<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Mixed di Tengah Ketegangan AS dengan China</title><description>Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Jumat. Investor mengukur ketegangan antara China-AS</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/278/2218372/wall-street-mixed-di-tengah-ketegangan-as-dengan-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/278/2218372/wall-street-mixed-di-tengah-ketegangan-as-dengan-china"/><item><title>Wall Street Mixed di Tengah Ketegangan AS dengan China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/278/2218372/wall-street-mixed-di-tengah-ketegangan-as-dengan-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/278/2218372/wall-street-mixed-di-tengah-ketegangan-as-dengan-china</guid><pubDate>Sabtu 23 Mei 2020 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/23/278/2218372/wall-street-mixed-di-tengah-ketegangan-as-dengan-china-7AYvjg7TsC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS dan China Kembali Bersitegang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/23/278/2218372/wall-street-mixed-di-tengah-ketegangan-as-dengan-china-7AYvjg7TsC.jpg</image><title>AS dan China Kembali Bersitegang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Jumat. Investor mengukur ketegangan antara China-AS di tengah ketidakpastian tentang laju pemulihan ekonomi dari virus corona.
Dow Jones Industrial Average turun 0,04%  berakhir pada level 24.465,16 poin, sementara S&amp;amp;P 500 naik 0,24% menjadi 2.955,45. Nasdaq Composite naik 0,43% menjadi 9.332,59.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Imbas Memanasnya Hubungan AS-China
Di akhir sesi, saham naik tipis setelah Departemen Perdagangan AS menambahkan 33 perusahaan China dan institusi lain ke daftar hitam ekonomi untuk pelanggaran hak asasi manusia dan mengatasi masalah keamanan nasional A.S.
Sikap Washington dan Beijing tersebut menurunkan  Wall Street setelah menguat dalam beberapa waktu di tengah pandemi.  Meskipun tiga indeks utama masih  naik sekitar 3% untuk minggu ini, didorong oleh optimisme tentang vaksin coronavirus akhirnya dan pelonggaran pembatasan terkait virus.
Baca Juga: Vaksin Corona Made in Moderna Diragukan, Wall Street Anjlok
&amp;ldquo;Kami masih berpikir kekhawatiran Covid-19 ada di kursi utama, tetapi kami dapat melihat hubungan AS-China kembali ke kursi depan,&amp;rdquo; kata Kepala Investasi US Wealth Management Bank AS Eric Freedman, dilansir dari Reuters, Sabtu (23/5/2020).
Bursa saham AS akan ditutup pada Senin untuk liburan Hari Peringatan. Indeks Nasdaq turun sekitar 5% dari rekor  19 Februari, terbantu dalam beberapa pekan terakhir oleh kenaikan di Microsoft, Amazon dan perusahaan kelas berat lainnya yang alami penurunan ekonomi  lebih kuat.
Untuk minggu ini, Dow menambahkan 3,3%, S&amp;amp;P 500 naik 3,2%, dan  Nasdaq naik 3,4%. PenghasilanWalmart Inc, Best Buy Co Inc dan Home Depot  Inc awal pekan ini menunjukkan belanja online mendapatkan traksi selama  upaya pencegahan virus.
Pada hari Jumat, raksasa e-commerce China Alibaba Group melaporkan  laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, tetapi sahamnya anjlok  hampir 6%. Saham Pinduoduo Inc melonjak lebih dari 14% setelah  perusahaan membukukan hasil optimis.</description><content:encoded>NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Jumat. Investor mengukur ketegangan antara China-AS di tengah ketidakpastian tentang laju pemulihan ekonomi dari virus corona.
Dow Jones Industrial Average turun 0,04%  berakhir pada level 24.465,16 poin, sementara S&amp;amp;P 500 naik 0,24% menjadi 2.955,45. Nasdaq Composite naik 0,43% menjadi 9.332,59.
Baca Juga: Wall Street Anjlok Imbas Memanasnya Hubungan AS-China
Di akhir sesi, saham naik tipis setelah Departemen Perdagangan AS menambahkan 33 perusahaan China dan institusi lain ke daftar hitam ekonomi untuk pelanggaran hak asasi manusia dan mengatasi masalah keamanan nasional A.S.
Sikap Washington dan Beijing tersebut menurunkan  Wall Street setelah menguat dalam beberapa waktu di tengah pandemi.  Meskipun tiga indeks utama masih  naik sekitar 3% untuk minggu ini, didorong oleh optimisme tentang vaksin coronavirus akhirnya dan pelonggaran pembatasan terkait virus.
Baca Juga: Vaksin Corona Made in Moderna Diragukan, Wall Street Anjlok
&amp;ldquo;Kami masih berpikir kekhawatiran Covid-19 ada di kursi utama, tetapi kami dapat melihat hubungan AS-China kembali ke kursi depan,&amp;rdquo; kata Kepala Investasi US Wealth Management Bank AS Eric Freedman, dilansir dari Reuters, Sabtu (23/5/2020).
Bursa saham AS akan ditutup pada Senin untuk liburan Hari Peringatan. Indeks Nasdaq turun sekitar 5% dari rekor  19 Februari, terbantu dalam beberapa pekan terakhir oleh kenaikan di Microsoft, Amazon dan perusahaan kelas berat lainnya yang alami penurunan ekonomi  lebih kuat.
Untuk minggu ini, Dow menambahkan 3,3%, S&amp;amp;P 500 naik 3,2%, dan  Nasdaq naik 3,4%. PenghasilanWalmart Inc, Best Buy Co Inc dan Home Depot  Inc awal pekan ini menunjukkan belanja online mendapatkan traksi selama  upaya pencegahan virus.
Pada hari Jumat, raksasa e-commerce China Alibaba Group melaporkan  laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, tetapi sahamnya anjlok  hampir 6%. Saham Pinduoduo Inc melonjak lebih dari 14% setelah  perusahaan membukukan hasil optimis.</content:encoded></item></channel></rss>
