<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Pandemi Covid-19, Produksi Pabrik Gula Turun 80%</title><description>Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan proses produksi gula di Pabrik Kebon Agung Pakisaji Kabupaten Malang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/22/320/2217823/imbas-pandemi-covid-19-produksi-pabrik-gula-turun-80</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/22/320/2217823/imbas-pandemi-covid-19-produksi-pabrik-gula-turun-80"/><item><title>Imbas Pandemi Covid-19, Produksi Pabrik Gula Turun 80%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/22/320/2217823/imbas-pandemi-covid-19-produksi-pabrik-gula-turun-80</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/22/320/2217823/imbas-pandemi-covid-19-produksi-pabrik-gula-turun-80</guid><pubDate>Jum'at 22 Mei 2020 09:55 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/22/320/2217823/imbas-pandemi-covid-19-produksi-pabrik-gula-turun-80-5QKtns36MQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik Gula di Malang (Foto: Okezone.com/Avirista)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/22/320/2217823/imbas-pandemi-covid-19-produksi-pabrik-gula-turun-80-5QKtns36MQ.jpg</image><title>Pabrik Gula di Malang (Foto: Okezone.com/Avirista)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan proses produksi gula di Pabrik Kebon Agung Pakisaji Kabupaten Malang.
Direktur Utama (Dirut) PG Kebon Agung Hendri Setiaji mengakui ada sedikit penurunan hingga 80%, pada proses penggilingan tebu lantaran kedatangan truk kebun-kebun milik petani yang diatur.
&amp;ldquo;Insya Allah tidak banyak, kecuali sudah giling tebu, itu memang ada sedikit penurunan karena disitulah nanti antrian truk akan kita atur,&amp;rdquo; ujar Hendri ditemui okezone.com.
Baca juga: Erick Thohir Instruksikan Bulog Cs Turun Tangan Stabilkan Harga Gula
Menurutnya, penurunan terjadi lantaran adanya pengaturan pengiriman truk &amp;ndash; truk dari biasanya sehari bisa mencapai 1.200 unit, kini adanya pandemi corona ini dibatasi hingga turun sampai 80%&amp;ndash; 85%.
&amp;ldquo;Jadi kedatangan sopir truk atur. Kalau biasanya satu hari kita bisa 1.200 truk, karena lokasi kita terbatas dan kita patuhi protokol Covid maka nanti mungkin ada penurunan produksi sekitar 80%-85%,&amp;rdquo; tuturnya.
Namun terkait distribusi bahan baku tebu dari petani lanjut Hendri, belum ditemukan kendala. Mengingat dalam perjalanannya truk &amp;ndash; truk ini dibekali dengan surat jalan dan stiker penanda khusus, yang harus terus jalan meski adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan pembatasan fisik di sejumlah wilayah.
&amp;nbsp;Baca juga: Punya Banyak Pabrik, Mendag Heran Harga Gula di Malang Tinggi
&amp;ldquo;Untuk Covid mungkin kita atur, ya karena bagaimanapun ini penugasan bahwa produksi jalan terus untuk penuhi pasar, sehingga protokol covid harus kita perhatikan, jadi kita siapkan peralatan - peralatan antiseptik, tempat duduk, tunggu sopir berjarak, dan lain &amp;ndash; lain sudah siapkan,&amp;rdquo; bebernya.
Diharapkan dengan terus berjalannya proses produksi gula membuat target produksi terpenuhi. &amp;ldquo;Target produksi gula sekitar tahap satu 21 (ribu ton) dan tahap dua 25 (ribu ton), jadi total 46,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan proses produksi gula di Pabrik Kebon Agung Pakisaji Kabupaten Malang.
Direktur Utama (Dirut) PG Kebon Agung Hendri Setiaji mengakui ada sedikit penurunan hingga 80%, pada proses penggilingan tebu lantaran kedatangan truk kebun-kebun milik petani yang diatur.
&amp;ldquo;Insya Allah tidak banyak, kecuali sudah giling tebu, itu memang ada sedikit penurunan karena disitulah nanti antrian truk akan kita atur,&amp;rdquo; ujar Hendri ditemui okezone.com.
Baca juga: Erick Thohir Instruksikan Bulog Cs Turun Tangan Stabilkan Harga Gula
Menurutnya, penurunan terjadi lantaran adanya pengaturan pengiriman truk &amp;ndash; truk dari biasanya sehari bisa mencapai 1.200 unit, kini adanya pandemi corona ini dibatasi hingga turun sampai 80%&amp;ndash; 85%.
&amp;ldquo;Jadi kedatangan sopir truk atur. Kalau biasanya satu hari kita bisa 1.200 truk, karena lokasi kita terbatas dan kita patuhi protokol Covid maka nanti mungkin ada penurunan produksi sekitar 80%-85%,&amp;rdquo; tuturnya.
Namun terkait distribusi bahan baku tebu dari petani lanjut Hendri, belum ditemukan kendala. Mengingat dalam perjalanannya truk &amp;ndash; truk ini dibekali dengan surat jalan dan stiker penanda khusus, yang harus terus jalan meski adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan pembatasan fisik di sejumlah wilayah.
&amp;nbsp;Baca juga: Punya Banyak Pabrik, Mendag Heran Harga Gula di Malang Tinggi
&amp;ldquo;Untuk Covid mungkin kita atur, ya karena bagaimanapun ini penugasan bahwa produksi jalan terus untuk penuhi pasar, sehingga protokol covid harus kita perhatikan, jadi kita siapkan peralatan - peralatan antiseptik, tempat duduk, tunggu sopir berjarak, dan lain &amp;ndash; lain sudah siapkan,&amp;rdquo; bebernya.
Diharapkan dengan terus berjalannya proses produksi gula membuat target produksi terpenuhi. &amp;ldquo;Target produksi gula sekitar tahap satu 21 (ribu ton) dan tahap dua 25 (ribu ton), jadi total 46,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
