<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Ramadhan Diprediksi Rendah, BI: Pendapatan dan Permintaan Masyarakat Turun</title><description>Hasil pemantauan Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi hingga minggu ke-4 bulan Mei 2020 mencapai 0,09%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/28/320/2220957/inflasi-ramadhan-diprediksi-rendah-bi-pendapatan-dan-permintaan-masyarakat-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/28/320/2220957/inflasi-ramadhan-diprediksi-rendah-bi-pendapatan-dan-permintaan-masyarakat-turun"/><item><title>Inflasi Ramadhan Diprediksi Rendah, BI: Pendapatan dan Permintaan Masyarakat Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/28/320/2220957/inflasi-ramadhan-diprediksi-rendah-bi-pendapatan-dan-permintaan-masyarakat-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/28/320/2220957/inflasi-ramadhan-diprediksi-rendah-bi-pendapatan-dan-permintaan-masyarakat-turun</guid><pubDate>Kamis 28 Mei 2020 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/28/320/2220957/inflasi-ramadhan-diprediksi-rendah-bi-pendapatan-dan-permintaan-masyarakat-turun-tzFVp41zZS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Youtube BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/28/320/2220957/inflasi-ramadhan-diprediksi-rendah-bi-pendapatan-dan-permintaan-masyarakat-turun-tzFVp41zZS.jpg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Youtube BI)</title></images><description>JAKARTA - Hasil pemantauan Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi hingga minggu ke-4 bulan Mei 2020 mencapai 0,09%. Hal ini dinilai sangatlah rendah dibandingkan inflasi di bulan-bulan Ramadhan tahun sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya inflasi di ramadhan 2020. Salah satunya karena dampak Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Prediksi Inflasi Bulan Ramadhan 2020 Sangat Rendah di 0,09%
&quot;Dampak covid-19 menurunkan permintaan dari masyarakat akan barang dan jasa,&quot; ujar Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Dirinya mencontohkan, pada bulan puasa tahun sebelumnya masyarakat lebih konsumtif seperti berbuka puasa di luar rumah hingga peningkatan belanja. Namun, karena Covid-19, permintaan masyarakat menjadi rendah dan juga terlihat dari kegiatan ekonominya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi April 0,08%, Gubernur BI: Permintaan Melemah
&quot;Termasuk juga pendapatan masyarakat. Maka faktor inflasi dari permintaan itu rendah,&quot; ujarnya.

Faktor kedua, lanjutnya, berkaitan dengan rendahnya harga-harga komoditas-global. Hal ini karena berpengaruh ke barang-barang yang diimpor.

&quot;Karenanya memang kenapa imported inflation itu juga rendah,&quot; ujarnya.Selain itu, dirinya mengatakan stabilitas nilai tukar juga tetap  terpelihara walaupun di Maret mendapat tekanan. Sekarang, nilai tukarnya  stabil dan bahkan menguat.

Terakhir, dirinya mengatakan inflasi rendah tersebut karena terjaganya ekspektasi inflasi dan koorinasi pemerintah dan BI.

&quot;Sehingga harga barang-barang itu terkendali pasokan barang  terjaga  dan juga BI terjaga stabilitas harga terkendalinya inflasi sebagai  bagian dari amanat dan mandat UU,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil pemantauan Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi hingga minggu ke-4 bulan Mei 2020 mencapai 0,09%. Hal ini dinilai sangatlah rendah dibandingkan inflasi di bulan-bulan Ramadhan tahun sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya inflasi di ramadhan 2020. Salah satunya karena dampak Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI Prediksi Inflasi Bulan Ramadhan 2020 Sangat Rendah di 0,09%
&quot;Dampak covid-19 menurunkan permintaan dari masyarakat akan barang dan jasa,&quot; ujar Perry dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Dirinya mencontohkan, pada bulan puasa tahun sebelumnya masyarakat lebih konsumtif seperti berbuka puasa di luar rumah hingga peningkatan belanja. Namun, karena Covid-19, permintaan masyarakat menjadi rendah dan juga terlihat dari kegiatan ekonominya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi April 0,08%, Gubernur BI: Permintaan Melemah
&quot;Termasuk juga pendapatan masyarakat. Maka faktor inflasi dari permintaan itu rendah,&quot; ujarnya.

Faktor kedua, lanjutnya, berkaitan dengan rendahnya harga-harga komoditas-global. Hal ini karena berpengaruh ke barang-barang yang diimpor.

&quot;Karenanya memang kenapa imported inflation itu juga rendah,&quot; ujarnya.Selain itu, dirinya mengatakan stabilitas nilai tukar juga tetap  terpelihara walaupun di Maret mendapat tekanan. Sekarang, nilai tukarnya  stabil dan bahkan menguat.

Terakhir, dirinya mengatakan inflasi rendah tersebut karena terjaganya ekspektasi inflasi dan koorinasi pemerintah dan BI.

&quot;Sehingga harga barang-barang itu terkendali pasokan barang  terjaga  dan juga BI terjaga stabilitas harga terkendalinya inflasi sebagai  bagian dari amanat dan mandat UU,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
