<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Sebut Ada Investasi yang Molor akibat Covid-19</title><description>Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,  menjelaskan bahwa beberapa investasi di pengembangan smelter.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221982/menko-airlangga-sebut-ada-investasi-yang-molor-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221982/menko-airlangga-sebut-ada-investasi-yang-molor-akibat-covid-19"/><item><title>Menko Airlangga Sebut Ada Investasi yang Molor akibat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221982/menko-airlangga-sebut-ada-investasi-yang-molor-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2221982/menko-airlangga-sebut-ada-investasi-yang-molor-akibat-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 30 Mei 2020 12:35 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2221982/menko-airlangga-sebut-ada-investasi-yang-molor-akibat-covid-19-ydmDMBUfMj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2221982/menko-airlangga-sebut-ada-investasi-yang-molor-akibat-covid-19-ydmDMBUfMj.jpeg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa beberapa investasi di pengembangan smelter. Misalnya, itu ada penundaan akibat dari covid-19, sehingga ada yang tertunda 4-6 bulan, ada yang tertunda sampai 1 tahun.
Tentunya, lanjut Menko Perekonomian, proyek-proyek tersebut diharapkan bisa diselesaikan di periode 2020&amp;ndash;2024. Kalau untuk proyek terkait oil and gas, Pemerintah berharap bahwa konstruksinya sudah dimulai sebelum tahun 2024.
Baca Juga: Brebes Disiapkan Tampung Relokasi Industri AS dari China
Menteri BUMN, menurut Menko Perekonomian, juga melaporkan bahwa terkait dengan proyek kereta cepat itu juga terjadi budget overrun dan ada keterlambatan sebesar 1 tahun.
&amp;ldquo;Oleh karena itu arahan Bapak Presiden agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung, tetapi terus sampai Surabaya. Dan diusulkan agar konsorsium bisa ditambah oleh konsorsium dari Jepang,&amp;rdquo; ujar Menko Perekonomian dilansir dari laman Setkab, Sabtu (30/5/2020).
Baca Juga: 1,6 Miliar Pekerja Informal di Dunia Terdampak Covid-19
Soal PSN dan pengadaan lahan, Menko Perekonomian sampaikan bahwa lahan ini diperlukan untuk dalam berbagai kegiatan dan utamanya di sektor infrastruktur.
Mengenai penyerapan tenaga kerja, Menko Perekonomian sebutkan bahwa bervariasi 1 proyek dengan proyek yang lain.&amp;ldquo;Yang tadi kami sampaikan adalah rule of thumb. Seperti contoh di  proyek nikel di Morowali bisa mempekerjakan sampai 40.000, di Konawe  bisa sampai 11.000, di Weda Bay apabila selesai total proyeknya juga  bisa mempekerjakan 30.000. Jadi itu tergantung klaster,&amp;rdquo; kata Menko  Perekonomian.
Demikian pula, lanjut Menko Perekonomian, dalam program-program untuk  infrastruktur di power plant ataupun di pembangunan jalan tol yang juga  akan didorong oleh Menteri PUPR diawali dengan program padat karya.
Sesuai arahan Presiden, Menko Perekonomian sampaikan agar bisa juga  direncanakan yang disebut sebagai super hub yakni kegiatan ekonomi yang  terkait dengan hub transportasi udara, pelabuhan, ekonomi, dan tourism.
&amp;ldquo;Sehingga itu akan menjadi sentra pertumbuhan baru dan yang diusulkan  adalah di Kalimantan Timur, studinya Kalimantan Timur, Bali, atau  Manado,&amp;rdquo; pungkas Menko.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA &amp;ndash; Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa beberapa investasi di pengembangan smelter. Misalnya, itu ada penundaan akibat dari covid-19, sehingga ada yang tertunda 4-6 bulan, ada yang tertunda sampai 1 tahun.
Tentunya, lanjut Menko Perekonomian, proyek-proyek tersebut diharapkan bisa diselesaikan di periode 2020&amp;ndash;2024. Kalau untuk proyek terkait oil and gas, Pemerintah berharap bahwa konstruksinya sudah dimulai sebelum tahun 2024.
Baca Juga: Brebes Disiapkan Tampung Relokasi Industri AS dari China
Menteri BUMN, menurut Menko Perekonomian, juga melaporkan bahwa terkait dengan proyek kereta cepat itu juga terjadi budget overrun dan ada keterlambatan sebesar 1 tahun.
&amp;ldquo;Oleh karena itu arahan Bapak Presiden agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung, tetapi terus sampai Surabaya. Dan diusulkan agar konsorsium bisa ditambah oleh konsorsium dari Jepang,&amp;rdquo; ujar Menko Perekonomian dilansir dari laman Setkab, Sabtu (30/5/2020).
Baca Juga: 1,6 Miliar Pekerja Informal di Dunia Terdampak Covid-19
Soal PSN dan pengadaan lahan, Menko Perekonomian sampaikan bahwa lahan ini diperlukan untuk dalam berbagai kegiatan dan utamanya di sektor infrastruktur.
Mengenai penyerapan tenaga kerja, Menko Perekonomian sebutkan bahwa bervariasi 1 proyek dengan proyek yang lain.&amp;ldquo;Yang tadi kami sampaikan adalah rule of thumb. Seperti contoh di  proyek nikel di Morowali bisa mempekerjakan sampai 40.000, di Konawe  bisa sampai 11.000, di Weda Bay apabila selesai total proyeknya juga  bisa mempekerjakan 30.000. Jadi itu tergantung klaster,&amp;rdquo; kata Menko  Perekonomian.
Demikian pula, lanjut Menko Perekonomian, dalam program-program untuk  infrastruktur di power plant ataupun di pembangunan jalan tol yang juga  akan didorong oleh Menteri PUPR diawali dengan program padat karya.
Sesuai arahan Presiden, Menko Perekonomian sampaikan agar bisa juga  direncanakan yang disebut sebagai super hub yakni kegiatan ekonomi yang  terkait dengan hub transportasi udara, pelabuhan, ekonomi, dan tourism.
&amp;ldquo;Sehingga itu akan menjadi sentra pertumbuhan baru dan yang diusulkan  adalah di Kalimantan Timur, studinya Kalimantan Timur, Bali, atau  Manado,&amp;rdquo; pungkas Menko.</content:encoded></item></channel></rss>
