<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mal Akan Dibuka Kembali, Pakar Sebut Jaga Jarak 1,5 Meter Sudah Tak Relevan</title><description>Australia telah membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan hingga restoran dan kafe.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220268/mal-akan-dibuka-kembali-pakar-sebut-jaga-jarak-1-5-meter-sudah-tak-relevan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220268/mal-akan-dibuka-kembali-pakar-sebut-jaga-jarak-1-5-meter-sudah-tak-relevan"/><item><title>Mal Akan Dibuka Kembali, Pakar Sebut Jaga Jarak 1,5 Meter Sudah Tak Relevan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220268/mal-akan-dibuka-kembali-pakar-sebut-jaga-jarak-1-5-meter-sudah-tak-relevan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220268/mal-akan-dibuka-kembali-pakar-sebut-jaga-jarak-1-5-meter-sudah-tak-relevan</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2020 18:09 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/27/320/2220268/mal-akan-dibuka-kembali-pakar-sebut-jaga-jarak-1-5-meter-sudah-tak-relevan-IgeUSyAD50.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ritel (reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/27/320/2220268/mal-akan-dibuka-kembali-pakar-sebut-jaga-jarak-1-5-meter-sudah-tak-relevan-IgeUSyAD50.jpg</image><title>Ritel (reuters)</title></images><description>JAKARTA - Australia telah membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan hingga restoran dan kafe. Namun, implementasinya masih perlu banyak yang diperbaiki, terutama social distancing.

Pakar epidemiologi Profesor Mary-Louise McLaws mengatakan sangat sulit untuk mempraktekkan jarak sosial di pusat-pusat perbelanjaan yang sibuk.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mal di Indonesia Buka 5 Juni, Intip Pelaksanaan di Australia
Artinya, virus akan lebih mudah menyebar di sini. &quot;Kita belum lama mempraktekkan jarak sosial yang aman, sehingga belum menjadi norma sosial,&quot; kata pakar dari University of New South Wales ini mengutip ABC.net, Jakarta, Rabu (27/6/2020).

Menurut dia, aturan menjaga jarak 1,5 meter dari orang lain itu didasarkan pada pendapat lama. Sehingga jarak 2 hingga 3 meter sebenarnya lebih aman.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Mal Tidak Dibuka, Bisnis Ritel Akan Kolaps
Prof McLaws menjelaskan, penelitian terbaru menunjukkan bila ada angin - yang dapat dihasilkan ketika seseorang berbicara lebih keras, tertawa atau berlari - maka partikel virus dapat menyebar hingga 4 meter.</description><content:encoded>JAKARTA - Australia telah membuka kembali pusat-pusat perbelanjaan hingga restoran dan kafe. Namun, implementasinya masih perlu banyak yang diperbaiki, terutama social distancing.

Pakar epidemiologi Profesor Mary-Louise McLaws mengatakan sangat sulit untuk mempraktekkan jarak sosial di pusat-pusat perbelanjaan yang sibuk.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mal di Indonesia Buka 5 Juni, Intip Pelaksanaan di Australia
Artinya, virus akan lebih mudah menyebar di sini. &quot;Kita belum lama mempraktekkan jarak sosial yang aman, sehingga belum menjadi norma sosial,&quot; kata pakar dari University of New South Wales ini mengutip ABC.net, Jakarta, Rabu (27/6/2020).

Menurut dia, aturan menjaga jarak 1,5 meter dari orang lain itu didasarkan pada pendapat lama. Sehingga jarak 2 hingga 3 meter sebenarnya lebih aman.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Mal Tidak Dibuka, Bisnis Ritel Akan Kolaps
Prof McLaws menjelaskan, penelitian terbaru menunjukkan bila ada angin - yang dapat dihasilkan ketika seseorang berbicara lebih keras, tertawa atau berlari - maka partikel virus dapat menyebar hingga 4 meter.</content:encoded></item></channel></rss>
