<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir ke BUMN: Kurangi Capex yang Tidak Perlu   </title><description>PT PLN (Persero) sudah dipotong hampir Rp39 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217201/erick-thohir-ke-bumn-kurangi-capex-yang-tidak-perlu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217201/erick-thohir-ke-bumn-kurangi-capex-yang-tidak-perlu"/><item><title>Erick Thohir ke BUMN: Kurangi Capex yang Tidak Perlu   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217201/erick-thohir-ke-bumn-kurangi-capex-yang-tidak-perlu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217201/erick-thohir-ke-bumn-kurangi-capex-yang-tidak-perlu</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2217201/erick-thohir-ke-bumn-kurangi-capex-yang-tidak-perlu-5S9dbxojIt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2217201/erick-thohir-ke-bumn-kurangi-capex-yang-tidak-perlu-5S9dbxojIt.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik NEgara (BUMN) bakal memangkas belanja operasional perusahaan pelat merah. Hal ini untuk menjaga agar kondisi keuangan perusahaan BUMN bisa tetap terjaga.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sudah meminta sejumlah BUMN mengurangi belanja modal atau capital expenditure agar pengeluaran perseroan lebih efisien. Salah satu contohnya PT PLN (Persero) yang sudah dipotong hampir Rp39 triliun
&quot;Kurangi capex yang tidak perlu. Seperti kemarin PLN kita cut hampir Rp 39 triliun atau hal lain yang kita lakukan di perusahaan BUMN,&quot; ujarnya, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gandeng UMKM, 30 BUMN Garap Proyek Rp14 Miliar
Menurut Erick Thohir, pemerintah juga membantu dalam memberikan relaksasi pada utang-utang perusahaan milik negara. Pemberian insntif ini dengan membayarkan utang-utang dari BUMN yang terdampak corona.
&quot;Maka itu makasih atas dukungan Kemenkeu, banyak perusahaan BUMN utangnya dibayar karena utang ini sudah 3-4 tahun terjadi,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Instruksikan Bulog Cs Turun Tangan Stabilkan Harga Gula
Erick Thohir menambahkan, saat ini beberapa BUMN-BUMN terpaksa melakukan restrukturisasi utang akibat bisnisnya terdampak virus corona.Bahkan untuk menutupi kinerja keuangannya, beberapa perusahaan milik negara ini terpaksa menerbitkan surat utang global alias global bond.
&quot;Contohnya global bond Inalum sebagian besar kita gunakan untuk recycle bond sebelumnya yang bunganya lebih tinggi. Ini kita lakukan terus, selain memperpanjang kita juga cari bunga-bunga lebih murah dan ini kesempatan, kita sudah melakukan hampir USD3,5 miliar,&quot;jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik NEgara (BUMN) bakal memangkas belanja operasional perusahaan pelat merah. Hal ini untuk menjaga agar kondisi keuangan perusahaan BUMN bisa tetap terjaga.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sudah meminta sejumlah BUMN mengurangi belanja modal atau capital expenditure agar pengeluaran perseroan lebih efisien. Salah satu contohnya PT PLN (Persero) yang sudah dipotong hampir Rp39 triliun
&quot;Kurangi capex yang tidak perlu. Seperti kemarin PLN kita cut hampir Rp 39 triliun atau hal lain yang kita lakukan di perusahaan BUMN,&quot; ujarnya, Rabu (20/5/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gandeng UMKM, 30 BUMN Garap Proyek Rp14 Miliar
Menurut Erick Thohir, pemerintah juga membantu dalam memberikan relaksasi pada utang-utang perusahaan milik negara. Pemberian insntif ini dengan membayarkan utang-utang dari BUMN yang terdampak corona.
&quot;Maka itu makasih atas dukungan Kemenkeu, banyak perusahaan BUMN utangnya dibayar karena utang ini sudah 3-4 tahun terjadi,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Instruksikan Bulog Cs Turun Tangan Stabilkan Harga Gula
Erick Thohir menambahkan, saat ini beberapa BUMN-BUMN terpaksa melakukan restrukturisasi utang akibat bisnisnya terdampak virus corona.Bahkan untuk menutupi kinerja keuangannya, beberapa perusahaan milik negara ini terpaksa menerbitkan surat utang global alias global bond.
&quot;Contohnya global bond Inalum sebagian besar kita gunakan untuk recycle bond sebelumnya yang bunganya lebih tinggi. Ini kita lakukan terus, selain memperpanjang kita juga cari bunga-bunga lebih murah dan ini kesempatan, kita sudah melakukan hampir USD3,5 miliar,&quot;jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
