<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>New Normal Pariwisata, Daerah Mana yang Bakal Dikunjungi Turis?</title><description>Pariwisata akan menjadi sektor yang dipersiapkan untuk menjalankan era new normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223139/new-normal-pariwisata-daerah-mana-yang-bakal-dikunjungi-turis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223139/new-normal-pariwisata-daerah-mana-yang-bakal-dikunjungi-turis"/><item><title>New Normal Pariwisata, Daerah Mana yang Bakal Dikunjungi Turis?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223139/new-normal-pariwisata-daerah-mana-yang-bakal-dikunjungi-turis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223139/new-normal-pariwisata-daerah-mana-yang-bakal-dikunjungi-turis</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223139/new-normal-pariwisata-daerah-mana-yang-bakal-dikunjungi-turis-gw6U2xv45Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223139/new-normal-pariwisata-daerah-mana-yang-bakal-dikunjungi-turis-gw6U2xv45Z.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pariwisata akan menjadi sektor yang dipersiapkan untuk menjalankan era new normal. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menyiapkan standar dan budaya baru di sektor pariwisata.
Hal ini untuk menghadapi new normal di sektor pariwisata saat wabah virus Corona atau Covid-19. Jokowi mengatakan, strategi khusus dalam promosi pariwisata di era new normal perlu dipersiapkan.
Sementara itu, ASITA selaku Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia telah mengadakan penelitian guna mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada pola traveler wisatawan nusantara maupun asing.
Baca juga: Pelaku Pariwisata di Malang Usulkan Bentuk Satgas Khusus Menuju New Normal
Adapun data yang digunakan adalah database customer Wisatawan Indonesia ataupun Wisatawan Asing yang sudah pernah ke Indonesia sebelumnya.
ASITA mengadakan pre survey berupa polling yang diambil dari peserta Bincang Bisnis Asita pada 9 Mei 2020 yang diisi oleh 275 responden.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMS80LzEyMTM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Responden tersebut adalah 42,7% anggota ASITA dan sisanya 57,3% adalah bukan anggota ASITA yang terdiri dari 29,6% adalah pemilik BPW, 25,7% adalah pekerja di industri pariwisata, 22,8% adalah peserta dari NGO, instansi pemerintah, wartawan/media dan mahasiswa 14,1% akademisi, peneliti, dan mahasiswa,&quot; ungkap ketua ASITA Rusmiati saat dihubungi Okezone Selasa (2/6/2020).

Rusmiati melanjutkan, hal menarik dari quick survey ini adalah bahwa orang-orang akan segera melakukan perjalanan dalam kurun waktu 1 bulan setelah pandemi usai.
Dengan pilihan terbanyak adalah mengunjungi teman dan kerabat sebanyak 22,5%, kemudian berwisata ke kota lain sebanyak 19,5%, berwisata ke provinsi lain sebanyak 18,7%.Selain itu, melakukan perjalanan bisnis juga menjadi alasan orang  untuk segera melakukan perjalanan yakni sebanyak 16,9% dan hanya 13,9%  yang memilih untuk berwisata keluar negeri.
Efek lockdown selama hampir dua bulan ini dan kampanye social  distancing rupanya sangat melekat di benak para responden sehingga  mereka 44,6% mayoritas memilih untuk berwisata alam mengunjungi obyek  wisata Alam seperti obyek Pantai, Gunung, Sungai, Air terjun, atau Desa  wisata untuk melepaskan penat selama ini berada di rumah.
Kemudian wisata budaya menjadi pilihan berikutnya yaitu 21%, kuliner  juga menjadi alasan responden walau hanya 14% dan alasan lainnya seperti  Bisnis (6%), Silaturahmi (5%), Wisata adventure (4%) dan bermacam  alasan lainnya (6%).</description><content:encoded>JAKARTA - Pariwisata akan menjadi sektor yang dipersiapkan untuk menjalankan era new normal. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menyiapkan standar dan budaya baru di sektor pariwisata.
Hal ini untuk menghadapi new normal di sektor pariwisata saat wabah virus Corona atau Covid-19. Jokowi mengatakan, strategi khusus dalam promosi pariwisata di era new normal perlu dipersiapkan.
Sementara itu, ASITA selaku Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia telah mengadakan penelitian guna mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada pola traveler wisatawan nusantara maupun asing.
Baca juga: Pelaku Pariwisata di Malang Usulkan Bentuk Satgas Khusus Menuju New Normal
Adapun data yang digunakan adalah database customer Wisatawan Indonesia ataupun Wisatawan Asing yang sudah pernah ke Indonesia sebelumnya.
ASITA mengadakan pre survey berupa polling yang diambil dari peserta Bincang Bisnis Asita pada 9 Mei 2020 yang diisi oleh 275 responden.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMS80LzEyMTM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Responden tersebut adalah 42,7% anggota ASITA dan sisanya 57,3% adalah bukan anggota ASITA yang terdiri dari 29,6% adalah pemilik BPW, 25,7% adalah pekerja di industri pariwisata, 22,8% adalah peserta dari NGO, instansi pemerintah, wartawan/media dan mahasiswa 14,1% akademisi, peneliti, dan mahasiswa,&quot; ungkap ketua ASITA Rusmiati saat dihubungi Okezone Selasa (2/6/2020).

Rusmiati melanjutkan, hal menarik dari quick survey ini adalah bahwa orang-orang akan segera melakukan perjalanan dalam kurun waktu 1 bulan setelah pandemi usai.
Dengan pilihan terbanyak adalah mengunjungi teman dan kerabat sebanyak 22,5%, kemudian berwisata ke kota lain sebanyak 19,5%, berwisata ke provinsi lain sebanyak 18,7%.Selain itu, melakukan perjalanan bisnis juga menjadi alasan orang  untuk segera melakukan perjalanan yakni sebanyak 16,9% dan hanya 13,9%  yang memilih untuk berwisata keluar negeri.
Efek lockdown selama hampir dua bulan ini dan kampanye social  distancing rupanya sangat melekat di benak para responden sehingga  mereka 44,6% mayoritas memilih untuk berwisata alam mengunjungi obyek  wisata Alam seperti obyek Pantai, Gunung, Sungai, Air terjun, atau Desa  wisata untuk melepaskan penat selama ini berada di rumah.
Kemudian wisata budaya menjadi pilihan berikutnya yaitu 21%, kuliner  juga menjadi alasan responden walau hanya 14% dan alasan lainnya seperti  Bisnis (6%), Silaturahmi (5%), Wisata adventure (4%) dan bermacam  alasan lainnya (6%).</content:encoded></item></channel></rss>
