<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>YLKI Minta Pemerintah Selesaikan Masalah Covid-19, Baru Ekonomi</title><description>Tulus Abadi menginginkan pemerintah untuk menyelesaikan penularan virus corona atau Covid-19 terlebih dahulu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219827/ylki-minta-pemerintah-selesaikan-masalah-covid-19-baru-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219827/ylki-minta-pemerintah-selesaikan-masalah-covid-19-baru-ekonomi"/><item><title>YLKI Minta Pemerintah Selesaikan Masalah Covid-19, Baru Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219827/ylki-minta-pemerintah-selesaikan-masalah-covid-19-baru-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219827/ylki-minta-pemerintah-selesaikan-masalah-covid-19-baru-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2020 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/26/320/2219827/ylki-minta-pemerintah-selesaikan-masalah-covid-19-baru-ekonomi-fLci3OArqC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/26/320/2219827/ylki-minta-pemerintah-selesaikan-masalah-covid-19-baru-ekonomi-fLci3OArqC.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menginginkan pemerintah untuk menyelesaikan penularan virus corona atau Covid-19 terlebih dahulu sebelum kembali menggerakkan roda perekonomian. Misalnya dengan rencana pembukaan mal pada 5 Juni 2020.
Menurutnya, apabila pembukaan mal dilakukan sebelum masalah pandemi ini selesai maka hanya akan menimbulkan klaster penularan baru.
Baca Juga: Tahap Pertama New Normal: Mal Dibuka 5 Juni, Pengunjung Hanya Diizinkan 500 Orang
&quot;Jadi, pemerintah harus mengutamakan pengendalian Covid-19. Selesaikan dulu masalah Covid baru masalah ekonomi, tidak usah terbalik,&quot; ujar dia pada telekonferensi, Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Dia menjelaskan, kebijakan pembukaan mal merupakan langkah yang terlalu dini di tengah korban penularan yang terus naik bahkan mencapai ratusan dalam sehari.
&quot;Saya menilai pembukaan mal juga tidak bisa dijamin para tenant akan mengikuti arahan protokol kesehatan seperti yang diinginkan pemerintah,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Akan Kembali Buka Mal, Presiden Jokowi: Tetap Produktif tapi Aman Covid-19
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak skenario pemerintah membuka kembali pusat perbelanjaan atau mal di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum reda. Rencana itu, dinilai sebagai suatu kebijakan yang terlalu dini dan gegabah.
&quot;Rencana pembukaan mal di Indonesia khususnya di Jakarta pada 5 Juni yang akan datang, saya kira ini sebuah kebijkan yang terlalu dini. Bahkan terlalu gegabah, sehingga kami (YLKI), menolak pembukaan mal pada tanggal tersebut,&quot; ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menginginkan pemerintah untuk menyelesaikan penularan virus corona atau Covid-19 terlebih dahulu sebelum kembali menggerakkan roda perekonomian. Misalnya dengan rencana pembukaan mal pada 5 Juni 2020.
Menurutnya, apabila pembukaan mal dilakukan sebelum masalah pandemi ini selesai maka hanya akan menimbulkan klaster penularan baru.
Baca Juga: Tahap Pertama New Normal: Mal Dibuka 5 Juni, Pengunjung Hanya Diizinkan 500 Orang
&quot;Jadi, pemerintah harus mengutamakan pengendalian Covid-19. Selesaikan dulu masalah Covid baru masalah ekonomi, tidak usah terbalik,&quot; ujar dia pada telekonferensi, Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Dia menjelaskan, kebijakan pembukaan mal merupakan langkah yang terlalu dini di tengah korban penularan yang terus naik bahkan mencapai ratusan dalam sehari.
&quot;Saya menilai pembukaan mal juga tidak bisa dijamin para tenant akan mengikuti arahan protokol kesehatan seperti yang diinginkan pemerintah,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Akan Kembali Buka Mal, Presiden Jokowi: Tetap Produktif tapi Aman Covid-19
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak skenario pemerintah membuka kembali pusat perbelanjaan atau mal di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum reda. Rencana itu, dinilai sebagai suatu kebijakan yang terlalu dini dan gegabah.
&quot;Rencana pembukaan mal di Indonesia khususnya di Jakarta pada 5 Juni yang akan datang, saya kira ini sebuah kebijkan yang terlalu dini. Bahkan terlalu gegabah, sehingga kami (YLKI), menolak pembukaan mal pada tanggal tersebut,&quot; ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.</content:encoded></item></channel></rss>
