<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Driver Ojol Turun hingga 90% akibat Corona</title><description>Pandemi Covid-19 telah memukul semua lini kehidupan dan kegiatan masyarakat Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220427/pendapatan-driver-ojol-turun-hingga-90-akibat-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220427/pendapatan-driver-ojol-turun-hingga-90-akibat-corona"/><item><title>Pendapatan Driver Ojol Turun hingga 90% akibat Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220427/pendapatan-driver-ojol-turun-hingga-90-akibat-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/27/320/2220427/pendapatan-driver-ojol-turun-hingga-90-akibat-corona</guid><pubDate>Rabu 27 Mei 2020 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/27/320/2220427/pendapatan-driver-ojol-turun-hingga-90-akibat-corona-5bhIMUGYiz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ojek Online (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/27/320/2220427/pendapatan-driver-ojol-turun-hingga-90-akibat-corona-5bhIMUGYiz.jpg</image><title>Ojek Online (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah memukul semua lini kehidupan dan kegiatan masyarakat Indonesia, termasuk juga pada profesi ojek online (ojol).

Menurut data Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Jakarta, Rabu (27/5/2020), pendapatan pengemudi ojol pun menurun sangat signifikan drastis hingga turun 70%-90%.
Baca Juga: Sebelum Ada Vaksin Corona, Menko Airlangga: Kita Siapkan New Normal
Sebelumnya, pendapatan ojol menurun drastis gegara adanya wabah virus corona ini. Terlebih, setelah pemerintah membuat kebijakan physical distancing atau pembatasan sosial guna memutus penyebaran virus corona yang membuat hampir seluruh masyarakat mengunci diri di rumahnya masing-masing.

Iwan (43), salah seorang Ojol di daerah Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, mengaku omzet pendapatannya saat ini, menurun hampir 80%.
Baca Juga: New Normal, Apple Buka Kembali 100 Toko
Biasanya, Iwan bisa mengantongi kisaran Rp100.000 hingga Rp200.000 setiap harinya. Saat ini, paling besar Iwan hanya bisa mendapatkan Rp50.000.

&quot;Ya paling banter Rp50 ribu. Itu juga kan dari go-food. Jarang (pemasukan) kalau dari penumpang sekarang-sekarang mah,&quot; ujar Iwan belum lama ini.

Iwan bercerita, saat ini, sesama Ojol harus saling rebutan pesanan. Sebab, kebanyakan pesanan saat ini hanya berupa pemesanan makanan ataupun mengantar barang.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah memukul semua lini kehidupan dan kegiatan masyarakat Indonesia, termasuk juga pada profesi ojek online (ojol).

Menurut data Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Jakarta, Rabu (27/5/2020), pendapatan pengemudi ojol pun menurun sangat signifikan drastis hingga turun 70%-90%.
Baca Juga: Sebelum Ada Vaksin Corona, Menko Airlangga: Kita Siapkan New Normal
Sebelumnya, pendapatan ojol menurun drastis gegara adanya wabah virus corona ini. Terlebih, setelah pemerintah membuat kebijakan physical distancing atau pembatasan sosial guna memutus penyebaran virus corona yang membuat hampir seluruh masyarakat mengunci diri di rumahnya masing-masing.

Iwan (43), salah seorang Ojol di daerah Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, mengaku omzet pendapatannya saat ini, menurun hampir 80%.
Baca Juga: New Normal, Apple Buka Kembali 100 Toko
Biasanya, Iwan bisa mengantongi kisaran Rp100.000 hingga Rp200.000 setiap harinya. Saat ini, paling besar Iwan hanya bisa mendapatkan Rp50.000.

&quot;Ya paling banter Rp50 ribu. Itu juga kan dari go-food. Jarang (pemasukan) kalau dari penumpang sekarang-sekarang mah,&quot; ujar Iwan belum lama ini.

Iwan bercerita, saat ini, sesama Ojol harus saling rebutan pesanan. Sebab, kebanyakan pesanan saat ini hanya berupa pemesanan makanan ataupun mengantar barang.
</content:encoded></item></channel></rss>
