<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Virus Corona Ganggu Kinerja Bisnis, Bagaimana dengan BUMN?</title><description>Ada beberapa sektor perusahaan BUMN yang mulai terasa dampaknnya kepada kinerja keuangan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216064/virus-corona-ganggu-kinerja-bisnis-bagaimana-dengan-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216064/virus-corona-ganggu-kinerja-bisnis-bagaimana-dengan-bumn"/><item><title>Virus Corona Ganggu Kinerja Bisnis, Bagaimana dengan BUMN?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216064/virus-corona-ganggu-kinerja-bisnis-bagaimana-dengan-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/18/320/2216064/virus-corona-ganggu-kinerja-bisnis-bagaimana-dengan-bumn</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2020 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/18/320/2216064/virus-corona-ganggu-kinerja-bisnis-bagaimana-dengan-bumn-oPDcfspWDT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penanganan Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/18/320/2216064/virus-corona-ganggu-kinerja-bisnis-bagaimana-dengan-bumn-oPDcfspWDT.jpg</image><title>Penanganan Virus Corona. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat kinerja sektor bisnis mulai terganggu. Namun, ada beberapa sektor bisnis  yang menikamti keuntungan dari pandemi virus corona ini.
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, di perusahaan pelat merah, ada beberapa sektor perusahaan BUMN yang mulai terasa dampaknnya kepada kinerja keuangan.
&quot;Pengaruh pasti pengaruh sesuai dengan hitung-hitungan sektornya ya,&quot; ujarnya spesial dialog Inews.id, Senin (18/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Alasan BUMN Wajib Bentuk Task Force New Normal
Tapi, ada juga BUMN yang mendapat keuntungan di tengah pandemi ini. Seperti bisnis telekomunikasi, kemudian kinerja PT PLN (Persero) yang bagus menyusul peningaktan pada konsumsi listrik.
&quot;Misalnya kaya telekomunikasi, dia naik, PLN naik, tapi ini rumah tangga industrinya turun,&quot; ucapnya.
Sementara untuk industri lainnya seperti infrastrutkur justru mulai mengalami gangguan. Hal ini disebabkan oleh kurangnnya pasokan bahan baku dari luar negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Suntik BUMN Rp104,38 Triliun
&quot;Kalau untuk infrastrutkur kareana ada pegnaruh dari luar negeri ini juga bahan baku masih tinggi juga dia juga pengaruh. Memang tergantung dari sektor masing-masing,&quot; jelasnya.
Selain itu, indusri pertambangan juga masih relatif kecil dampaknya. Meskipun ada sedikit penurunan pada nilai ekspor karena lockdown-nya sejumlah negara.Sementara dampak paling terasa ada pada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perhotelan, pariwisata hingga transportasi. Apalagi, setelah pintu wisatawan asing serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung.
&quot;Penurunan drastis tidak juga, yang drastis apa ? perhotelan pasti drastis, wisatas pasti drastis, transprotasi pasti drastis. Kalau yang lain pertambangan, turun tapi karen di luar juga misal kita mau ekspor enggak bisa juga maka dia akan turun juga. Jadi memang ini kait terkait,&quot; kata Arya</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi virus corona membuat kinerja sektor bisnis mulai terganggu. Namun, ada beberapa sektor bisnis  yang menikamti keuntungan dari pandemi virus corona ini.
Staf Khusus Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, di perusahaan pelat merah, ada beberapa sektor perusahaan BUMN yang mulai terasa dampaknnya kepada kinerja keuangan.
&quot;Pengaruh pasti pengaruh sesuai dengan hitung-hitungan sektornya ya,&quot; ujarnya spesial dialog Inews.id, Senin (18/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Alasan BUMN Wajib Bentuk Task Force New Normal
Tapi, ada juga BUMN yang mendapat keuntungan di tengah pandemi ini. Seperti bisnis telekomunikasi, kemudian kinerja PT PLN (Persero) yang bagus menyusul peningaktan pada konsumsi listrik.
&quot;Misalnya kaya telekomunikasi, dia naik, PLN naik, tapi ini rumah tangga industrinya turun,&quot; ucapnya.
Sementara untuk industri lainnya seperti infrastrutkur justru mulai mengalami gangguan. Hal ini disebabkan oleh kurangnnya pasokan bahan baku dari luar negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Suntik BUMN Rp104,38 Triliun
&quot;Kalau untuk infrastrutkur kareana ada pegnaruh dari luar negeri ini juga bahan baku masih tinggi juga dia juga pengaruh. Memang tergantung dari sektor masing-masing,&quot; jelasnya.
Selain itu, indusri pertambangan juga masih relatif kecil dampaknya. Meskipun ada sedikit penurunan pada nilai ekspor karena lockdown-nya sejumlah negara.Sementara dampak paling terasa ada pada perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perhotelan, pariwisata hingga transportasi. Apalagi, setelah pintu wisatawan asing serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung.
&quot;Penurunan drastis tidak juga, yang drastis apa ? perhotelan pasti drastis, wisatas pasti drastis, transprotasi pasti drastis. Kalau yang lain pertambangan, turun tapi karen di luar juga misal kita mau ekspor enggak bisa juga maka dia akan turun juga. Jadi memang ini kait terkait,&quot; kata Arya</content:encoded></item></channel></rss>
