<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis KAI Terganggu karena Anjloknya Jumlah Penumpang, Bakal PHK 46.000 Karyawan?</title><description>Didiek Hartantyo buka-bukaan soal bisnis di industri perkeretaapian selama pandemi virus corona atau Covid-19.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217077/bisnis-kai-terganggu-karena-anjloknya-jumlah-penumpang-bakal-phk-46-000-karyawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217077/bisnis-kai-terganggu-karena-anjloknya-jumlah-penumpang-bakal-phk-46-000-karyawan"/><item><title>Bisnis KAI Terganggu karena Anjloknya Jumlah Penumpang, Bakal PHK 46.000 Karyawan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217077/bisnis-kai-terganggu-karena-anjloknya-jumlah-penumpang-bakal-phk-46-000-karyawan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217077/bisnis-kai-terganggu-karena-anjloknya-jumlah-penumpang-bakal-phk-46-000-karyawan</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2217077/bisnis-kai-terganggu-karena-anjloknya-jumlah-penumpang-bakal-phk-46-000-karyawan-CIKdjIp3uq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpang Kereta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2217077/bisnis-kai-terganggu-karena-anjloknya-jumlah-penumpang-bakal-phk-46-000-karyawan-CIKdjIp3uq.jpg</image><title>Penumpang Kereta (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartantyo buka-bukaan soal bisnis di industri perkeretaapian selama pandemi virus corona atau Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hindari PHK, Garuda Lebih Pilih Rumahkan Sementara 800 Karyawan&amp;nbsp;
Menurut Didiek, KAI mengalami penurunan pendapatan secara drastis seiring turunnya jumlah penumpang kereta. Turunnya jumlah penumpang KAI disebabkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus corona.

&quot;Penurunan (penumpang) sampai 93% sehingga sekarang ini volume penumpang hanya sekitar 7%, angkutan barang sampai akhir April turun 10% sekarang sudah mengalami penurunan 30%,&quot; kata Didiek dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kondisi Sulit, Lion Air Group Belum Rencana PHK 29.000 Karyawan&amp;nbsp;
Didiek menjelaskan, pada 2 Maret 2020 penumpang KAI masih sebanyak 1.274.000 penumpang. 2 Maret menjadi pengumuman pertama kasus virus corona di Indonesia oleh Presiden Jokowi. Kemudian, jumlah penumpang kereta berangsur turun setelah pemerintah mengumumkan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) untuk PNS.

&quot;Nah setelah 18 Maret itu volume penumpang langsung mengalami penurunan cukup drastis di mana Maret sampai Mei hariannya hariannya sekarang hanya mencapai sekitar 232.000 penumpang mayoritas adalah penumpang commuter line yang selama ini hariannya rata-rata sekitar 180.000-20.000. Sisanya penumpang angkutan lokal yang ada di beberapa daerah,&quot; kataya.

Meski mengalami penurunan pendapatan imbas penurunan jumlah penumpang, KAI memastikan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 46.000 pegawainya.

&quot;Kereta api tidak melakukan PHK sama sekali gaji tetap kita buat sesuai hak pegawai dengan jumlah 46.000 pegawai,&quot; ujarnya.

Saat ini KAI dalam mengoperasikan kereta, baik kereta jarak jauh maupun KRL tetap baik sesuai arahan pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19.

&quot;Dengan protokol yang kami lakukan ini tidak ada pegawai kereta api yang terimbas oleh Covid-19 ini. Jadi alhamdulillah dan kami mohon doa restunya moga-moga sampai nanti protokol ini kami terapkan dengan baik sehingga tidak ada pegawai kami yang terlibat Covid-19,&quot; katanya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Didiek Hartantyo buka-bukaan soal bisnis di industri perkeretaapian selama pandemi virus corona atau Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp;Hindari PHK, Garuda Lebih Pilih Rumahkan Sementara 800 Karyawan&amp;nbsp;
Menurut Didiek, KAI mengalami penurunan pendapatan secara drastis seiring turunnya jumlah penumpang kereta. Turunnya jumlah penumpang KAI disebabkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penyebaran virus corona.

&quot;Penurunan (penumpang) sampai 93% sehingga sekarang ini volume penumpang hanya sekitar 7%, angkutan barang sampai akhir April turun 10% sekarang sudah mengalami penurunan 30%,&quot; kata Didiek dalam telekonferensi, Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kondisi Sulit, Lion Air Group Belum Rencana PHK 29.000 Karyawan&amp;nbsp;
Didiek menjelaskan, pada 2 Maret 2020 penumpang KAI masih sebanyak 1.274.000 penumpang. 2 Maret menjadi pengumuman pertama kasus virus corona di Indonesia oleh Presiden Jokowi. Kemudian, jumlah penumpang kereta berangsur turun setelah pemerintah mengumumkan kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) untuk PNS.

&quot;Nah setelah 18 Maret itu volume penumpang langsung mengalami penurunan cukup drastis di mana Maret sampai Mei hariannya hariannya sekarang hanya mencapai sekitar 232.000 penumpang mayoritas adalah penumpang commuter line yang selama ini hariannya rata-rata sekitar 180.000-20.000. Sisanya penumpang angkutan lokal yang ada di beberapa daerah,&quot; kataya.

Meski mengalami penurunan pendapatan imbas penurunan jumlah penumpang, KAI memastikan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 46.000 pegawainya.

&quot;Kereta api tidak melakukan PHK sama sekali gaji tetap kita buat sesuai hak pegawai dengan jumlah 46.000 pegawai,&quot; ujarnya.

Saat ini KAI dalam mengoperasikan kereta, baik kereta jarak jauh maupun KRL tetap baik sesuai arahan pemerintah soal protokol kesehatan Covid-19.

&quot;Dengan protokol yang kami lakukan ini tidak ada pegawai kereta api yang terimbas oleh Covid-19 ini. Jadi alhamdulillah dan kami mohon doa restunya moga-moga sampai nanti protokol ini kami terapkan dengan baik sehingga tidak ada pegawai kami yang terlibat Covid-19,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
