<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertahan di Tengah Pandemi, UKM Furniture Ini Beralih Memproduksi APD</title><description>Memasuki awal tahun 2020, Usaha Kecil Menengah (UKM) Deebee furniture  Manado yang dikelola oleh Sisko Kondoy mulai terdampak Corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221897/bertahan-di-tengah-pandemi-ukm-furniture-ini-beralih-memproduksi-apd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221897/bertahan-di-tengah-pandemi-ukm-furniture-ini-beralih-memproduksi-apd"/><item><title>Bertahan di Tengah Pandemi, UKM Furniture Ini Beralih Memproduksi APD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221897/bertahan-di-tengah-pandemi-ukm-furniture-ini-beralih-memproduksi-apd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221897/bertahan-di-tengah-pandemi-ukm-furniture-ini-beralih-memproduksi-apd</guid><pubDate>Sabtu 30 Mei 2020 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Subhan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2221897/bertahan-di-tengah-pandemi-ukm-furniture-ini-beralih-memproduksi-apd-MWRZ7PzkjU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2221897/bertahan-di-tengah-pandemi-ukm-furniture-ini-beralih-memproduksi-apd-MWRZ7PzkjU.jpg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>MANADO - Memasuki awal tahun 2020, Usaha Kecil Menengah (UKM) Deebee furniture Manado yang dikelola oleh Sisko Kondoy mulai terdampak Corona Virus Disease (Covid-19). Memasuki bulan Februari 2020, omzet pendapatannya mengalami penurunan drastis sampai dengan 80 persen.
Sisko kemudian mulai mencari alternatif usaha lain demi menyelamatkan usahanya. Melihat ada peluang ditambah dengan memiliki mesin jahit serta beberapa tenaga penjahit, Sisko mulai berinovasi dengan membuat Alat Pelindung Diri (APD).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Pemilik Toko Komik Bertahan Hidup di Tengah Covid-19
&quot;Inisiatif untuk memproduksi APD yang bahan utamanya juga hampir sering kami gunakan dalam proses produksi furniture,&quot; ujar Sisko kepada Okezone.
Sebelum memproduksi APD, Sisko berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahli industri farmasi dan membuat sampel kemudian ditawarkan ke beberapa klien.
Baca Juga:&amp;nbsp;WFH di Tengah Covid-19 Buat Keuntungan Pebisnis Frozen Food Moncer
&quot;Ketika ditawarkan ternyata ada beberapa dinas dan juga beberapa klien yang memang berminat dan ada permintaan sehingga saya mulai terus menambah stok untuk bahan baku,&quot; kata owner dari Deebee furniture ini.
Selain itu juga Sisko juga mulai mendapatkan permintaan APD dari beberapa toko sehingga dia sampai saat ini terus mempertahankan untuk APD menjadi produk dari salah satu usaha miliknya.
Bahan kain yang digunakan oleh Sisko sendiri berjenis non woven polypropylene atau biasa disebut spunbond. Ada dua jenis APD yang diproduksi dengan perbedaan gramasi atau ketebalan bahan yakni jumpsuit disposable atau biasa disebut hazmat dengan tebal 50 gramasi dan 75 gramasi. Juga ada lapisan akhir APD hanya saja belum diproduksi lebih lanjut.&quot;Itu yang menjadi salah satu produk penopang untuk menambah omzet  dari usaha kami. Salah satu tujuannya juga yaitu mempertahankan beberapa  karyawan yang masih bisa kami upayakan agar masih ada penghasilan  begitu juga dengan tenaga-tenaga produksi kami agar mereka juga masih  ada pendapatan dari beberapa hasil produksi yang kami buat walaupun  memang produksi kami sudah tidak seperti biasanya,&quot; jelasnya.
Kini dari 18 orang karyawan yang dimiliki, hanya tersisa empat orang  saja yang bekerja. Itu pun terpaksa hanya yang bisa double job saja yang  dipertahankan.
&amp;nbsp;Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga Afghanistan yang Beralih Jadi Pengusaha Sabun Organik
Jumlah keseluruhan karyawan yang dimiliki sebelumnya berjumlah sekira  18 orang, namun kini yang tersisa tinggal 4 orang itu pun yang bisa  double job yang dipertahankan, seperti bagian office membantu bagian  produksi.
Setiap bulannya Sisko bisa meraih untung 30 sampai 40 dari furniture,  bahkan bila digabung dengan omzet dari beberapa proyek, keuntungan bisa  mencapai 80 sampai ratusan juta. Kini usahanya mengalami drop sampai  dengan 80 persen.
&quot;Itu pun kalau dipikir-pikir sudah hampir tidak bisa menutupi operasional bulanan kami,&quot; terangnya.
Baca juga: Penjual Alat Musik dan Sepeda Dibanjiri Pembeli di Tengah Pasokan Menipis
Kini Sisko hanya bisa berharap dari produksi APD yang dijualnya  seharga Rp125 ribu persatuan dan Rp100 ribu untuk pengambilan di atas 50  pcs. Sedangkan untuk pembelian partai, borongan atau di atas 500 pcs ke  atas, ada harga negosiasi khusus yang diberikan, dengan margin selisih  sedikit dari harga pokok.
&quot;Ada beberapa dinas yang sudah pernah mengambil, ada juga perorangan  seperti ada pengiriman ke Kabupaten Kepulauan Talaud dan rumah sakit di  Manado, ada juga yang mendonasikan APD ini dan tenaga medis, dokter  langsung yang membeli untuk pemakaian pribadi mereka. Distribusi  penjualan untuk saat ini sudah didistribusikan ke toko-toko seperti toko  hardware yang menjual peralatan-peralatan berkaitan dengan covid-19  ini,&quot;  tambahnya.
Di awal-awal produksi APD ini, Sisko mengaku sempat menaikkan omzet  dari usahanya, namun sekarang mampu bertahan di tengah pandemi covid-19  ini saja Sisko mengaku bersyukur.</description><content:encoded>MANADO - Memasuki awal tahun 2020, Usaha Kecil Menengah (UKM) Deebee furniture Manado yang dikelola oleh Sisko Kondoy mulai terdampak Corona Virus Disease (Covid-19). Memasuki bulan Februari 2020, omzet pendapatannya mengalami penurunan drastis sampai dengan 80 persen.
Sisko kemudian mulai mencari alternatif usaha lain demi menyelamatkan usahanya. Melihat ada peluang ditambah dengan memiliki mesin jahit serta beberapa tenaga penjahit, Sisko mulai berinovasi dengan membuat Alat Pelindung Diri (APD).
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Pemilik Toko Komik Bertahan Hidup di Tengah Covid-19
&quot;Inisiatif untuk memproduksi APD yang bahan utamanya juga hampir sering kami gunakan dalam proses produksi furniture,&quot; ujar Sisko kepada Okezone.
Sebelum memproduksi APD, Sisko berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahli industri farmasi dan membuat sampel kemudian ditawarkan ke beberapa klien.
Baca Juga:&amp;nbsp;WFH di Tengah Covid-19 Buat Keuntungan Pebisnis Frozen Food Moncer
&quot;Ketika ditawarkan ternyata ada beberapa dinas dan juga beberapa klien yang memang berminat dan ada permintaan sehingga saya mulai terus menambah stok untuk bahan baku,&quot; kata owner dari Deebee furniture ini.
Selain itu juga Sisko juga mulai mendapatkan permintaan APD dari beberapa toko sehingga dia sampai saat ini terus mempertahankan untuk APD menjadi produk dari salah satu usaha miliknya.
Bahan kain yang digunakan oleh Sisko sendiri berjenis non woven polypropylene atau biasa disebut spunbond. Ada dua jenis APD yang diproduksi dengan perbedaan gramasi atau ketebalan bahan yakni jumpsuit disposable atau biasa disebut hazmat dengan tebal 50 gramasi dan 75 gramasi. Juga ada lapisan akhir APD hanya saja belum diproduksi lebih lanjut.&quot;Itu yang menjadi salah satu produk penopang untuk menambah omzet  dari usaha kami. Salah satu tujuannya juga yaitu mempertahankan beberapa  karyawan yang masih bisa kami upayakan agar masih ada penghasilan  begitu juga dengan tenaga-tenaga produksi kami agar mereka juga masih  ada pendapatan dari beberapa hasil produksi yang kami buat walaupun  memang produksi kami sudah tidak seperti biasanya,&quot; jelasnya.
Kini dari 18 orang karyawan yang dimiliki, hanya tersisa empat orang  saja yang bekerja. Itu pun terpaksa hanya yang bisa double job saja yang  dipertahankan.
&amp;nbsp;Baca juga: Kisah Ibu Rumah Tangga Afghanistan yang Beralih Jadi Pengusaha Sabun Organik
Jumlah keseluruhan karyawan yang dimiliki sebelumnya berjumlah sekira  18 orang, namun kini yang tersisa tinggal 4 orang itu pun yang bisa  double job yang dipertahankan, seperti bagian office membantu bagian  produksi.
Setiap bulannya Sisko bisa meraih untung 30 sampai 40 dari furniture,  bahkan bila digabung dengan omzet dari beberapa proyek, keuntungan bisa  mencapai 80 sampai ratusan juta. Kini usahanya mengalami drop sampai  dengan 80 persen.
&quot;Itu pun kalau dipikir-pikir sudah hampir tidak bisa menutupi operasional bulanan kami,&quot; terangnya.
Baca juga: Penjual Alat Musik dan Sepeda Dibanjiri Pembeli di Tengah Pasokan Menipis
Kini Sisko hanya bisa berharap dari produksi APD yang dijualnya  seharga Rp125 ribu persatuan dan Rp100 ribu untuk pengambilan di atas 50  pcs. Sedangkan untuk pembelian partai, borongan atau di atas 500 pcs ke  atas, ada harga negosiasi khusus yang diberikan, dengan margin selisih  sedikit dari harga pokok.
&quot;Ada beberapa dinas yang sudah pernah mengambil, ada juga perorangan  seperti ada pengiriman ke Kabupaten Kepulauan Talaud dan rumah sakit di  Manado, ada juga yang mendonasikan APD ini dan tenaga medis, dokter  langsung yang membeli untuk pemakaian pribadi mereka. Distribusi  penjualan untuk saat ini sudah didistribusikan ke toko-toko seperti toko  hardware yang menjual peralatan-peralatan berkaitan dengan covid-19  ini,&quot;  tambahnya.
Di awal-awal produksi APD ini, Sisko mengaku sempat menaikkan omzet  dari usahanya, namun sekarang mampu bertahan di tengah pandemi covid-19  ini saja Sisko mengaku bersyukur.</content:encoded></item></channel></rss>
