<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Tinggalkan Dolar AS, Indeks Melemah Lagi</title><description>Dolar melemah karena permintaan investor terhadap mata uang tersebut menurun di tengah harapan pemulihan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/278/2223657/investor-tinggalkan-dolar-as-indeks-melemah-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/278/2223657/investor-tinggalkan-dolar-as-indeks-melemah-lagi"/><item><title>Investor Tinggalkan Dolar AS, Indeks Melemah Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/278/2223657/investor-tinggalkan-dolar-as-indeks-melemah-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/278/2223657/investor-tinggalkan-dolar-as-indeks-melemah-lagi</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2020 09:00 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/03/278/2223657/investor-tinggalkan-dolar-as-indeks-melemah-lagi-W7pTdn1owr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/03/278/2223657/investor-tinggalkan-dolar-as-indeks-melemah-lagi-W7pTdn1owr.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS tergelincir di akhir perdagangan kemarin. Dolar melemah karena permintaan investor terhadap mata uang tersebut menurun di tengah harapan pemulihan ekonomi global.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Terdorong Data Ekonomi
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16% menjadi 97,6758, menyusul penurunan 0,5% pada sesi sebelumnya, dilansir dari Xinhua, Rabu (3/6/2020).
Pada akhir perdagangan New York pada hari Selasa, euro naik menjadi USD1,1171 dari USD1,1132 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2541 dari USD1,2493 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6887 dari USD0,6798.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/10/61926/318000_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Menguat 40 Poin dari Dolar AS di Tengah Ancaman Korona&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Dolar AS membeli 108,71 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9621 franc Swiss dari 0,9617 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3515 dolar Kanada dari 1,3577 dolar Kanada.
&quot;Investor memperpanjang kemunduran dari dolar AS selama 24 jam terakhir,&quot; kata analis di UBS dalam sebuah catatan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS tergelincir di akhir perdagangan kemarin. Dolar melemah karena permintaan investor terhadap mata uang tersebut menurun di tengah harapan pemulihan ekonomi global.
Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat Terdorong Data Ekonomi
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16% menjadi 97,6758, menyusul penurunan 0,5% pada sesi sebelumnya, dilansir dari Xinhua, Rabu (3/6/2020).
Pada akhir perdagangan New York pada hari Selasa, euro naik menjadi USD1,1171 dari USD1,1132 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2541 dari USD1,2493 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6887 dari USD0,6798.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/03/10/61926/318000_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rupiah Menguat 40 Poin dari Dolar AS di Tengah Ancaman Korona&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Dolar AS membeli 108,71 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9621 franc Swiss dari 0,9617 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3515 dolar Kanada dari 1,3577 dolar Kanada.
&quot;Investor memperpanjang kemunduran dari dolar AS selama 24 jam terakhir,&quot; kata analis di UBS dalam sebuah catatan.</content:encoded></item></channel></rss>
