<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bappenas Blakblakan Alasan Rencana Pelonggaran PSBB</title><description>Pemerintah saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah untuk merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu dikurangi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217254/bappenas-blakblakan-alasan-rencana-pelonggaran-psbb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217254/bappenas-blakblakan-alasan-rencana-pelonggaran-psbb"/><item><title>Bappenas Blakblakan Alasan Rencana Pelonggaran PSBB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217254/bappenas-blakblakan-alasan-rencana-pelonggaran-psbb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/20/320/2217254/bappenas-blakblakan-alasan-rencana-pelonggaran-psbb</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2020 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2217254/bappenas-blakblakan-alasan-rencana-pelonggaran-psbb-RaPvLQqymv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penjagaan PSBB (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/20/320/2217254/bappenas-blakblakan-alasan-rencana-pelonggaran-psbb-RaPvLQqymv.jpeg</image><title>Penjagaan PSBB (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah untuk merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu dikurangi. Pasalnya, hal ini untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

Menurut Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Bambang Prijambodo, pelonggaran itu tidak akan mengesampingkan faktor kesehatan. Akan tetapi untuk kesejahteraan masyarakat yang patut diperhatikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Beda Krisis Akibat Covid-19 dengan 1998 Versi Erick Thohir
&quot;Jadi, ada masalah ekonomi juga. Bahkan tidak hanya ekonomi sebenarnya, tapi masalah lainnya juga. Seperti masalah kesejahteraan penghidupan rakyat penduduk yang ada,&quot; ujar dia, Rabu (20/5/2020).

Kemudian lanjut dia, apabila masalah ini tidak diselesaikan maka problemnya akan juga besar. &quot;Kalau satu bulan atau dua bulan tak kelihatan. Tapi jangka waktu lebih lama akan besar,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pulihkan Ekonomi dengan Subsidi Bunga hingga Penempatan Dana
Pihaknya mencontohkan Amerika Serikat (AS) yang dalam satu bulan mengalami lonjakan angka pengangguran, dari 7 juta pada Maret menjadi 23 juta pada April.

&quot;Memang negara harus total yang memberi dukungan penuh kepada penghidupan masyarakat. Di mana hal itu pada tingkat yang atas, sebab kami saya ikut di pembicaraan di dalamnya,&quot; jelas dia.

Dia juga memastikan pengurangan PSBB akan dilakukan dengan melihat perkembangan kasus positif virus Corona atau Covid-19. Apabila angkanya masih tinggi maka itu tidak akan dilakukan.

&quot;Kalau pandemi ini belum selesai dalam arti yang risikonya masih besar, kita tidak. Namun pertimbangan mengenai kegiatan masyarakat untuk kembali mendapatkan ekonomi ini perlu,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah untuk merelaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) perlu dikurangi. Pasalnya, hal ini untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

Menurut Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Bambang Prijambodo, pelonggaran itu tidak akan mengesampingkan faktor kesehatan. Akan tetapi untuk kesejahteraan masyarakat yang patut diperhatikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Beda Krisis Akibat Covid-19 dengan 1998 Versi Erick Thohir
&quot;Jadi, ada masalah ekonomi juga. Bahkan tidak hanya ekonomi sebenarnya, tapi masalah lainnya juga. Seperti masalah kesejahteraan penghidupan rakyat penduduk yang ada,&quot; ujar dia, Rabu (20/5/2020).

Kemudian lanjut dia, apabila masalah ini tidak diselesaikan maka problemnya akan juga besar. &quot;Kalau satu bulan atau dua bulan tak kelihatan. Tapi jangka waktu lebih lama akan besar,&quot; ungkap dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pulihkan Ekonomi dengan Subsidi Bunga hingga Penempatan Dana
Pihaknya mencontohkan Amerika Serikat (AS) yang dalam satu bulan mengalami lonjakan angka pengangguran, dari 7 juta pada Maret menjadi 23 juta pada April.

&quot;Memang negara harus total yang memberi dukungan penuh kepada penghidupan masyarakat. Di mana hal itu pada tingkat yang atas, sebab kami saya ikut di pembicaraan di dalamnya,&quot; jelas dia.

Dia juga memastikan pengurangan PSBB akan dilakukan dengan melihat perkembangan kasus positif virus Corona atau Covid-19. Apabila angkanya masih tinggi maka itu tidak akan dilakukan.

&quot;Kalau pandemi ini belum selesai dalam arti yang risikonya masih besar, kita tidak. Namun pertimbangan mengenai kegiatan masyarakat untuk kembali mendapatkan ekonomi ini perlu,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
