<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Stimulus Rp34 Triliun Bakal Tingkatkan Produksi Pangan</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan insentif sebesar Rp34 triliun untuk petani dan nelayan, termasuk peternak.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222788/stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222788/stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan"/><item><title>   Stimulus Rp34 Triliun Bakal Tingkatkan Produksi Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222788/stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/01/320/2222788/stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan</guid><pubDate>Senin 01 Juni 2020 13:37 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/01/320/2222788/stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan-Q6yn3cpcbd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pangan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/01/320/2222788/stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan-Q6yn3cpcbd.jpg</image><title>Pangan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan  insentif  sebesar Rp34 triliun untuk petani dan nelayan, termasuk peternak menjadi sebuah langkah awal yang baik untuk memajukan sub sektor  peternakan di dalam negeri.


Menurut Wakil Ketua Umum  Kadin Indonesia  Bidang  Industri Makanan dan Industri Agrifarm Peternakan  Juan Permata Adoe   insentif senilai Rp34 triliun diharapkan dapat terus ditingkatkan jumlahnya sehingga akan memudahkan peternak memenuhi  kebutuhan mulai dari bibit,  benih,  pupuk,  pestisida,  hingga pakan  ternak.


&amp;ldquo;Terpenuhinya kebutuhan peternak di saat penularan Covid-19  akan melanjutkan  produksi hulu atas kebutuhan rantai pasok  untuk industri pengolahan  pangan. Harus ada dukungan sisi suplai produksi bahan baku pakan ternak karena stimulus akan memberikan kerja produktif dan efisien,&amp;rdquo; katanya dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (1/6/2020).
Baca Juga: Anggaran Rp34 Triliun, Petani-Nelayan Dapat Keringanan Bayar Cicilan Kredit

Sementara itu, kalangan pelaku usaha berharap pemerintah memberikan jaminan  ketersediaan pasar bagi produk-produk peternakan untuk meningkatkan pendapatan peternak.


Sejak merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 ditambah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia,  peternak perunggasan,  sapi, domba, dan sapi perah  menghadapi tantangan  berat, baik dari segi  pemasaran maupun perolehan pakan ternak.
Baca Juga: 2,44 Juta Petani Miskin Bakal Terima BLT Rp600.000

Kondisi  ini mengakibatkan para pelaku usaha di sub sektor  peternakan  kesulitan mendapatkan pemasukan sehingga berakibat tertundanya pembayaran cicilan kredit ke lembaga keuangan maupun perbankan.


&quot;Penularan Covid-19 menimbulkan keguncangan, terutama dari aspek permintaan produk pertanian dan peternakan. Perilaku konsumen dari yang tadinya off-line mode menjadi on-line mode. Biaya produksi makin tinggi sehingga menyulitkan peternak untuk membayar angsuran pinjaman,&quot; katanya
Juan mengatakan,  sebelum  Covid-19 merebak di Indonesia,  bisnis  perunggasan  meraih  omzet di atas Rp400 triliun per tahun dan  daging  sapi mencapai Rp40 triliun.
Ditambah lagi usaha perhotelan dan restoran yang memiliki pengaruh  besar dalam serapan produk peternakan yang menutup untuk sementara  usahanya.

Contohnya,  sebelum Covid-19 dalam sebulan serapan daging sapi atau  kerbau bisa mencapai 6.000 ton, sekarang untuk mencapai penjualan 1.000  ton per bulan   sulit tercapai.


Selain itu,   terjadi penurunan omzet berkisar 50-60% sehingga   menyulitkan para pelaku usaha  untuk meningkatkan daya saing.


&quot;Peternak sangat membutuhkan dukungan  suplai  produksi bahan baku  pakan ternak. Saya berterima kasih, stimulus yang diberikan pemerintah  akan mendukung  terciptanya kerja produktif dan efisien,&quot; ujar Juan yang  juga kandidat ketua umum Ikatan Alumni  Prasetya Mulya (Ikaprama).

Data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sub Sektor Peternakan pada  Januari sampai Februari 2020 mencapai Rp 1,7 triliun, atau meningkat 30%  dibandingkan ekspor pada Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp  1,3 triliun (YoY).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan  insentif  sebesar Rp34 triliun untuk petani dan nelayan, termasuk peternak menjadi sebuah langkah awal yang baik untuk memajukan sub sektor  peternakan di dalam negeri.


Menurut Wakil Ketua Umum  Kadin Indonesia  Bidang  Industri Makanan dan Industri Agrifarm Peternakan  Juan Permata Adoe   insentif senilai Rp34 triliun diharapkan dapat terus ditingkatkan jumlahnya sehingga akan memudahkan peternak memenuhi  kebutuhan mulai dari bibit,  benih,  pupuk,  pestisida,  hingga pakan  ternak.


&amp;ldquo;Terpenuhinya kebutuhan peternak di saat penularan Covid-19  akan melanjutkan  produksi hulu atas kebutuhan rantai pasok  untuk industri pengolahan  pangan. Harus ada dukungan sisi suplai produksi bahan baku pakan ternak karena stimulus akan memberikan kerja produktif dan efisien,&amp;rdquo; katanya dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (1/6/2020).
Baca Juga: Anggaran Rp34 Triliun, Petani-Nelayan Dapat Keringanan Bayar Cicilan Kredit

Sementara itu, kalangan pelaku usaha berharap pemerintah memberikan jaminan  ketersediaan pasar bagi produk-produk peternakan untuk meningkatkan pendapatan peternak.


Sejak merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 ditambah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia,  peternak perunggasan,  sapi, domba, dan sapi perah  menghadapi tantangan  berat, baik dari segi  pemasaran maupun perolehan pakan ternak.
Baca Juga: 2,44 Juta Petani Miskin Bakal Terima BLT Rp600.000

Kondisi  ini mengakibatkan para pelaku usaha di sub sektor  peternakan  kesulitan mendapatkan pemasukan sehingga berakibat tertundanya pembayaran cicilan kredit ke lembaga keuangan maupun perbankan.


&quot;Penularan Covid-19 menimbulkan keguncangan, terutama dari aspek permintaan produk pertanian dan peternakan. Perilaku konsumen dari yang tadinya off-line mode menjadi on-line mode. Biaya produksi makin tinggi sehingga menyulitkan peternak untuk membayar angsuran pinjaman,&quot; katanya
Juan mengatakan,  sebelum  Covid-19 merebak di Indonesia,  bisnis  perunggasan  meraih  omzet di atas Rp400 triliun per tahun dan  daging  sapi mencapai Rp40 triliun.
Ditambah lagi usaha perhotelan dan restoran yang memiliki pengaruh  besar dalam serapan produk peternakan yang menutup untuk sementara  usahanya.

Contohnya,  sebelum Covid-19 dalam sebulan serapan daging sapi atau  kerbau bisa mencapai 6.000 ton, sekarang untuk mencapai penjualan 1.000  ton per bulan   sulit tercapai.


Selain itu,   terjadi penurunan omzet berkisar 50-60% sehingga   menyulitkan para pelaku usaha  untuk meningkatkan daya saing.


&quot;Peternak sangat membutuhkan dukungan  suplai  produksi bahan baku  pakan ternak. Saya berterima kasih, stimulus yang diberikan pemerintah  akan mendukung  terciptanya kerja produktif dan efisien,&quot; ujar Juan yang  juga kandidat ketua umum Ikatan Alumni  Prasetya Mulya (Ikaprama).

Data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sub Sektor Peternakan pada  Januari sampai Februari 2020 mencapai Rp 1,7 triliun, atau meningkat 30%  dibandingkan ekspor pada Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp  1,3 triliun (YoY).</content:encoded></item></channel></rss>
