<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      PLN Paling Besar Dapat Suntikan Modal Rp38 Triliun, Ini Daftar Lengkapnya</title><description>Pemerintah melalui Kementerian Keuangan segera menyuntikan modal ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) t</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/19/320/2216254/pln-paling-besar-dapat-suntikan-modal-rp38-triliun-ini-daftar-lengkapnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/19/320/2216254/pln-paling-besar-dapat-suntikan-modal-rp38-triliun-ini-daftar-lengkapnya"/><item><title>      PLN Paling Besar Dapat Suntikan Modal Rp38 Triliun, Ini Daftar Lengkapnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/19/320/2216254/pln-paling-besar-dapat-suntikan-modal-rp38-triliun-ini-daftar-lengkapnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/19/320/2216254/pln-paling-besar-dapat-suntikan-modal-rp38-triliun-ini-daftar-lengkapnya</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2020 08:12 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/19/320/2216254/pln-paling-besar-dapat-suntikan-modal-rp38-triliun-ini-daftar-lengkapnya-pHTiJwYZzh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/19/320/2216254/pln-paling-besar-dapat-suntikan-modal-rp38-triliun-ini-daftar-lengkapnya-pHTiJwYZzh.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan segera menyuntikan modal ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Total suntikan modal dari pemerintah mencapai Rp149,3 triliun.

Dana untuk BUMN tersebut terdiri atas Rp104,38 triliun dalam bentuk above the line dan Rp44,92 dalam bentuk below the line
Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Suntik BUMN Rp104,38 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, anggaran tersebut untuk membantu BUMN yang bisnisnya terdampak virus corona. Ada beberapa perusahaan prlat merah yang akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah dari mulai PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) hingga PT KAI (Persero).

Pemerintah juga akan memberikan dukungan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) non cash maupun subsidi dan kompensasi sebesar Rp26,10 triliun. Salah satu yang akan mendapatkan bantuan ini adalah Kimia Farma yang masih memiliki tagihan kepada BPJS Kesehatan.

&quot;Ini kita lihat baik dari sisi optimalisasi PMN ke HK, kimia farma yang punya tagihan BPJS diberikan Rp3 triliun,&quot; ucapnya di Jakarta, Senin 15 Mei 2020.
Baca Juga: BUMN Terdampak Covid-19 Diguyur Rp149 Triliun
Secara keseluruhan, anggaran bantuan dana untuk BUMN salah satunya akan diberikan kepada PT PLN sebesar Rp38,25 triliun. Tak hanya itu, PT Pertamina juga akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesarRp37,83 triliun.

Kompensasi diberikan atas peniadaan kenaikan tarif listrik dan harga minyak. Seperti diketahui, keduanya memutuskan tidak menaikkan tarif BBM maupun listrik meskipun saat ini sedang susah karena pandemi virus corona.

Sementara itu, Perum Bulog juga akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Namun suntikan dana ini akan diberikan lewat dukungan bansos kepada Perum Bulog senilai Rp10,50 triliun.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan suntikan lewat dana  talangan. Dana talangan dengan total Rp19,65 triliun diberikan kepada  Garuda Indonesia (Rp8,50 triliun), KAI (Rp3,50 triliun), PTPN (Rp4  triliun), Krakatau Steel (Rp3 triliun) dan Perumnas (Rp650 miliar).

Untuk PTPN dan Krakatau Steel, dana talangan akan dilakukan melalui  penempatan dana pemerintah pada bank peserta. Adapun, dana talangan  untuk Garuda Indonesia, KAI dan Perumnas dilakukan melalui investasi  nonpermanen Kementerian Keuangan

&quot;Pertamina dapatkan dana kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga  BBM yang di atas yang ditetapkan subsidi sehingga dalam bentuk  pembayaran kompensasi yang sudah hasil audit BPK. Sebesar Rp45 triliun  dan ITDC diberikan PMN Rp500 miliar,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan segera menyuntikan modal ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Total suntikan modal dari pemerintah mencapai Rp149,3 triliun.

Dana untuk BUMN tersebut terdiri atas Rp104,38 triliun dalam bentuk above the line dan Rp44,92 dalam bentuk below the line
Baca Juga: Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Bakal Suntik BUMN Rp104,38 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, anggaran tersebut untuk membantu BUMN yang bisnisnya terdampak virus corona. Ada beberapa perusahaan prlat merah yang akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah dari mulai PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) hingga PT KAI (Persero).

Pemerintah juga akan memberikan dukungan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) non cash maupun subsidi dan kompensasi sebesar Rp26,10 triliun. Salah satu yang akan mendapatkan bantuan ini adalah Kimia Farma yang masih memiliki tagihan kepada BPJS Kesehatan.

&quot;Ini kita lihat baik dari sisi optimalisasi PMN ke HK, kimia farma yang punya tagihan BPJS diberikan Rp3 triliun,&quot; ucapnya di Jakarta, Senin 15 Mei 2020.
Baca Juga: BUMN Terdampak Covid-19 Diguyur Rp149 Triliun
Secara keseluruhan, anggaran bantuan dana untuk BUMN salah satunya akan diberikan kepada PT PLN sebesar Rp38,25 triliun. Tak hanya itu, PT Pertamina juga akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah sebesarRp37,83 triliun.

Kompensasi diberikan atas peniadaan kenaikan tarif listrik dan harga minyak. Seperti diketahui, keduanya memutuskan tidak menaikkan tarif BBM maupun listrik meskipun saat ini sedang susah karena pandemi virus corona.

Sementara itu, Perum Bulog juga akan mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Namun suntikan dana ini akan diberikan lewat dukungan bansos kepada Perum Bulog senilai Rp10,50 triliun.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan suntikan lewat dana  talangan. Dana talangan dengan total Rp19,65 triliun diberikan kepada  Garuda Indonesia (Rp8,50 triliun), KAI (Rp3,50 triliun), PTPN (Rp4  triliun), Krakatau Steel (Rp3 triliun) dan Perumnas (Rp650 miliar).

Untuk PTPN dan Krakatau Steel, dana talangan akan dilakukan melalui  penempatan dana pemerintah pada bank peserta. Adapun, dana talangan  untuk Garuda Indonesia, KAI dan Perumnas dilakukan melalui investasi  nonpermanen Kementerian Keuangan

&quot;Pertamina dapatkan dana kompensasi dari tidak adanya kenaikan harga  BBM yang di atas yang ditetapkan subsidi sehingga dalam bentuk  pembayaran kompensasi yang sudah hasil audit BPK. Sebesar Rp45 triliun  dan ITDC diberikan PMN Rp500 miliar,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
