<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Mei Diprediksi 0,08%</title><description>Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2020 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,03% (month to month/mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223084/inflasi-mei-diprediksi-0-08</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223084/inflasi-mei-diprediksi-0-08"/><item><title>Inflasi Mei Diprediksi 0,08%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223084/inflasi-mei-diprediksi-0-08</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223084/inflasi-mei-diprediksi-0-08</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223084/inflasi-mei-diprediksi-0-08-sPdDWVVSXi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223084/inflasi-mei-diprediksi-0-08-sPdDWVVSXi.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2020 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,03% (month to month/mtm). Lebih rendah dari tingkat inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 0,08% mtm.
Inflasi bulanan tersebut lebih rendah dari rata-rata inflasi bulanan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri dalam 2 tahun terakhir (2018-2019) yang tercatat sekitar 0,58%.
Baca juga: BI Prediksi Inflasi Bulan Ramadhan 2020 Sangat Rendah di 0,09%
&quot;Adapun inflasi tahunan per bulan Mei diperkirakan mencapai 2,15% year on year (yoy), dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,67% yoy,&quot; Ekonom Bank Pertama Josua Pardede kepada Okezone, Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Rendahnya inflasi pada bulan Mei didorong oleh potensi deflasi kelompok harga bergejolak terindikasi dari penurunan harga sebagian besar komoditas pangan seperti, beras -0,2% Month on Month/MoM), telur ayam -5,5% MoM, bawang putih -14,7%MoM, cabai merah -5,7%MoM, cabai rawit -16,0%MoM, minyak goreng -0,5% MoM dan gula pasir -4,0%MoM.
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi April 0,08%, Gubernur BI: Permintaan Melemah
&quot;Sementara beberapa harga komoditas pangan yang cenderung naik antara lain, daging ayam 14,5% MoM, daging sapi 0,9%MoM, bawang merah 22,8% MoM,&quot; ungkap dia.
Kemudian lanjut dia, tren penurunan sebagian harga komoditas pangan tersebut menunjukkan koordinasi pengendalian inflasi di tingkat nasional dan daerah cenderung baik di tengah pandemi Covid-19 ini.&quot;Inflasi inti cenderung menurun menjadi 2,69% dari bulan sebelumnya  yang tercatat 2,85% YoY, dipengaruhi oleh inflasi sisi permintaan yang  cenderung rendah, serta penurunan harga emas perhiasan sepanjang bulan  Mei sebesar -2,13% MoM,&quot; jelas dia.
Inflasi sisi permintaan yang rendah tersebut juga dipengaruhi oleh  lemahnya daya beli masyarakat 2-3 bulan terakhir mengingat aktivitas  sisi produksi yang terganggu akibat kebijakan PSBB di berbagai daerah  dalam rangka menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.
&quot;Selain itu, rendahnya inflasi Lebaran pada tahun ini juga  dipengaruhi oleh kebijakan pelarangan mudik yang berpotensi mendorong  deflasi pada inflasi kelompok transportasi,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Mei 2020 diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,03% (month to month/mtm). Lebih rendah dari tingkat inflasi di bulan sebelumnya yang sebesar 0,08% mtm.
Inflasi bulanan tersebut lebih rendah dari rata-rata inflasi bulanan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri dalam 2 tahun terakhir (2018-2019) yang tercatat sekitar 0,58%.
Baca juga: BI Prediksi Inflasi Bulan Ramadhan 2020 Sangat Rendah di 0,09%
&quot;Adapun inflasi tahunan per bulan Mei diperkirakan mencapai 2,15% year on year (yoy), dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,67% yoy,&quot; Ekonom Bank Pertama Josua Pardede kepada Okezone, Jakarta, Selasa (2/6/2020).
Rendahnya inflasi pada bulan Mei didorong oleh potensi deflasi kelompok harga bergejolak terindikasi dari penurunan harga sebagian besar komoditas pangan seperti, beras -0,2% Month on Month/MoM), telur ayam -5,5% MoM, bawang putih -14,7%MoM, cabai merah -5,7%MoM, cabai rawit -16,0%MoM, minyak goreng -0,5% MoM dan gula pasir -4,0%MoM.
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi April 0,08%, Gubernur BI: Permintaan Melemah
&quot;Sementara beberapa harga komoditas pangan yang cenderung naik antara lain, daging ayam 14,5% MoM, daging sapi 0,9%MoM, bawang merah 22,8% MoM,&quot; ungkap dia.
Kemudian lanjut dia, tren penurunan sebagian harga komoditas pangan tersebut menunjukkan koordinasi pengendalian inflasi di tingkat nasional dan daerah cenderung baik di tengah pandemi Covid-19 ini.&quot;Inflasi inti cenderung menurun menjadi 2,69% dari bulan sebelumnya  yang tercatat 2,85% YoY, dipengaruhi oleh inflasi sisi permintaan yang  cenderung rendah, serta penurunan harga emas perhiasan sepanjang bulan  Mei sebesar -2,13% MoM,&quot; jelas dia.
Inflasi sisi permintaan yang rendah tersebut juga dipengaruhi oleh  lemahnya daya beli masyarakat 2-3 bulan terakhir mengingat aktivitas  sisi produksi yang terganggu akibat kebijakan PSBB di berbagai daerah  dalam rangka menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.
&quot;Selain itu, rendahnya inflasi Lebaran pada tahun ini juga  dipengaruhi oleh kebijakan pelarangan mudik yang berpotensi mendorong  deflasi pada inflasi kelompok transportasi,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
