<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Resesi di Depan Mata, Ekonomi Singapura Diprediksi Minus 7% Tahun Ini</title><description>Singapura kembali memangkas target pertumbuhan ekonominya tahun ini imbas pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219631/resesi-di-depan-mata-ekonomi-singapura-diprediksi-minus-7-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219631/resesi-di-depan-mata-ekonomi-singapura-diprediksi-minus-7-tahun-ini"/><item><title>   Resesi di Depan Mata, Ekonomi Singapura Diprediksi Minus 7% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219631/resesi-di-depan-mata-ekonomi-singapura-diprediksi-minus-7-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219631/resesi-di-depan-mata-ekonomi-singapura-diprediksi-minus-7-tahun-ini</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2020 10:56 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/26/320/2219631/resesi-di-depan-mata-ekonomi-singapura-diprediksi-minus-7-tahun-ini-gc8EM5q3Ur.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Foto Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/26/320/2219631/resesi-di-depan-mata-ekonomi-singapura-diprediksi-minus-7-tahun-ini-gc8EM5q3Ur.jpg</image><title>Ilustrasi: Foto Shutterstock</title></images><description> 
JAKARTA - Singapura kembali memangkas target pertumbuhan ekonominya tahun ini imbas pandemi virus corona. Setelah sebelumnya pada kuartal I, ekonomi Singapura mengalami kontraksi.

Pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura mengalami kontraksi dengan minus 4,7%. Jauh lebih baik dari proyeksi kontraksi sebelumnya -7,4%.

Menurut Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, ekonomi Singapura diprediksi akan minus 4,0% hingga 7,0% tahun ini atau mengalami resesi (kemerosotan ekonomi). Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Baca Juga: Imbas Virus Corona, Resesi Ekonomi Hantui Singapura
Penurunan target pertumbuhan ekonomi Singapura tahun ini sudah ketiga kalinya. Sebelumnya, Singapura telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi -1% hingga - 4%.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan bahwa sejak mengumumkan perkiraan ekonomi terakhirnya di bulan Maret, gangguan terhadap aktivitas ekonomi di negara-negara besar di dunia lebih parah dari yang diperkirakan.

Kebijakan lockdown yang bertujuan untuk memutus rantai virus corona telah merusak aktivitas ekonomi di negara-negara besar seperti AS, Eropa dan China. Kelemahan seperti itu akan terus berlanjut bahkan setelah negara-negara membatalkan langkah-langkah penahanan tersebut mengingat gelombang infeksi lebih lanjut dapat muncul, kata kementerian tersebut.
Baca Juga: Singapura Siapkan Rp55 Triliun untuk Selamatkan UKM Imbas Virus Korona
Untuk Singapura, sektor-sektor berorientasi luar seperti manufaktur, perdagangan grosir, dan transportasi dan penyimpanan akan terpukul, sementara banyak perusahaan yang menghadapi konsumen dalam layanan ritel dan makanan telah menderita sebagai akibat dari langkah-langkah penahanan di dalam negeri, tambah kementerian.

&quot;Terlepas dari penurunan peringkat, masih ada tingkat ketidakpastian yang signifikan atas panjang dan parahnya wabah Covid-19, serta lintasan pemulihan ekonomi, baik di ekonomi global dan Singapura,&quot; kata kementerian tersebut.
Penurunan perkiraan ekonomi terjadi ketika ekonomi Asia Tenggara  mencatat kontraksi 0,7% pada kuartal pertama dari tahun lalu, kata  kementerian itu. Itu lebih baik daripada perkiraan awal resmi penurunan  -2,2% dalam PDB dan perkiraan kontraksi -1,5% oleh analis dalam jajak  pendapat Reuters.

Pemerintah Singapura memberlakukan lockdown sebagian untuk pemutus  penyebaran virus corona pada awal April yang mencakup penutupan  sementara sekolah dan sebagian besar tempat kerja. Langkah-langkah  diatur secara bertahap akan digulirkan kembali bulan depan.

Pemerintah Singapura pun telah mengumumkan tiga paket stimulus dan memperpanjang beberapa langkah dukungan untuk bisnis.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Singapura kembali memangkas target pertumbuhan ekonominya tahun ini imbas pandemi virus corona. Setelah sebelumnya pada kuartal I, ekonomi Singapura mengalami kontraksi.

Pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura mengalami kontraksi dengan minus 4,7%. Jauh lebih baik dari proyeksi kontraksi sebelumnya -7,4%.

Menurut Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, ekonomi Singapura diprediksi akan minus 4,0% hingga 7,0% tahun ini atau mengalami resesi (kemerosotan ekonomi). Demikian seperti dilansir CNBC, Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Baca Juga: Imbas Virus Corona, Resesi Ekonomi Hantui Singapura
Penurunan target pertumbuhan ekonomi Singapura tahun ini sudah ketiga kalinya. Sebelumnya, Singapura telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi -1% hingga - 4%.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengatakan bahwa sejak mengumumkan perkiraan ekonomi terakhirnya di bulan Maret, gangguan terhadap aktivitas ekonomi di negara-negara besar di dunia lebih parah dari yang diperkirakan.

Kebijakan lockdown yang bertujuan untuk memutus rantai virus corona telah merusak aktivitas ekonomi di negara-negara besar seperti AS, Eropa dan China. Kelemahan seperti itu akan terus berlanjut bahkan setelah negara-negara membatalkan langkah-langkah penahanan tersebut mengingat gelombang infeksi lebih lanjut dapat muncul, kata kementerian tersebut.
Baca Juga: Singapura Siapkan Rp55 Triliun untuk Selamatkan UKM Imbas Virus Korona
Untuk Singapura, sektor-sektor berorientasi luar seperti manufaktur, perdagangan grosir, dan transportasi dan penyimpanan akan terpukul, sementara banyak perusahaan yang menghadapi konsumen dalam layanan ritel dan makanan telah menderita sebagai akibat dari langkah-langkah penahanan di dalam negeri, tambah kementerian.

&quot;Terlepas dari penurunan peringkat, masih ada tingkat ketidakpastian yang signifikan atas panjang dan parahnya wabah Covid-19, serta lintasan pemulihan ekonomi, baik di ekonomi global dan Singapura,&quot; kata kementerian tersebut.
Penurunan perkiraan ekonomi terjadi ketika ekonomi Asia Tenggara  mencatat kontraksi 0,7% pada kuartal pertama dari tahun lalu, kata  kementerian itu. Itu lebih baik daripada perkiraan awal resmi penurunan  -2,2% dalam PDB dan perkiraan kontraksi -1,5% oleh analis dalam jajak  pendapat Reuters.

Pemerintah Singapura memberlakukan lockdown sebagian untuk pemutus  penyebaran virus corona pada awal April yang mencakup penutupan  sementara sekolah dan sebagian besar tempat kerja. Langkah-langkah  diatur secara bertahap akan digulirkan kembali bulan depan.

Pemerintah Singapura pun telah mengumumkan tiga paket stimulus dan memperpanjang beberapa langkah dukungan untuk bisnis.</content:encoded></item></channel></rss>
