<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dampak New Normal, Ekonomi Bergerak Tapi Lambat hingga Protokol yang Ketat</title><description>Menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19, pemerintah memilih jalan berdamai dengannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222530/dampak-new-normal-ekonomi-bergerak-tapi-lambat-hingga-protokol-yang-ketat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222530/dampak-new-normal-ekonomi-bergerak-tapi-lambat-hingga-protokol-yang-ketat"/><item><title>Dampak New Normal, Ekonomi Bergerak Tapi Lambat hingga Protokol yang Ketat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222530/dampak-new-normal-ekonomi-bergerak-tapi-lambat-hingga-protokol-yang-ketat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222530/dampak-new-normal-ekonomi-bergerak-tapi-lambat-hingga-protokol-yang-ketat</guid><pubDate>Senin 01 Juni 2020 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/31/320/2222530/dampak-new-normal-ekonomi-bergerak-tapi-lambat-hingga-protokol-yang-ketat-mmhmce6y5B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">New Normal (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/31/320/2222530/dampak-new-normal-ekonomi-bergerak-tapi-lambat-hingga-protokol-yang-ketat-mmhmce6y5B.jpg</image><title>New Normal (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19, pemerintah memilih jalan berdamai dengannya. Hal tersebut membuat terbentuknya skenario new normal di Indonesia.

Hal ini pun sudah dipersiapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Oleh sebab itu, Jakarta, Senin (1/6/2020), berikut fakta-fakta pengaruh new normal terhadap perekonomian:
Baca juga:&amp;nbsp; New Normal, Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Wajib Rapid Test
 
1. Pemulihan Akan Berjalan Lebih Lambat

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan penerapan new normal ini akan menyebabkan pemulihan ekonomi berjalan lebih lambat karena masyarakat khawatir ke pusat perbelanjaan atau mal di saat kurva positif virus corona masih meningkat.

Menurut dia, konsumen lebih mengkhawatirkan keselamatan dan biaya kesehatan dirinya. Situasi ini membuat omzet dari penjual juga tidak maksimal.

 
2. New Normal Terburu-buru Dapat Membuat Ketimpangan Semakin Lebar

Dampak new normal di Indonesia yang terburu-buru akan membuat ketimpangan semakin lebar. Protokol kesehatan mudah diterapkan di sektor usaha yang sedang dan besa

&quot;Sementara pelaku UMKM harus menghadapi kenaikan biaya untuk pembelian APD, hand sanitizer dsb. Tanpa bantuan pemerintah, new normal akan jadi beban UMKM,&quot; ungkap Bhima.
 
&amp;nbsp;Baca juga: New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dipersiapkan Karyawan Paranoid?
 
3. Bisnis Akan Berubah

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, new normal paska pandemi virus corona membuat bisnis menjadi berbeda.

&quot;Konsumen yang berbelanja secara fisik berkurang, berubah menjadi porsi digital yang lebih besar,&quot; kata Bhima.

 
4. Protokol Kesehatan menjadi Ketat di Dunia Usaha

jika masyarakat tetap bepergian ke pusat perbelanjaan, maka tetap ada protokol kesehatan.

&quot;Jika pun terpaksa ke cafe restoran dan pusat perbelanjaan ada protokol kesehatan yang ketat. Ada termo scanner, hand sanitizer dan wajib masker sebelum masuk ke tempat tempat umum,&quot; kata Bhima.

 
5. Pengusaha Optimistis New Normal Pulihkan Perekonomian

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengaku optimistis new normal bisa dilakukan dan akan berdampak pada perekonomian. Hal itu dikarenakan banyak pengusaha yang hanya sanggup bertahan pada Agustus.

Dia juga menjelaskan, apabila tidak ada instruksi pemerintah dalam membuka ekonomi Indonesia maka pengusaha akan melakukan pemutusan kerja sepihak.

Dia menambahkan apabila new normal ini bisa melakukan aktivitas ekonomi dan para pelaksana implementasi. Maka kombinasi pemerintah sangat penting dari segi pelaksanaan. Hal ini agar tidak meningkatkan positif korban Covid-19.

&quot;Kita memang akan berbeda dalam membuka usaha karena kita akan lebih ketat dalam protokol kesehatan,&quot; ujar dia.

 
6. Pabrik Perlu Sesuaikan Jam Kerja saat New Normal
Pemerintah dalam berbagai kesempatan selalu mengkampanyekan mengenai kondisi new normal akibat pandemi virus corona. Pemerintah mengklaim kondisi new normal membuat kegiatan atau aktivitas termasuk bisnis berubah.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan, dalam penerapan new normal yang perlu mendapatkan perhatian adalah pada sektor industri. Sebab menurutnya, beberapa pabrik perlu dilakukan adjustment untuk menyesuaikan protokol kesehatan yang ketat sesuai arahan pemerintah.

Salah satu contohnya adalah mengenai physical distancing atau menjaga jarak. Pabrik-pabrik perlu mengatur para karyawan yang masuk untuk diatur jaraknya sekitar 2 meter setiap tempat.

&quot;Yang perlu paling banyak adjustment memang pabrik karena perlu jaga jarak 2 meter,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19, pemerintah memilih jalan berdamai dengannya. Hal tersebut membuat terbentuknya skenario new normal di Indonesia.

Hal ini pun sudah dipersiapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Oleh sebab itu, Jakarta, Senin (1/6/2020), berikut fakta-fakta pengaruh new normal terhadap perekonomian:
Baca juga:&amp;nbsp; New Normal, Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Wajib Rapid Test
 
1. Pemulihan Akan Berjalan Lebih Lambat

Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira mengatakan penerapan new normal ini akan menyebabkan pemulihan ekonomi berjalan lebih lambat karena masyarakat khawatir ke pusat perbelanjaan atau mal di saat kurva positif virus corona masih meningkat.

Menurut dia, konsumen lebih mengkhawatirkan keselamatan dan biaya kesehatan dirinya. Situasi ini membuat omzet dari penjual juga tidak maksimal.

 
2. New Normal Terburu-buru Dapat Membuat Ketimpangan Semakin Lebar

Dampak new normal di Indonesia yang terburu-buru akan membuat ketimpangan semakin lebar. Protokol kesehatan mudah diterapkan di sektor usaha yang sedang dan besa

&quot;Sementara pelaku UMKM harus menghadapi kenaikan biaya untuk pembelian APD, hand sanitizer dsb. Tanpa bantuan pemerintah, new normal akan jadi beban UMKM,&quot; ungkap Bhima.
 
&amp;nbsp;Baca juga: New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dipersiapkan Karyawan Paranoid?
 
3. Bisnis Akan Berubah

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, new normal paska pandemi virus corona membuat bisnis menjadi berbeda.

&quot;Konsumen yang berbelanja secara fisik berkurang, berubah menjadi porsi digital yang lebih besar,&quot; kata Bhima.

 
4. Protokol Kesehatan menjadi Ketat di Dunia Usaha

jika masyarakat tetap bepergian ke pusat perbelanjaan, maka tetap ada protokol kesehatan.

&quot;Jika pun terpaksa ke cafe restoran dan pusat perbelanjaan ada protokol kesehatan yang ketat. Ada termo scanner, hand sanitizer dan wajib masker sebelum masuk ke tempat tempat umum,&quot; kata Bhima.

 
5. Pengusaha Optimistis New Normal Pulihkan Perekonomian

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengaku optimistis new normal bisa dilakukan dan akan berdampak pada perekonomian. Hal itu dikarenakan banyak pengusaha yang hanya sanggup bertahan pada Agustus.

Dia juga menjelaskan, apabila tidak ada instruksi pemerintah dalam membuka ekonomi Indonesia maka pengusaha akan melakukan pemutusan kerja sepihak.

Dia menambahkan apabila new normal ini bisa melakukan aktivitas ekonomi dan para pelaksana implementasi. Maka kombinasi pemerintah sangat penting dari segi pelaksanaan. Hal ini agar tidak meningkatkan positif korban Covid-19.

&quot;Kita memang akan berbeda dalam membuka usaha karena kita akan lebih ketat dalam protokol kesehatan,&quot; ujar dia.

 
6. Pabrik Perlu Sesuaikan Jam Kerja saat New Normal
Pemerintah dalam berbagai kesempatan selalu mengkampanyekan mengenai kondisi new normal akibat pandemi virus corona. Pemerintah mengklaim kondisi new normal membuat kegiatan atau aktivitas termasuk bisnis berubah.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan, dalam penerapan new normal yang perlu mendapatkan perhatian adalah pada sektor industri. Sebab menurutnya, beberapa pabrik perlu dilakukan adjustment untuk menyesuaikan protokol kesehatan yang ketat sesuai arahan pemerintah.

Salah satu contohnya adalah mengenai physical distancing atau menjaga jarak. Pabrik-pabrik perlu mengatur para karyawan yang masuk untuk diatur jaraknya sekitar 2 meter setiap tempat.

&quot;Yang perlu paling banyak adjustment memang pabrik karena perlu jaga jarak 2 meter,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
