<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kedai Kopi WNI: 2 Bulan Tutup, Buka Hari Pertama Langsung Rusak</title><description>Vivit Kavi mengaku, kedainya baru buka pertama kali setelah tutup hampir dua bulan akibat virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223255/kedai-kopi-wni-2-bulan-tutup-buka-hari-pertama-langsung-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223255/kedai-kopi-wni-2-bulan-tutup-buka-hari-pertama-langsung-rusak"/><item><title>Kedai Kopi WNI: 2 Bulan Tutup, Buka Hari Pertama Langsung Rusak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223255/kedai-kopi-wni-2-bulan-tutup-buka-hari-pertama-langsung-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223255/kedai-kopi-wni-2-bulan-tutup-buka-hari-pertama-langsung-rusak</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 13:41 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223255/kedai-kopi-wni-2-bulan-tutup-buka-hari-pertama-langsung-rusak-NMBIuerPHO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kedai kopi rusak (Foto: Inst Dua Coffee DC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223255/kedai-kopi-wni-2-bulan-tutup-buka-hari-pertama-langsung-rusak-NMBIuerPHO.jpg</image><title>Kedai kopi rusak (Foto: Inst Dua Coffee DC)</title></images><description>JAKARTA - Banyak toko dan kedai yang mengalami kerusakan akibat unjuk rasa berujung kekerasan karena kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd di tangan polisi. Bahkan sebuah kedai kopi milik WNI di Washington DC rusak akibat kerusuhan.
Pemilik kedai kopi, Vivit Kavi mengaku, kedainya baru buka pertama kali setelah tutup hampir dua bulan akibat virus corona. Namun hari pertama buka kedai kopinya langsung rusak akibat kerusuhan.
&amp;nbsp;
&quot;Itu terjadi di malam kami baru buka pertama kalinya pada 30 Mei lalu setelah tutup sejak 17 Maret lalu,&quot; kata Vivit.
&amp;nbsp;Baca juga: Duka Cita Bos Perusahaan Penjualan Bahan Bangunan Akibat Meninggalnya George Floyd
Seperti dilansir dari BBC, Selasa (2/6/2020), Vivit mengatakan, saat awal buka, dia merasa senang. Apalagi banyak pengunjung datang membeli kopi dari kedainya.
&quot;Pengunjung datang dari jam 9 sampai 2 siang. Di antara itu protes ada tapi aman. Lalu kami tutup jam 4 sore. Lalu menjelang malam, pendemo tidak terkontrol.&quot;
&amp;nbsp;Baca juga: Sedihnya Toko-Toko di AS, Terkena Dampak Pandemi Covid-19 hingga Penjarahan
&quot;Dari protes damai menjadi rusuh. Sekitar jam 12 malam mulai terjadi pengerusakan dan pembakaran. Toko kami rusak kacanya,&quot; terang Vivit.Vivit menambahkan, kedai kopinya memiliki dua lapis kaca. Lapisan terluar pecah, namun lapis dalam aman.
Namun dia masih beruntung. Tidak ada pengunjuk rasa yang merangsek masuk, apalagi menjarah.
Vivit belum tahu kapan akan kembali lagi buka karena berdasarkan keterangan polisi ada kemungkinan kembali muncul aksi demonstrasi.
&quot;Rasanya itu, dari senang banget karena sudah mulai buka tiba-tiba kejadian seperti ini, seperti diangkat-angkat terus dijatuhkan ke jurang. Sama kayak naik kereta luncur,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak toko dan kedai yang mengalami kerusakan akibat unjuk rasa berujung kekerasan karena kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd di tangan polisi. Bahkan sebuah kedai kopi milik WNI di Washington DC rusak akibat kerusuhan.
Pemilik kedai kopi, Vivit Kavi mengaku, kedainya baru buka pertama kali setelah tutup hampir dua bulan akibat virus corona. Namun hari pertama buka kedai kopinya langsung rusak akibat kerusuhan.
&amp;nbsp;
&quot;Itu terjadi di malam kami baru buka pertama kalinya pada 30 Mei lalu setelah tutup sejak 17 Maret lalu,&quot; kata Vivit.
&amp;nbsp;Baca juga: Duka Cita Bos Perusahaan Penjualan Bahan Bangunan Akibat Meninggalnya George Floyd
Seperti dilansir dari BBC, Selasa (2/6/2020), Vivit mengatakan, saat awal buka, dia merasa senang. Apalagi banyak pengunjung datang membeli kopi dari kedainya.
&quot;Pengunjung datang dari jam 9 sampai 2 siang. Di antara itu protes ada tapi aman. Lalu kami tutup jam 4 sore. Lalu menjelang malam, pendemo tidak terkontrol.&quot;
&amp;nbsp;Baca juga: Sedihnya Toko-Toko di AS, Terkena Dampak Pandemi Covid-19 hingga Penjarahan
&quot;Dari protes damai menjadi rusuh. Sekitar jam 12 malam mulai terjadi pengerusakan dan pembakaran. Toko kami rusak kacanya,&quot; terang Vivit.Vivit menambahkan, kedai kopinya memiliki dua lapis kaca. Lapisan terluar pecah, namun lapis dalam aman.
Namun dia masih beruntung. Tidak ada pengunjuk rasa yang merangsek masuk, apalagi menjarah.
Vivit belum tahu kapan akan kembali lagi buka karena berdasarkan keterangan polisi ada kemungkinan kembali muncul aksi demonstrasi.
&quot;Rasanya itu, dari senang banget karena sudah mulai buka tiba-tiba kejadian seperti ini, seperti diangkat-angkat terus dijatuhkan ke jurang. Sama kayak naik kereta luncur,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
