<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lion Air Group Pangkas Gaji Karyawan hingga Tunda THR</title><description>Lion Air Group memutuskan untuk memotong gaji seluruh karyawannya dampak pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216949/lion-air-group-pangkas-gaji-karyawan-hingga-tunda-thr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216949/lion-air-group-pangkas-gaji-karyawan-hingga-tunda-thr"/><item><title>Lion Air Group Pangkas Gaji Karyawan hingga Tunda THR</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216949/lion-air-group-pangkas-gaji-karyawan-hingga-tunda-thr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2216949/lion-air-group-pangkas-gaji-karyawan-hingga-tunda-thr</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2216949/lion-air-group-pangkas-gaji-karyawan-hingga-tunda-thr-yBJU8XOhNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lion Air (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2216949/lion-air-group-pangkas-gaji-karyawan-hingga-tunda-thr-yBJU8XOhNJ.jpg</image><title>Lion Air (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA -  Lion Air Group memutuskan untuk memotong gaji seluruh karyawannya dampak pandemi virus corona. Pada tahun ini, pandemi&amp;nbsp;Covid-19menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal secara domestik dan internasional.

Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Garuda Rumahkan 800 Karyawan Kontrak

Hal tersebut juga dialami oleh Lion Air Group, keadaan yang terjadi mendorong manajemen perusahaan-perusahan penerbangan mengambil langkah-langkah yang dianggap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, termasuk tindakan atau kebijakan yang tidak disukai atau yang tidak populis.

Dalam upaya menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal (karena terjadi pembatasan perjalanan, hanya beroperasi 5% dari kapasitas normal sebelumnya rata-rata 1.000 penerbangan per hari), Lion Air Group melakukan pembicaraan dengan mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan penghasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya.

&quot;Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterpakan pada Maret, April, Mei sampai waktu yang belum ditentukan,&quot; kata Corporate Communications Strategic of&amp;nbsp;Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga: Hindari PHK, Garuda Lebih Pilih Rumahkan Sementara 800 Karyawan
Manajemen masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi serta mempelajari kapan saatnya industri penerbangan domestik dan internasional akan beroperasi normal kembali.

Selain itu, manajemen Lion Air Group juga memutuskan untuk menunda hingga memangkas Tunjangan Hari Raya (THR).
Lion Air Group kembali menyampaikan, karena kondisi operasional yang  tidak ada pemasukan dan bertujuan agar perusahaan masih bisa beroperasi  atau bertahan sampai waktu normal itu tiba. Maka perusahaan telah  merencanakan dan memutuskan pemberian THR, sebagai berikut:

1.  Pemberian THR saat ini hanya diberikan kepada pegawai golongan  dengan penghasilan total sama dengan UMR yang mayoritas bekerja sebagai  tenaga kebersihan, pengamanan, pengemudi, porter dan staf tertentu.  Nilai nominal THR yang diberikan belum sepenuhnya, rencana akan dipenuhi  jika operasional normal kembali dan kondisi perusahaan membaik (jumlah  penumpang dan jumlah frekuensi penerbangan).

2.  Pemberian THR kepada kelompok pegawai berpenghasilan menengah  seperti mekanik, awak kabin (pramugari, pramugara) dan staf akan  dilaksanakan pada tahap berikut, jika operasional penerbangan sudah  normal kembali serta kondisi sudah baik dan stabil.

3. Pemberian THR kepada kelompok pegawai dengan penghasilan tinggi  seperti penerbang (awak kokpit), pejabat struktural atau manajemen akan  diberikan apabila kondisi operasional penerbangan sudah normal dan  kondisi sudah sangat baik.

Meski demikian, perusahaan di lingkungan Lion Air Group belum  berpikir atau membuat kajian untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja  (PHK) terhadap pegawai/ karyawan. Pertimbangan utama ialah sebagai  keluarga besar yang terdapat didalamnya kurang lebih 29.000 karyawan  menggantungkan pada bisnis ini untuk keberlangsungan hidup.

Lion Air Group masih terus mempelajari situasi yang terjadi untuk  mempersiapkan strategi dan langkah yang akan diambil guna menjaga  kelangsungan hidup perusahaan termasuk meminimalisir (mengurangi) beban  yang ditanggung selama pandemi Covid-19.</description><content:encoded> 
JAKARTA -  Lion Air Group memutuskan untuk memotong gaji seluruh karyawannya dampak pandemi virus corona. Pada tahun ini, pandemi&amp;nbsp;Covid-19menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal secara domestik dan internasional.

Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Garuda Rumahkan 800 Karyawan Kontrak

Hal tersebut juga dialami oleh Lion Air Group, keadaan yang terjadi mendorong manajemen perusahaan-perusahan penerbangan mengambil langkah-langkah yang dianggap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, termasuk tindakan atau kebijakan yang tidak disukai atau yang tidak populis.

Dalam upaya menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal (karena terjadi pembatasan perjalanan, hanya beroperasi 5% dari kapasitas normal sebelumnya rata-rata 1.000 penerbangan per hari), Lion Air Group melakukan pembicaraan dengan mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan penghasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi, semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya.

&quot;Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterpakan pada Maret, April, Mei sampai waktu yang belum ditentukan,&quot; kata Corporate Communications Strategic of&amp;nbsp;Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga: Hindari PHK, Garuda Lebih Pilih Rumahkan Sementara 800 Karyawan
Manajemen masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi serta mempelajari kapan saatnya industri penerbangan domestik dan internasional akan beroperasi normal kembali.

Selain itu, manajemen Lion Air Group juga memutuskan untuk menunda hingga memangkas Tunjangan Hari Raya (THR).
Lion Air Group kembali menyampaikan, karena kondisi operasional yang  tidak ada pemasukan dan bertujuan agar perusahaan masih bisa beroperasi  atau bertahan sampai waktu normal itu tiba. Maka perusahaan telah  merencanakan dan memutuskan pemberian THR, sebagai berikut:

1.  Pemberian THR saat ini hanya diberikan kepada pegawai golongan  dengan penghasilan total sama dengan UMR yang mayoritas bekerja sebagai  tenaga kebersihan, pengamanan, pengemudi, porter dan staf tertentu.  Nilai nominal THR yang diberikan belum sepenuhnya, rencana akan dipenuhi  jika operasional normal kembali dan kondisi perusahaan membaik (jumlah  penumpang dan jumlah frekuensi penerbangan).

2.  Pemberian THR kepada kelompok pegawai berpenghasilan menengah  seperti mekanik, awak kabin (pramugari, pramugara) dan staf akan  dilaksanakan pada tahap berikut, jika operasional penerbangan sudah  normal kembali serta kondisi sudah baik dan stabil.

3. Pemberian THR kepada kelompok pegawai dengan penghasilan tinggi  seperti penerbang (awak kokpit), pejabat struktural atau manajemen akan  diberikan apabila kondisi operasional penerbangan sudah normal dan  kondisi sudah sangat baik.

Meski demikian, perusahaan di lingkungan Lion Air Group belum  berpikir atau membuat kajian untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja  (PHK) terhadap pegawai/ karyawan. Pertimbangan utama ialah sebagai  keluarga besar yang terdapat didalamnya kurang lebih 29.000 karyawan  menggantungkan pada bisnis ini untuk keberlangsungan hidup.

Lion Air Group masih terus mempelajari situasi yang terjadi untuk  mempersiapkan strategi dan langkah yang akan diambil guna menjaga  kelangsungan hidup perusahaan termasuk meminimalisir (mengurangi) beban  yang ditanggung selama pandemi Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
