<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Abaikan Physical Distancing, H-1 Lebaran Pasar Kian Ramai</title><description>Tak ada petugas yang mengimbau ketertiban masyarakat agar melakukan physical distancing</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218444/abaikan-physical-distancing-h-1-lebaran-pasar-kian-ramai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218444/abaikan-physical-distancing-h-1-lebaran-pasar-kian-ramai"/><item><title>Abaikan Physical Distancing, H-1 Lebaran Pasar Kian Ramai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218444/abaikan-physical-distancing-h-1-lebaran-pasar-kian-ramai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218444/abaikan-physical-distancing-h-1-lebaran-pasar-kian-ramai</guid><pubDate>Sabtu 23 Mei 2020 11:00 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/23/320/2218444/abaikan-physical-distancing-h-1-lebaran-pasar-kian-ramai-qfyFTFoMwi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepadatan Pasar Jelang Lebaran. (Foto: Okezone.com/Wilda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/23/320/2218444/abaikan-physical-distancing-h-1-lebaran-pasar-kian-ramai-qfyFTFoMwi.jpg</image><title>Kepadatan Pasar Jelang Lebaran. (Foto: Okezone.com/Wilda)</title></images><description>JAKARTA - Pasar Kebayoran Lama dipadati pembeli. Hingga H-1 Lebaran, lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Kebayoran Lama masih dipadati kendaraan maupun masyarakat yang berlalu lalang.
Saking padatnya, upaya physical distancing dalam rangka pencegahan virus corona tidak berlaku di tempat ini. Tak ada petugas yang mengimbau ketertiban masyarakat agar melakukan physical distancing.
Walaupun rata-rata pengunjung mengenakan masker, tetapi tidak ada perlindungan diri lebih setelahnya. Seperti sedikitnya pengunjung yang mengenakan sarung tangan ataupun menggunakan hand sanitiser. Juga tidak ada pengecekan suhu tubuh seperti yang berlaku di pasar modern.
Baca Juga: Diburu untuk Opor dan Rendang Lebaran, Harga Kelapa Parut Naik Jadi Rp30.000
Kedatangan masyarakat ke Pasar Kebayoran Lama karena berburu bahan pangan. Seperti diketahui, di Indonesia  perayaan Lebaran identik dengan pembuatan ketupat, sayur, opur hingga rendang.
Berdasarkan pantauan Okezone, Sabtu (23/5/2020), pengunjung berdesak-desakan memburu barang yang menjadi kebutuhannya untuk dibeli. Hal ini seakan membuat mereka lupa bahwa Indonesia sedang dilanda wabah virus corona.
Baca Juga: Banyak Pengendara Paksakan Mudik, Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi H-1 Lebaran
Salah satu pengunjung bernama Lastri mengatakan, sejujurnya tak begitu mengkhawatirkan virus yang berasal dari Wuhan tersebut. Da mengatakan, jika hanya berdiam diri di rumah tentu hidup akan menjadi lebih sulit.
&quot;Ya abisan gimana, kalau diam doang di rumah malah enggak bisa makan. Malah makin susah hidup ini,&quot; paparnya.Dia mengutarakan maksud kedatangannya ke Pasar Kebayoran Lama adalah  untuk membeli sayur mayur. Lastri mengatakan, tidak begitu memikirkan  tradisi Indonesia yang suka memasak ketupat saat lebaran.
&quot;Tahun ini saya enggak bikin ketupat. Saya ke pasar ya karena ingin  belanja, ingin masak. Saya juga enggak bikin apa-apa buat lebaran. Ini  murni emang pengen masak buat makan hari ini,&quot; jelasnya.
&quot;Lagian tahun ini katanya kan enggak boleh salam-salaman, paling juga  enggak ada tamu. Jadi ya saya enggak usah repot-repot masak buat  persiapan lebaran,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar Kebayoran Lama dipadati pembeli. Hingga H-1 Lebaran, lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Kebayoran Lama masih dipadati kendaraan maupun masyarakat yang berlalu lalang.
Saking padatnya, upaya physical distancing dalam rangka pencegahan virus corona tidak berlaku di tempat ini. Tak ada petugas yang mengimbau ketertiban masyarakat agar melakukan physical distancing.
Walaupun rata-rata pengunjung mengenakan masker, tetapi tidak ada perlindungan diri lebih setelahnya. Seperti sedikitnya pengunjung yang mengenakan sarung tangan ataupun menggunakan hand sanitiser. Juga tidak ada pengecekan suhu tubuh seperti yang berlaku di pasar modern.
Baca Juga: Diburu untuk Opor dan Rendang Lebaran, Harga Kelapa Parut Naik Jadi Rp30.000
Kedatangan masyarakat ke Pasar Kebayoran Lama karena berburu bahan pangan. Seperti diketahui, di Indonesia  perayaan Lebaran identik dengan pembuatan ketupat, sayur, opur hingga rendang.
Berdasarkan pantauan Okezone, Sabtu (23/5/2020), pengunjung berdesak-desakan memburu barang yang menjadi kebutuhannya untuk dibeli. Hal ini seakan membuat mereka lupa bahwa Indonesia sedang dilanda wabah virus corona.
Baca Juga: Banyak Pengendara Paksakan Mudik, Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi H-1 Lebaran
Salah satu pengunjung bernama Lastri mengatakan, sejujurnya tak begitu mengkhawatirkan virus yang berasal dari Wuhan tersebut. Da mengatakan, jika hanya berdiam diri di rumah tentu hidup akan menjadi lebih sulit.
&quot;Ya abisan gimana, kalau diam doang di rumah malah enggak bisa makan. Malah makin susah hidup ini,&quot; paparnya.Dia mengutarakan maksud kedatangannya ke Pasar Kebayoran Lama adalah  untuk membeli sayur mayur. Lastri mengatakan, tidak begitu memikirkan  tradisi Indonesia yang suka memasak ketupat saat lebaran.
&quot;Tahun ini saya enggak bikin ketupat. Saya ke pasar ya karena ingin  belanja, ingin masak. Saya juga enggak bikin apa-apa buat lebaran. Ini  murni emang pengen masak buat makan hari ini,&quot; jelasnya.
&quot;Lagian tahun ini katanya kan enggak boleh salam-salaman, paling juga  enggak ada tamu. Jadi ya saya enggak usah repot-repot masak buat  persiapan lebaran,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
