<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kena Tarif Impor Besar, Australia Bakal Adukan China ke WTO</title><description>Australia tengah mempertimbangkan untuk mengadukan China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216849/kena-tarif-impor-besar-australia-bakal-adukan-china-ke-wto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216849/kena-tarif-impor-besar-australia-bakal-adukan-china-ke-wto"/><item><title>Kena Tarif Impor Besar, Australia Bakal Adukan China ke WTO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216849/kena-tarif-impor-besar-australia-bakal-adukan-china-ke-wto</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216849/kena-tarif-impor-besar-australia-bakal-adukan-china-ke-wto</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 09:25 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2216849/kena-tarif-impor-besar-australia-bakal-adukan-china-ke-wto-yPsMmIGnh5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2216849/kena-tarif-impor-besar-australia-bakal-adukan-china-ke-wto-yPsMmIGnh5.jpeg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Australia tengah mempertimbangkan untuk mengadukan China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait keputusan China yang mengenakan tarif besar-besaran terhadap impor barley Australia.
Baca juga: Vietnam Evaluasi Kebijakan Ekspor Beras
China mengumumkan pemberlakuan tarif antisubsidi dan antidumping 80,5% terhadap barley Australia setelah mengklaim bahwa pertanian barley di sana mendapat banyak subsidi dari pemerintah. Beijing baru pekan lalu menghentikan impor dari empat pemasok utama daging sapi Australia terkait masalah pelabelan.
Tarif, yang berlaku mulai Selasa (19/5), diperkirakan akan membebani petani Australia lebih dari USD300 juta per tahun.
Baca juga: Ekspor Produk Perhiasan RI Berhenti Total akibat Corona
Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan bahwa tindakan China &amp;ldquo;sangat mengecewakan&amp;rdquo; dan tidak diambil sesuai dengan peraturan antidumping. Tetapi Birmingham mengatakan Australia tidak akan terlibat dalam perang dagang dengan salah satu mitra dagang terbesarnya, dilansir dari VOA, Rabu (20/5/2020).
Tindakan perdagangan Beijing terhadap Australia diambil di tengah-tengah perselisihan diplomatik terkait desakan kuat Canberra bagi penyelidikan independen terhadap asal-usul pandemi virus corona, yang pertama kali dideteksi tahun lalu di bagian tengah China.</description><content:encoded>JAKARTA - Australia tengah mempertimbangkan untuk mengadukan China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait keputusan China yang mengenakan tarif besar-besaran terhadap impor barley Australia.
Baca juga: Vietnam Evaluasi Kebijakan Ekspor Beras
China mengumumkan pemberlakuan tarif antisubsidi dan antidumping 80,5% terhadap barley Australia setelah mengklaim bahwa pertanian barley di sana mendapat banyak subsidi dari pemerintah. Beijing baru pekan lalu menghentikan impor dari empat pemasok utama daging sapi Australia terkait masalah pelabelan.
Tarif, yang berlaku mulai Selasa (19/5), diperkirakan akan membebani petani Australia lebih dari USD300 juta per tahun.
Baca juga: Ekspor Produk Perhiasan RI Berhenti Total akibat Corona
Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan bahwa tindakan China &amp;ldquo;sangat mengecewakan&amp;rdquo; dan tidak diambil sesuai dengan peraturan antidumping. Tetapi Birmingham mengatakan Australia tidak akan terlibat dalam perang dagang dengan salah satu mitra dagang terbesarnya, dilansir dari VOA, Rabu (20/5/2020).
Tindakan perdagangan Beijing terhadap Australia diambil di tengah-tengah perselisihan diplomatik terkait desakan kuat Canberra bagi penyelidikan independen terhadap asal-usul pandemi virus corona, yang pertama kali dideteksi tahun lalu di bagian tengah China.</content:encoded></item></channel></rss>
