<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Raksasa AS Soroti Demonstrasi, dari Google hingga Microsoft</title><description>Perusahaan-perusahaan raksasa di AS, mulai dari teknologi, perbankan, busana dan hiburan mengeluarkan pesan dukungan bagi demonstrasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223108/perusahaan-raksasa-as-soroti-demonstrasi-dari-google-hingga-microsoft</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223108/perusahaan-raksasa-as-soroti-demonstrasi-dari-google-hingga-microsoft"/><item><title>Perusahaan Raksasa AS Soroti Demonstrasi, dari Google hingga Microsoft</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223108/perusahaan-raksasa-as-soroti-demonstrasi-dari-google-hingga-microsoft</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223108/perusahaan-raksasa-as-soroti-demonstrasi-dari-google-hingga-microsoft</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 10:12 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223108/perusahaan-raksasa-as-soroti-demonstrasi-dari-google-hingga-microsoft-vc3wtiH991.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Google (Foto: Hindustan Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223108/perusahaan-raksasa-as-soroti-demonstrasi-dari-google-hingga-microsoft-vc3wtiH991.jpg</image><title>Google (Foto: Hindustan Times)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan-perusahaan raksasa di AS, mulai dari teknologi, perbankan, busana dan hiburan mengeluarkan pesan dukungan bagi mereka yang berdemonstrasi menentang perlakuan polisi terhadap warga kulit hitam.
&amp;ldquo;Saya terkejut oleh banyaknya eksekutif yang berbicara lantang untuk pertama kalinya,&amp;rdquo; kata profesor di Haas School of Business di UC Berkeley dan pendiri Center for Equity, Gender and Leadership Kellie McElhaney.
Baca juga: Wall Street Menguat meski Ada Kerusuhan di AS
Menurutnya, bos-bos perusahaan bereaksi karena kebrutalan yang tampak dalam video di mana seorang polisi di Minneapolis menindih leher belakang George Floyd yang akhirnya tewas.
&amp;ldquo;Perusahaan-perusahaan itu dikelola oleh manusia,&amp;rdquo; kata McElhaney. Mereka memiliki pegawai, eksekutif, pelanggan kulit hitam dan kulit berwarna lainnya. Menurutnya, jelas ada risiko dalam menyampaikan pesan dukungan tetapi manfaatnya jauh melampaui risiko itu.

Netflix menulis cuitan &amp;ldquo;Bungkam artinya terlibat, kita memiliki kewajiban untuk berbicara bagi para anggota, pegawai, kreator dan para seniman kulit hitam kita.&amp;rdquo;
Google menambahkan pada laman pencari utamanya, &amp;ldquo;Kami mendukung kesetaraan ras, dan mereka semua yang mengupayakannya.&amp;rdquo;
Twitter mengubah akun Twitternya dengan menulis #BlackLivesMatter.Bahkan CEO Microsoft Satya Nadella mengajak para pegawai untuk  bergabung bersamanya dan semua orang di tim pimpinan senior, dalam  mendukung perubahan di perusahaan, komunitas dan di dalam masyarakat  secara keseluruhan.
&amp;ldquo;Rasisme terus menjadi akar begitu banyak kesakitan dan keburukan  dalam masyarakat kita,&amp;rdquo; tulis Eksekutif Keuangan Citibank Mark Mason.
Baca juga: Tertangkap Kamera Lakukan Perusakan dalam Kerusuhan AS, Pria Bertato Peta Indonesia Minta Maaf
Dengan mengambil sikap memihak, perusahaan-perusahaan berisiko  kehilangan pelanggan, mitra, pemasok dan pegawai yang tidak sependapat  dengan sikap perusahaan, kata McElhaney. Mereka juga berisiko dituduh  memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan perusahaan mereka karena ada  sebagian yang mungkin menganggap pernyataan-pernyataan dukungan itu  tidak tulus.
Tetapi bisnis juga menghadapi risiko apabila tidak mengeluarkan  pernyataan apapun, lanjutnya. Para pegawai berusia muda menginginkan  pimpinan perusahaan untuk bersuara.

&amp;ldquo;Saya cenderung meyakini bahwa orang bersuara karena tidak ada lagi  opsi,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;ldquo;Setiap pegawai menginginkan pemimpin mereka untuk  bersuara, khususnya pegawai kulit hitam dan kulit berwarna lainnya,&amp;rdquo;  tambahnya.
Pada tahun 2018, Nike meluncurkan iklan dukungan bagi Colin  Kaepernick, mantan pemain sepak bola profesional yang memprotes  perlakuan polisi terhadap warga kulit hitam. Sebagian orang menyukainya,  sebagian lagi membakar produk Nike mereka. Iklan yang diperdebatkan ini  tidak merugikan penghasilan Nike, sebut berbagai laporan.
Sementara protes menyebar ke berbagai penjuru AS setelah kematian  Floyd, Nike merilis video yang mendukung pesan para pengunjuk rasa,  &amp;ldquo;Jangan abaikan rasisme. Jangan terima nyawa orang-orang tak berdosa  diambil. Jangan membuat alasan apapun lagi.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan-perusahaan raksasa di AS, mulai dari teknologi, perbankan, busana dan hiburan mengeluarkan pesan dukungan bagi mereka yang berdemonstrasi menentang perlakuan polisi terhadap warga kulit hitam.
&amp;ldquo;Saya terkejut oleh banyaknya eksekutif yang berbicara lantang untuk pertama kalinya,&amp;rdquo; kata profesor di Haas School of Business di UC Berkeley dan pendiri Center for Equity, Gender and Leadership Kellie McElhaney.
Baca juga: Wall Street Menguat meski Ada Kerusuhan di AS
Menurutnya, bos-bos perusahaan bereaksi karena kebrutalan yang tampak dalam video di mana seorang polisi di Minneapolis menindih leher belakang George Floyd yang akhirnya tewas.
&amp;ldquo;Perusahaan-perusahaan itu dikelola oleh manusia,&amp;rdquo; kata McElhaney. Mereka memiliki pegawai, eksekutif, pelanggan kulit hitam dan kulit berwarna lainnya. Menurutnya, jelas ada risiko dalam menyampaikan pesan dukungan tetapi manfaatnya jauh melampaui risiko itu.

Netflix menulis cuitan &amp;ldquo;Bungkam artinya terlibat, kita memiliki kewajiban untuk berbicara bagi para anggota, pegawai, kreator dan para seniman kulit hitam kita.&amp;rdquo;
Google menambahkan pada laman pencari utamanya, &amp;ldquo;Kami mendukung kesetaraan ras, dan mereka semua yang mengupayakannya.&amp;rdquo;
Twitter mengubah akun Twitternya dengan menulis #BlackLivesMatter.Bahkan CEO Microsoft Satya Nadella mengajak para pegawai untuk  bergabung bersamanya dan semua orang di tim pimpinan senior, dalam  mendukung perubahan di perusahaan, komunitas dan di dalam masyarakat  secara keseluruhan.
&amp;ldquo;Rasisme terus menjadi akar begitu banyak kesakitan dan keburukan  dalam masyarakat kita,&amp;rdquo; tulis Eksekutif Keuangan Citibank Mark Mason.
Baca juga: Tertangkap Kamera Lakukan Perusakan dalam Kerusuhan AS, Pria Bertato Peta Indonesia Minta Maaf
Dengan mengambil sikap memihak, perusahaan-perusahaan berisiko  kehilangan pelanggan, mitra, pemasok dan pegawai yang tidak sependapat  dengan sikap perusahaan, kata McElhaney. Mereka juga berisiko dituduh  memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan perusahaan mereka karena ada  sebagian yang mungkin menganggap pernyataan-pernyataan dukungan itu  tidak tulus.
Tetapi bisnis juga menghadapi risiko apabila tidak mengeluarkan  pernyataan apapun, lanjutnya. Para pegawai berusia muda menginginkan  pimpinan perusahaan untuk bersuara.

&amp;ldquo;Saya cenderung meyakini bahwa orang bersuara karena tidak ada lagi  opsi,&amp;rdquo; ujarnya. &amp;ldquo;Setiap pegawai menginginkan pemimpin mereka untuk  bersuara, khususnya pegawai kulit hitam dan kulit berwarna lainnya,&amp;rdquo;  tambahnya.
Pada tahun 2018, Nike meluncurkan iklan dukungan bagi Colin  Kaepernick, mantan pemain sepak bola profesional yang memprotes  perlakuan polisi terhadap warga kulit hitam. Sebagian orang menyukainya,  sebagian lagi membakar produk Nike mereka. Iklan yang diperdebatkan ini  tidak merugikan penghasilan Nike, sebut berbagai laporan.
Sementara protes menyebar ke berbagai penjuru AS setelah kematian  Floyd, Nike merilis video yang mendukung pesan para pengunjuk rasa,  &amp;ldquo;Jangan abaikan rasisme. Jangan terima nyawa orang-orang tak berdosa  diambil. Jangan membuat alasan apapun lagi.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
