<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>New Normal Ubah Pola Kerja, Karyawan Hanya 2 Minggu ke Kantor</title><description>Pakar Marketing Hermawan Kertajaya memprediksi akan ada pergeseran pada pola kerja karyawan dan juga buruh ke depannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222062/new-normal-ubah-pola-kerja-karyawan-hanya-2-minggu-ke-kantor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222062/new-normal-ubah-pola-kerja-karyawan-hanya-2-minggu-ke-kantor"/><item><title>New Normal Ubah Pola Kerja, Karyawan Hanya 2 Minggu ke Kantor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222062/new-normal-ubah-pola-kerja-karyawan-hanya-2-minggu-ke-kantor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222062/new-normal-ubah-pola-kerja-karyawan-hanya-2-minggu-ke-kantor</guid><pubDate>Sabtu 30 Mei 2020 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2222062/new-normal-ubah-pola-kerja-karyawan-hanya-2-minggu-ke-kantor-hgJBhIVeJh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2222062/new-normal-ubah-pola-kerja-karyawan-hanya-2-minggu-ke-kantor-hgJBhIVeJh.jpg</image><title>Karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pakar Marketing Hermawan Kertajaya memprediksi akan ada pergeseran pada pola kerja karyawan dan juga buruh ke depannya. Nantinya karyawan maupun buruh tidak lagi selalu masuk kantor ketika mengerjakan sesuatu.
Menurut Hermawan, akan ada penggabungan antara bekerja lewat offline maupun online. Langkah ini dilakukan untuk menggabungkan agar kualitas dan kuantitas kerjaan bisa menjadi satu kesatuan.
Baca Juga: New Normal, Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Wajib Rapid Test
&quot;Kuantitas dan kualitas akan bergabung. Karena orang enggak perlu bekerja setiap hari jadi kantor ini tinggal separuh nanti,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (30/5/2020).
Menurut Heremawan, pada masa ini nantinya perkantoran akan membagi shift para pekerjanya. Misalnya, pegawai yang masuk dan datang ke kantor ada sebanyak 500 orang nantinya akan dibagi dua shift per dua minggu sekali.
Baca Juga: New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dipersiapkan Karyawan Paranoid?
&quot;Kalau biasanya yang masuk 500 orang ya yang masuk 50% mungkin, 50% di rumah saja. Gantian masuknya. Next normal kan gitu, masa inkubasi kan 2 Minggu, sekarang polanya gitu. Jadi kantor itu begitu cuma separuh saja, nah yang separuh buat apa, nah yang separuh nanti dibuat experience di situ,&quot; jelasnya.
Menurut Hermawan, dibandingkan dengan WFO, bekerja dari rumah memiliki banyak waktu dan pekerjaan yang bisa digarap. Sebagai salah satu contohnya adalah ketika suatu kantor melakukan pertemuan atau meeting.Jika bekerja dari kantor, maka hanya 1 hingga 2 kali saja bisa  melakukan pertemuan atau rapat. Sedangkan jika bekerja dari rumah, dalam  sehari seseorang bisa melakukan rapat hingga 5 kali dengan menggunakan  via telepon.
&quot;Kalau banyak-banyakan kerja banyakan sekarang karena enggak banyak  waktu yang termakan di jalan kan. Banyak rapat banyak kerja lebih tenang  sudah biasa kita kerja seperti sekarang ini,&quot; ucapnya.
Founder dan Chairman MarkPlus Inc ini menambahkan, jika dibandingkan  dengan melihat kualitas, maka bekerja dari kantor masih lebih efektif.  Mengingat, jika bertatap muka langsung kualitas kerja juga akan jauh  lebih baik.
&quot;Jadi kita itu nanti ketemu orang itu jarang tapi tetap harus ketemu. Human itu enggak bisa hilang,&quot; ucap Hermawan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pakar Marketing Hermawan Kertajaya memprediksi akan ada pergeseran pada pola kerja karyawan dan juga buruh ke depannya. Nantinya karyawan maupun buruh tidak lagi selalu masuk kantor ketika mengerjakan sesuatu.
Menurut Hermawan, akan ada penggabungan antara bekerja lewat offline maupun online. Langkah ini dilakukan untuk menggabungkan agar kualitas dan kuantitas kerjaan bisa menjadi satu kesatuan.
Baca Juga: New Normal, Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Wajib Rapid Test
&quot;Kuantitas dan kualitas akan bergabung. Karena orang enggak perlu bekerja setiap hari jadi kantor ini tinggal separuh nanti,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (30/5/2020).
Menurut Heremawan, pada masa ini nantinya perkantoran akan membagi shift para pekerjanya. Misalnya, pegawai yang masuk dan datang ke kantor ada sebanyak 500 orang nantinya akan dibagi dua shift per dua minggu sekali.
Baca Juga: New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dipersiapkan Karyawan Paranoid?
&quot;Kalau biasanya yang masuk 500 orang ya yang masuk 50% mungkin, 50% di rumah saja. Gantian masuknya. Next normal kan gitu, masa inkubasi kan 2 Minggu, sekarang polanya gitu. Jadi kantor itu begitu cuma separuh saja, nah yang separuh buat apa, nah yang separuh nanti dibuat experience di situ,&quot; jelasnya.
Menurut Hermawan, dibandingkan dengan WFO, bekerja dari rumah memiliki banyak waktu dan pekerjaan yang bisa digarap. Sebagai salah satu contohnya adalah ketika suatu kantor melakukan pertemuan atau meeting.Jika bekerja dari kantor, maka hanya 1 hingga 2 kali saja bisa  melakukan pertemuan atau rapat. Sedangkan jika bekerja dari rumah, dalam  sehari seseorang bisa melakukan rapat hingga 5 kali dengan menggunakan  via telepon.
&quot;Kalau banyak-banyakan kerja banyakan sekarang karena enggak banyak  waktu yang termakan di jalan kan. Banyak rapat banyak kerja lebih tenang  sudah biasa kita kerja seperti sekarang ini,&quot; ucapnya.
Founder dan Chairman MarkPlus Inc ini menambahkan, jika dibandingkan  dengan melihat kualitas, maka bekerja dari kantor masih lebih efektif.  Mengingat, jika bertatap muka langsung kualitas kerja juga akan jauh  lebih baik.
&quot;Jadi kita itu nanti ketemu orang itu jarang tapi tetap harus ketemu. Human itu enggak bisa hilang,&quot; ucap Hermawan.</content:encoded></item></channel></rss>
