<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Kontrak Kerja, Rustinah: Saya Dipekerjakan dan Dipecat dengan Ucapan</title><description>Seorang PRT, Rustinah mengaku di-PHK sejak Maret lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223342/tak-ada-kontrak-kerja-rustinah-saya-dipekerjakan-dan-dipecat-dengan-ucapan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223342/tak-ada-kontrak-kerja-rustinah-saya-dipekerjakan-dan-dipecat-dengan-ucapan"/><item><title>Tak Ada Kontrak Kerja, Rustinah: Saya Dipekerjakan dan Dipecat dengan Ucapan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223342/tak-ada-kontrak-kerja-rustinah-saya-dipekerjakan-dan-dipecat-dengan-ucapan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223342/tak-ada-kontrak-kerja-rustinah-saya-dipekerjakan-dan-dipecat-dengan-ucapan</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 15:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223342/tak-ada-kontrak-kerja-rustinah-saya-dipekerjakan-dan-dipecat-dengan-ucapan-xgsgA7B1XT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DI-PHK via ponsel (Foto: Healthline)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223342/tak-ada-kontrak-kerja-rustinah-saya-dipekerjakan-dan-dipecat-dengan-ucapan-xgsgA7B1XT.jpg</image><title>DI-PHK via ponsel (Foto: Healthline)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 menghancurkan ekonomi banyak orang. Banyak pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.
Pekerja rumah tangga (PRT) hingga pengasuh anak banyak yang di-PHK akibat pandemi Covid-19. Mereka seringkali tak mendapat pesangon saat di-PHK. Padahal kebutuhan hidup sehari-hari harus dipenuhi.
Seorang PRT, Rustinah mengaku di-PHK sejak Maret lalu. Dia sangat sedih dengan pemecatan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMC8xLzEyMTM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Seperti dilansir dari BBC, Selasa (2/6/2020), Rustinah juga kecewa karena bosnya dengan mudah memecatnya. Sementara dia tak bisa menuntut hak-haknya sebagai pekerja.
&quot;Ibu bilang, mbak tidak usah telepon atau kasih kabar saya lagi. Nanti tunggu kabar dari saya. Saya panggil lagi atau tidak nanti saya kabari lagi,&quot; kata Rustinah menirukan ucapan bosnya.
Baca juga: Pilot Garuda Indonesia Akhirnya Kena PHK
Tidak ada kontrak kerja antara Rustinah dan majikannya. Ini sebenarnya dialami oleh banyak PRT lainnya.
&quot;Kami itu seperti tidak dianggap. Dipekerjakan lewat ucapan dan dipecat dengan ucapan,&quot; katanya sedih.
Saat ini Rustinah dan keluarga memenuhi kebutuhan hidup dari bantuan sanak saudara dan pemerintah.
Baca juga: Akibat Covid-19, Pengasuh Anak Kena PHK dan Terpaksa Numpang Makan
&quot;Tapi tetap saya harus berutang ke saudara saya. Cicilan motor nunggak dua bulan, bayar listrik, buat makan dan kebutuhan sehari-hari,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 menghancurkan ekonomi banyak orang. Banyak pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19.
Pekerja rumah tangga (PRT) hingga pengasuh anak banyak yang di-PHK akibat pandemi Covid-19. Mereka seringkali tak mendapat pesangon saat di-PHK. Padahal kebutuhan hidup sehari-hari harus dipenuhi.
Seorang PRT, Rustinah mengaku di-PHK sejak Maret lalu. Dia sangat sedih dengan pemecatan tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMC8xLzEyMTM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Seperti dilansir dari BBC, Selasa (2/6/2020), Rustinah juga kecewa karena bosnya dengan mudah memecatnya. Sementara dia tak bisa menuntut hak-haknya sebagai pekerja.
&quot;Ibu bilang, mbak tidak usah telepon atau kasih kabar saya lagi. Nanti tunggu kabar dari saya. Saya panggil lagi atau tidak nanti saya kabari lagi,&quot; kata Rustinah menirukan ucapan bosnya.
Baca juga: Pilot Garuda Indonesia Akhirnya Kena PHK
Tidak ada kontrak kerja antara Rustinah dan majikannya. Ini sebenarnya dialami oleh banyak PRT lainnya.
&quot;Kami itu seperti tidak dianggap. Dipekerjakan lewat ucapan dan dipecat dengan ucapan,&quot; katanya sedih.
Saat ini Rustinah dan keluarga memenuhi kebutuhan hidup dari bantuan sanak saudara dan pemerintah.
Baca juga: Akibat Covid-19, Pengasuh Anak Kena PHK dan Terpaksa Numpang Makan
&quot;Tapi tetap saya harus berutang ke saudara saya. Cicilan motor nunggak dua bulan, bayar listrik, buat makan dan kebutuhan sehari-hari,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
