-suntik-bumn-rp104-38-triliun-4iA3FngyIn.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah bakal menyuntik modal perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp104,38 triliun. Anggaran tersebut akan masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca virus corona.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran tersebut untuk membantu perusahaan plat merah yang bisnis terdampak virus corona. Ada beberapa perusahaan plat merah yang akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah dari mulai PT Pertamina (Persero),PT PLN (Persero) hingga PT KAI (Persero).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tanri Abeng: Apabila Diobok-obok, BUMN Tak Akan Optimal
&quot;Sehingga total dukungan pemerintah kepada BUMN itu sebanyak Rp104,38 triliun dan untuk dalam bentuk above the line dan Rp44,92 triliun dalam bentuk below the line,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Senin (18/5/2020).
Nantinya lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga akan memberikan dukungan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) non cash maupun subsidi dan kompensasi sebesar Rp26,10 triliun. Salah satu yang akan mendapatkan bantuan ini adalah Kimia Farma yang masih memiliki tagihan kepada BPJS Kesehatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dahlan Iskan Merasa Gagal Jadi Menteri BUMN
&quot;Ini kita lihat baik dari sisi optimalisasi PMN ke HK, kimia farma yang punya tagihan BPJS diberikan Rp3 Triliun,&quot; ucapnya.
Secara keseluruhan, anggaran bantuan dana untuk BUMN salah satunya akan diberikan kepada PT PLN sebesar Rp38,25 triliun. Tak hanya itu, PT Pertamina juga akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesarRp37,83 triliun.Kompensasi diberikan atas peniadaan kenaikan tarif listrik dan harga  minyak. Seperti diketahui, keduanya memutuskan tidak menaikkan tarif BBM  maupun listrik meskipun saat ini sedang susah karena pandemi virus  corona.
Sementara itu, Perum Bulog juga akan mendapatkan suntikan dana dari  pemerintah. Namun suntikan dana ini akan diberikan lewat dukungan bansos  kepada Perum Bulog senilai Rp10,50 triliun.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan suntikan lewat dana  talangan. Dana talangan dengan total Rp19,65 triliun diberikan kepada  Garuda Indonesia (Rp8,50 triliun), KAI (Rp3,50 triliun), PTPN (Rp4  triliun), Krakatau Steel (Rp3 triliun) dan Perumnas (Rp650 miliar).
Untuk PTPN dan Krakatau Steel, dana talangan akan dilakukan melalui  penempatan dana pemerintah pada bank peserta. Adapun, dana talangan  untuk Garuda Indonesia, KAI dan Perumnas dilakukan melalui investasi  nonpermanen Kementerian Keuangan
&quot;Pertamina dapatkan dana kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga  BBM yang di atas yang ditetapkan subsidi sehingga dalam bentuk  pembayaran kompensasi yang sudah hasil audit BPK. Sebesar Rp45 triliun  dan ITDC diberikan PMN Rp500 miliar,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah bakal menyuntik modal perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp104,38 triliun. Anggaran tersebut akan masuk ke dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pasca virus corona.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran tersebut untuk membantu perusahaan plat merah yang bisnis terdampak virus corona. Ada beberapa perusahaan plat merah yang akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah dari mulai PT Pertamina (Persero),PT PLN (Persero) hingga PT KAI (Persero).
Baca Juga:&amp;nbsp;Tanri Abeng: Apabila Diobok-obok, BUMN Tak Akan Optimal
&quot;Sehingga total dukungan pemerintah kepada BUMN itu sebanyak Rp104,38 triliun dan untuk dalam bentuk above the line dan Rp44,92 triliun dalam bentuk below the line,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Senin (18/5/2020).
Nantinya lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga akan memberikan dukungan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) non cash maupun subsidi dan kompensasi sebesar Rp26,10 triliun. Salah satu yang akan mendapatkan bantuan ini adalah Kimia Farma yang masih memiliki tagihan kepada BPJS Kesehatan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dahlan Iskan Merasa Gagal Jadi Menteri BUMN
&quot;Ini kita lihat baik dari sisi optimalisasi PMN ke HK, kimia farma yang punya tagihan BPJS diberikan Rp3 Triliun,&quot; ucapnya.
Secara keseluruhan, anggaran bantuan dana untuk BUMN salah satunya akan diberikan kepada PT PLN sebesar Rp38,25 triliun. Tak hanya itu, PT Pertamina juga akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesarRp37,83 triliun.Kompensasi diberikan atas peniadaan kenaikan tarif listrik dan harga  minyak. Seperti diketahui, keduanya memutuskan tidak menaikkan tarif BBM  maupun listrik meskipun saat ini sedang susah karena pandemi virus  corona.
Sementara itu, Perum Bulog juga akan mendapatkan suntikan dana dari  pemerintah. Namun suntikan dana ini akan diberikan lewat dukungan bansos  kepada Perum Bulog senilai Rp10,50 triliun.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan suntikan lewat dana  talangan. Dana talangan dengan total Rp19,65 triliun diberikan kepada  Garuda Indonesia (Rp8,50 triliun), KAI (Rp3,50 triliun), PTPN (Rp4  triliun), Krakatau Steel (Rp3 triliun) dan Perumnas (Rp650 miliar).
Untuk PTPN dan Krakatau Steel, dana talangan akan dilakukan melalui  penempatan dana pemerintah pada bank peserta. Adapun, dana talangan  untuk Garuda Indonesia, KAI dan Perumnas dilakukan melalui investasi  nonpermanen Kementerian Keuangan
&quot;Pertamina dapatkan dana kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga  BBM yang di atas yang ditetapkan subsidi sehingga dalam bentuk  pembayaran kompensasi yang sudah hasil audit BPK. Sebesar Rp45 triliun  dan ITDC diberikan PMN Rp500 miliar,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
