<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Memilih Influencer untuk Mendukung Bisnis ala Valencia Tanoesoedibjo</title><description>Apalagi di era digital ini strategi promosi lewat influencer bisa menjadi salah satu alternatif yang bagus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222178/cara-memilih-influencer-untuk-mendukung-bisnis-ala-valencia-tanoesoedibjo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222178/cara-memilih-influencer-untuk-mendukung-bisnis-ala-valencia-tanoesoedibjo"/><item><title>Cara Memilih Influencer untuk Mendukung Bisnis ala Valencia Tanoesoedibjo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222178/cara-memilih-influencer-untuk-mendukung-bisnis-ala-valencia-tanoesoedibjo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/05/30/320/2222178/cara-memilih-influencer-untuk-mendukung-bisnis-ala-valencia-tanoesoedibjo</guid><pubDate>Sabtu 30 Mei 2020 22:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2222178/cara-memilih-influencer-untuk-mendukung-bisnis-ala-valencia-tanoesoedibjo-c9D9Ssm91A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO PT PPA Valencia Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/30/320/2222178/cara-memilih-influencer-untuk-mendukung-bisnis-ala-valencia-tanoesoedibjo-c9D9Ssm91A.jpg</image><title>CEO PT PPA Valencia Tanoesoedibjo (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menjual barang lewat influencer memang bisa menjadi pilihan yang bagus. Apalagi di era digital ini strategi promosi lewat influencer bisa menjadi salah satu alternatif yang bagus.
Harga yang ditawarkan influencer sendiri realatif lebih terjangkau meskipun ada beberapa juga yang memasang bujet tinggi. Namun cukup sekali post saja, minimal ribuan orang sudah bisa melihat produk.
Baca Juga:&amp;nbsp;WFH di Tengah Covid-19 Buat Keuntungan Pebisnis Frozen Food Moncer
Namun, pemasaran lewat influencer juga menimbulkan risiko. Sebab tak jarang, beberapa influencer yang justru menghalalkan segala cara untuk mendapat endorse, seperti membeli followers.
Jika salah pilih, bukannya banyak untung yang didapatkan melainkan buntung. Sebab, para pemilik produk hanya membayar influencer Namun produknya tidak dilihat oleh banyak orang karena followernya adalah akun robot.

CEO PT Produser Pangan Asia Valencia Tanoesoedibjo&amp;nbsp; pun memiliki tips sendiri untuk memilih influencer yang aman dalam memasarkan produknya. Cara pertama yang perlu dilakukan adalah pemilik produk harus melakukan riset terlebih dahulu kepada influencer tersebut.
&quot;Harus bisa pinter pinter kita harus mempelajari influencer yang Mau kita invest bagiamana treatment produk produk&quot; ujarnya dalam acara Livestreaming di RCTI Plus, Sabtu (30/5/2020).Selain itu lanjut Valencia, pemilik produk juga harus melihat  bagaimana cara influencer tersebut melakukan treatment pada produk  endorsmenya. Sebab menurutnya, jika treament yang dilakukan baik maka  bisa mendatangkan feedback pada produk tersebut.
&quot;Influencer marketing banyakan untuk impressionya kalau converstion  bonus. Ada yang jutaan orang. Dapetlah branding dari produk,&quot; kata  Valencia.
Dari sisi pemilik produk pun harus ikut andil. Valen menyebut  pastikan produk yang akan diposting di akun sosial media influencer  tersebut harus menarik dan bahkan kalau bisa harus membuat yang melihat  ngiler.
&quot;Bikin ngiler harus bagus dulu sih. Harus bikin ngiler, harus bikin  orang pengen order. Kan ada tuh makanan yang Tidak Instagramable, ada  kan makanan enak bentuknya jelek. Orang kalau ngeliat males juga,&quot; ungkap  founder Woolloomooloo dan Wasabae ini. (kmj)
</description><content:encoded>JAKARTA - Menjual barang lewat influencer memang bisa menjadi pilihan yang bagus. Apalagi di era digital ini strategi promosi lewat influencer bisa menjadi salah satu alternatif yang bagus.
Harga yang ditawarkan influencer sendiri realatif lebih terjangkau meskipun ada beberapa juga yang memasang bujet tinggi. Namun cukup sekali post saja, minimal ribuan orang sudah bisa melihat produk.
Baca Juga:&amp;nbsp;WFH di Tengah Covid-19 Buat Keuntungan Pebisnis Frozen Food Moncer
Namun, pemasaran lewat influencer juga menimbulkan risiko. Sebab tak jarang, beberapa influencer yang justru menghalalkan segala cara untuk mendapat endorse, seperti membeli followers.
Jika salah pilih, bukannya banyak untung yang didapatkan melainkan buntung. Sebab, para pemilik produk hanya membayar influencer Namun produknya tidak dilihat oleh banyak orang karena followernya adalah akun robot.

CEO PT Produser Pangan Asia Valencia Tanoesoedibjo&amp;nbsp; pun memiliki tips sendiri untuk memilih influencer yang aman dalam memasarkan produknya. Cara pertama yang perlu dilakukan adalah pemilik produk harus melakukan riset terlebih dahulu kepada influencer tersebut.
&quot;Harus bisa pinter pinter kita harus mempelajari influencer yang Mau kita invest bagiamana treatment produk produk&quot; ujarnya dalam acara Livestreaming di RCTI Plus, Sabtu (30/5/2020).Selain itu lanjut Valencia, pemilik produk juga harus melihat  bagaimana cara influencer tersebut melakukan treatment pada produk  endorsmenya. Sebab menurutnya, jika treament yang dilakukan baik maka  bisa mendatangkan feedback pada produk tersebut.
&quot;Influencer marketing banyakan untuk impressionya kalau converstion  bonus. Ada yang jutaan orang. Dapetlah branding dari produk,&quot; kata  Valencia.
Dari sisi pemilik produk pun harus ikut andil. Valen menyebut  pastikan produk yang akan diposting di akun sosial media influencer  tersebut harus menarik dan bahkan kalau bisa harus membuat yang melihat  ngiler.
&quot;Bikin ngiler harus bagus dulu sih. Harus bikin ngiler, harus bikin  orang pengen order. Kan ada tuh makanan yang Tidak Instagramable, ada  kan makanan enak bentuknya jelek. Orang kalau ngeliat males juga,&quot; ungkap  founder Woolloomooloo dan Wasabae ini. (kmj)
</content:encoded></item></channel></rss>
