<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Bisa Jadi Ujung Tombak Ekonomi RI, Begini Caranya</title><description>Menurut Menperin, Indonesia perlu menangkap peluang investasi dari berbagai negara potensial.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223384/industri-bisa-jadi-ujung-tombak-ekonomi-ri-begini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223384/industri-bisa-jadi-ujung-tombak-ekonomi-ri-begini-caranya"/><item><title>Industri Bisa Jadi Ujung Tombak Ekonomi RI, Begini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223384/industri-bisa-jadi-ujung-tombak-ekonomi-ri-begini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/02/320/2223384/industri-bisa-jadi-ujung-tombak-ekonomi-ri-begini-caranya</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2020 22:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223384/industri-bisa-jadi-ujung-tombak-ekonomi-ri-begini-caranya-XPD6rF2NEx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/02/320/2223384/industri-bisa-jadi-ujung-tombak-ekonomi-ri-begini-caranya-XPD6rF2NEx.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, dalam memantau kegiatan dan melakukan pembinaan industri khususnya di masa pandemi covid-19, Kemenperin terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
&amp;ldquo;Dengan dukungan dari pemda, pengembangan industri nasional bisa lebih cepat, sehingga bisa menjadi ujung tombak atau motor penggerak utama bagi perekonomian nasional,&amp;rdquo; tuturnya dilansir dari laman Kemenperin, Selasa (2/6/2020).
Baca Juga: 1,6 Miliar Pekerja Informal di Dunia Terdampak Covid-19
Menurut Menperin, Indonesia perlu menangkap peluang investasi dari berbagai negara potensial, terutama mereka yang ingin merelokasi pabriknya seperti beberapa perusahaan Amerika Serikat dan Jepang.
&amp;ldquo;Oleh karenanya, kita harus benar-benar persiapkan dengan matang, termasuk ketersediaan kawasan industri dan infrastruktur yang terintegrasi,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: Brebes Disiapkan Tampung Relokasi Industri AS dari China
Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam kurun lima tahun terakhir, sejak 2015 hingga triwulan I-2020, investasi di industri makanan menjadi sktor yang tertinggi menggelontorkan dananya di tanah air dengan nilai mencapai Rp293,2 triliun atau berkontribusi 21,7% dari total investasi sektor manufaktur sebesar Rp1.348,9 triliun.
Sektor berikutnya adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada tahun 2019 dan triwulan I 2020 dengan total investasi mencapai Rp266,7 triliun. Selanjutnya, industri kimia dan farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp243,9 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMC8xLzEyMTM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, dalam memantau kegiatan dan melakukan pembinaan industri khususnya di masa pandemi covid-19, Kemenperin terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
&amp;ldquo;Dengan dukungan dari pemda, pengembangan industri nasional bisa lebih cepat, sehingga bisa menjadi ujung tombak atau motor penggerak utama bagi perekonomian nasional,&amp;rdquo; tuturnya dilansir dari laman Kemenperin, Selasa (2/6/2020).
Baca Juga: 1,6 Miliar Pekerja Informal di Dunia Terdampak Covid-19
Menurut Menperin, Indonesia perlu menangkap peluang investasi dari berbagai negara potensial, terutama mereka yang ingin merelokasi pabriknya seperti beberapa perusahaan Amerika Serikat dan Jepang.
&amp;ldquo;Oleh karenanya, kita harus benar-benar persiapkan dengan matang, termasuk ketersediaan kawasan industri dan infrastruktur yang terintegrasi,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: Brebes Disiapkan Tampung Relokasi Industri AS dari China
Merujuk data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dalam kurun lima tahun terakhir, sejak 2015 hingga triwulan I-2020, investasi di industri makanan menjadi sktor yang tertinggi menggelontorkan dananya di tanah air dengan nilai mencapai Rp293,2 triliun atau berkontribusi 21,7% dari total investasi sektor manufaktur sebesar Rp1.348,9 triliun.
Sektor berikutnya adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya yang menunjukkan peningkatan pada tahun 2019 dan triwulan I 2020 dengan total investasi mencapai Rp266,7 triliun. Selanjutnya, industri kimia dan farmasi berada di peringkat ketiga dengan nilai investasi Rp243,9 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMC8xLzEyMTM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
