<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Industri Menghadapi Era New Normal</title><description>Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan,  industri harus bersiap menjalani kegiatan industri di era new normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216879/cara-industri-menghadapi-era-new-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216879/cara-industri-menghadapi-era-new-normal"/><item><title>Cara Industri Menghadapi Era New Normal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216879/cara-industri-menghadapi-era-new-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216879/cara-industri-menghadapi-era-new-normal</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 10:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2216879/cara-industri-menghadapi-era-new-normal-VxWJPN6LUy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2216879/cara-industri-menghadapi-era-new-normal-VxWJPN6LUy.jpg</image><title>Menperin Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri harus bersiap menjalani kegiatan industri di era new normal. Selama ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya agar sektor manufaktur tetap memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, walaupun tengah menghadapi hantaman akibat pandemi Covid-19.
Dalam upaya mendorong industri tetap bergerak saat ini, setelah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis, Kemenperin menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) untuk aparatur industri di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penyebab Harga Batu Bara Acuan Turun dalam 2 Bulan Terakhir
&amp;ldquo;Kegiatan ini jadi merupakan momentum paling tepat untuk menjawab tantangan, dalam rangka menyiapkan aparat industri yang mampu menjawab berbagai macam tantangan, khususnya ketika menghadapi Covid-19, dan bersiap menghadapi kenormalan baru yang berkaitan dengan kegiatan industri,&amp;rdquo; kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).
Menperin mengungkapkan, kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan upaya knowledge transfer sekaligus sinkronisasi persepsi antara aparatur industri di pusat dan daerah, terkait kebijakan pengembangan dan pembinaan industri pada masa pandemi dan setelah Covid-19 &amp;ldquo;Peserta diharapkan berperan aktif selama mengikuti bimtek agar tujuan dari penyelenggaraan bimtek ini dapat dicapai secara optimal,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buruh Status PDP Covid-19, Aktivitas Pabrik Harus Dihentikan
Kegiatan yang dimotori oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin itu diharapkan mampu menyiapkan aparatur industri khususnya di daerah, agar mampu beradaptasi dalam menjalankan tugasnya mendampingi pelaku usaha atau industri dalam menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi yang beragam. Termasuk kondisi pandemi Covid-19.&amp;ldquo;Harus kita pahami, setelah pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat  harus menyesuaikan diri dengan yang disebut normal baru, sehingga  aparatur industri sebagai pelayan publik dituntut untuk berinovasi dalam  hal kebijakan yang bisa mendukung masyarakat industri,&amp;rdquo; sebut Menperin.
Ia menuturkan, dengan kegiatan bimtek aparatur industri ini  diharapkan meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat, mengevaluasi  dan mengimplementasikan kebijakan yang terkait dengan sektor industri.
&amp;ldquo;Tentunya, termasuk memahami konsep dan kebijakan ekonomi, mampu  menganalisa posisi sektor industri dalam kebijakan makro dan kebijakan  sektoral, mengevaluasi dampak kebijakan nasional dan internasional  terhadap sektor industri, serta menyusun kebijakan dan menganalisis  kebijakan publik,&amp;rdquo; imbuh Menperin.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri harus bersiap menjalani kegiatan industri di era new normal. Selama ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya agar sektor manufaktur tetap memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, walaupun tengah menghadapi hantaman akibat pandemi Covid-19.
Dalam upaya mendorong industri tetap bergerak saat ini, setelah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis, Kemenperin menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) untuk aparatur industri di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penyebab Harga Batu Bara Acuan Turun dalam 2 Bulan Terakhir
&amp;ldquo;Kegiatan ini jadi merupakan momentum paling tepat untuk menjawab tantangan, dalam rangka menyiapkan aparat industri yang mampu menjawab berbagai macam tantangan, khususnya ketika menghadapi Covid-19, dan bersiap menghadapi kenormalan baru yang berkaitan dengan kegiatan industri,&amp;rdquo; kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).
Menperin mengungkapkan, kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan upaya knowledge transfer sekaligus sinkronisasi persepsi antara aparatur industri di pusat dan daerah, terkait kebijakan pengembangan dan pembinaan industri pada masa pandemi dan setelah Covid-19 &amp;ldquo;Peserta diharapkan berperan aktif selama mengikuti bimtek agar tujuan dari penyelenggaraan bimtek ini dapat dicapai secara optimal,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Buruh Status PDP Covid-19, Aktivitas Pabrik Harus Dihentikan
Kegiatan yang dimotori oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin itu diharapkan mampu menyiapkan aparatur industri khususnya di daerah, agar mampu beradaptasi dalam menjalankan tugasnya mendampingi pelaku usaha atau industri dalam menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi yang beragam. Termasuk kondisi pandemi Covid-19.&amp;ldquo;Harus kita pahami, setelah pandemi Covid-19 ini membuat masyarakat  harus menyesuaikan diri dengan yang disebut normal baru, sehingga  aparatur industri sebagai pelayan publik dituntut untuk berinovasi dalam  hal kebijakan yang bisa mendukung masyarakat industri,&amp;rdquo; sebut Menperin.
Ia menuturkan, dengan kegiatan bimtek aparatur industri ini  diharapkan meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat, mengevaluasi  dan mengimplementasikan kebijakan yang terkait dengan sektor industri.
&amp;ldquo;Tentunya, termasuk memahami konsep dan kebijakan ekonomi, mampu  menganalisa posisi sektor industri dalam kebijakan makro dan kebijakan  sektoral, mengevaluasi dampak kebijakan nasional dan internasional  terhadap sektor industri, serta menyusun kebijakan dan menganalisis  kebijakan publik,&amp;rdquo; imbuh Menperin.</content:encoded></item></channel></rss>
