<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penggunaan Dana Desa untuk Covid-19 Masih Sedikit</title><description>Realokasi dana desa untuk penanganan virus corona sebagian sudah digunakan. Kementerian Desa</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218473/penggunaan-dana-desa-untuk-covid-19-masih-sedikit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218473/penggunaan-dana-desa-untuk-covid-19-masih-sedikit"/><item><title>Penggunaan Dana Desa untuk Covid-19 Masih Sedikit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218473/penggunaan-dana-desa-untuk-covid-19-masih-sedikit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/23/320/2218473/penggunaan-dana-desa-untuk-covid-19-masih-sedikit</guid><pubDate>Sabtu 23 Mei 2020 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/23/320/2218473/penggunaan-dana-desa-untuk-covid-19-masih-sedikit-GZgpwuM3Ss.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/23/320/2218473/penggunaan-dana-desa-untuk-covid-19-masih-sedikit-GZgpwuM3Ss.jpg</image><title>Pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Realokasi dana desa untuk penanganan virus corona sebagian sudah digunakan. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) mencatat dana desa yang sudah dipakai untuk tanggap Covid-19 mencapai Rp2,59 triliun.
&amp;rdquo;Ini relatif kecil dengan jumlah desa 74.953,&amp;rdquo; kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dikutip dari Setkab, Sabtu (23/5/2020).
Baca Juga: Mendes: Ada 19.981 Desa yang Belum Salurkan BLT Dana Desa
Meski demikian, Abdul Halim yakin penanganan Covid-19 akan lebih bagus lagi nantinya.
&amp;rdquo;Misalnya nanti, Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah yang kondusif, konstruktif kemudian langkah pemulihan akan sangat bagus jika difokuskan di desa,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Mendes PDTT Sebut 17.259 Daerah Sudah Salurkan BLT Dana Desa
Sampai saat ini, jumlah relawan desa tanggap Covid-19 ini sudah mencapai 1.743.343 orang.
&amp;rdquo;Jika penanganan pandemi Covid-19 difokuskan di desa dengan penguatan Physicall Distancing kemudian ketahanan imunitas dan New Normal maka diyakini bakal berdampak signifikan terhadap penyelesaian Covid-19 di tingkat nasional,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Realokasi dana desa untuk penanganan virus corona sebagian sudah digunakan. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) mencatat dana desa yang sudah dipakai untuk tanggap Covid-19 mencapai Rp2,59 triliun.
&amp;rdquo;Ini relatif kecil dengan jumlah desa 74.953,&amp;rdquo; kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, dikutip dari Setkab, Sabtu (23/5/2020).
Baca Juga: Mendes: Ada 19.981 Desa yang Belum Salurkan BLT Dana Desa
Meski demikian, Abdul Halim yakin penanganan Covid-19 akan lebih bagus lagi nantinya.
&amp;rdquo;Misalnya nanti, Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah yang kondusif, konstruktif kemudian langkah pemulihan akan sangat bagus jika difokuskan di desa,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Mendes PDTT Sebut 17.259 Daerah Sudah Salurkan BLT Dana Desa
Sampai saat ini, jumlah relawan desa tanggap Covid-19 ini sudah mencapai 1.743.343 orang.
&amp;rdquo;Jika penanganan pandemi Covid-19 difokuskan di desa dengan penguatan Physicall Distancing kemudian ketahanan imunitas dan New Normal maka diyakini bakal berdampak signifikan terhadap penyelesaian Covid-19 di tingkat nasional,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
