<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Agen Perjalanan Sebut Bali Siap Hadapi New Normal</title><description>Rusmiati mengatakan, anggota ASITA siap menyambut pembukaan dan pemberlakuan new normal di Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223164/agen-perjalanan-sebut-bali-siap-hadapi-new-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223164/agen-perjalanan-sebut-bali-siap-hadapi-new-normal"/><item><title>Agen Perjalanan Sebut Bali Siap Hadapi New Normal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223164/agen-perjalanan-sebut-bali-siap-hadapi-new-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223164/agen-perjalanan-sebut-bali-siap-hadapi-new-normal</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223164/agen-perjalanan-sebut-bali-siap-hadapi-new-normal-wY81xK4Wnp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bali (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223164/agen-perjalanan-sebut-bali-siap-hadapi-new-normal-wY81xK4Wnp.jpg</image><title>Bali (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Rusmiati mengatakan, anggota ASITA siap menyambut pembukaan dan pemberlakuan new normal di Bali.
Rusmiati mengaku, ia telah meminta para anggotanya untuk mempersiapkan diri dan seluruh fasilitas sesuai yang telah ditetapkan pemerintah guna menghentikan persebaran virus corona.
Baca Juga: Persiapan New Normal Pariwisata, RI Masih Jadi Tujuan Turis Asing?
&quot;Kami meminta para anggota untuk berbenah dan menyiapkan seluruh fasilitas sesuai anjuran dalam menghadapi new normal. Salah satunya pembatasan yang diperlukan untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid19,&quot; ungkap Rusmiati saat dihubungi Okezone pada Selasa (2/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMS80LzEyMTM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Adapun prosedur utama yang akan diterapkan ketika new normal mulai berjalan adalah pembatasan jumlah pengunjung. Proses reservasi pun juga akan dilakukan secara online.
Baca Juga: New Normal, Industri Pariwisata Siapkan Protokol Kesehatan
&quot;Mulai dari pembatasan jumlah pekerja dan jam kunjungan serta reservasi melalui sistem online,&quot; ungkapnya.
Dia melanjutkan, pembatasan dilakukan kepada para wisatawan yang berkunjung ke beberapa objek wisata di Bali itu sukses, maka akan diterapkan juga ke daerah yang penyebaran Covid-19 rendah.
&quot;Dengan harapan dengan membuka secara parsial beberapa destinasi dapat membawa wisatawan kembali untuk travelling dan tetap memperhatikan standar SOP Nasional,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Rusmiati mengatakan, anggota ASITA siap menyambut pembukaan dan pemberlakuan new normal di Bali.
Rusmiati mengaku, ia telah meminta para anggotanya untuk mempersiapkan diri dan seluruh fasilitas sesuai yang telah ditetapkan pemerintah guna menghentikan persebaran virus corona.
Baca Juga: Persiapan New Normal Pariwisata, RI Masih Jadi Tujuan Turis Asing?
&quot;Kami meminta para anggota untuk berbenah dan menyiapkan seluruh fasilitas sesuai anjuran dalam menghadapi new normal. Salah satunya pembatasan yang diperlukan untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid19,&quot; ungkap Rusmiati saat dihubungi Okezone pada Selasa (2/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wMS80LzEyMTM2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Adapun prosedur utama yang akan diterapkan ketika new normal mulai berjalan adalah pembatasan jumlah pengunjung. Proses reservasi pun juga akan dilakukan secara online.
Baca Juga: New Normal, Industri Pariwisata Siapkan Protokol Kesehatan
&quot;Mulai dari pembatasan jumlah pekerja dan jam kunjungan serta reservasi melalui sistem online,&quot; ungkapnya.
Dia melanjutkan, pembatasan dilakukan kepada para wisatawan yang berkunjung ke beberapa objek wisata di Bali itu sukses, maka akan diterapkan juga ke daerah yang penyebaran Covid-19 rendah.
&quot;Dengan harapan dengan membuka secara parsial beberapa destinasi dapat membawa wisatawan kembali untuk travelling dan tetap memperhatikan standar SOP Nasional,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
