<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BLT Diperbesar Buat Industri Makanan dan Minuman Dapat 'Rezeki'</title><description>Pemerintah diminta agar bantuan tunai diperbesar untuk masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224023/blt-diperbesar-buat-industri-makanan-dan-minuman-dapat-rezeki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224023/blt-diperbesar-buat-industri-makanan-dan-minuman-dapat-rezeki"/><item><title>BLT Diperbesar Buat Industri Makanan dan Minuman Dapat 'Rezeki'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224023/blt-diperbesar-buat-industri-makanan-dan-minuman-dapat-rezeki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224023/blt-diperbesar-buat-industri-makanan-dan-minuman-dapat-rezeki</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2020 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/03/320/2224023/blt-diperbesar-buat-industri-makanan-dan-minuman-dapat-rezeki-peqLE6axcZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri makanan (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/03/320/2224023/blt-diperbesar-buat-industri-makanan-dan-minuman-dapat-rezeki-peqLE6axcZ.jpg</image><title>Industri makanan (okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah diminta agar bantuan tunai diperbesar untuk masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Hal ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengatakan, bantuan langsung tunai harus diperbesar. Hal ini akan berdampak  langsung kepada ritel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Mamin Anjlok, Pengusaha Jaga Mata Rantai Pasokan di Market Place
&quot;Beberapa negara memberikan bantuan secara tunai. Sehingga masyarakat bisa membelanjakan kebutuhannya,&quot; ujar dia pada acara IDX Channel, Rabu (3/6/2020).

Menurut dia, kelompok menengah atas punya uang, tetapi mereka terbatas mengakses kesenangan dan kesukaannya. Tapi, kelompok menengah ke bawah tidak punya daya beli yang kuat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 1,3 Miliar Ton Makanan Terbuang Setiap Tahunnya di Indonesia
&quot;Apabila diberikan dana tunai, mungkin bisa meningkatkan daya beli,&quot; ungkap dia.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman (mamin) akan turun menjadi di kisaran 4%-4,5% akibat pandemi virus corona atau Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah diminta agar bantuan tunai diperbesar untuk masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Hal ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengatakan, bantuan langsung tunai harus diperbesar. Hal ini akan berdampak  langsung kepada ritel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Mamin Anjlok, Pengusaha Jaga Mata Rantai Pasokan di Market Place
&quot;Beberapa negara memberikan bantuan secara tunai. Sehingga masyarakat bisa membelanjakan kebutuhannya,&quot; ujar dia pada acara IDX Channel, Rabu (3/6/2020).

Menurut dia, kelompok menengah atas punya uang, tetapi mereka terbatas mengakses kesenangan dan kesukaannya. Tapi, kelompok menengah ke bawah tidak punya daya beli yang kuat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 1,3 Miliar Ton Makanan Terbuang Setiap Tahunnya di Indonesia
&quot;Apabila diberikan dana tunai, mungkin bisa meningkatkan daya beli,&quot; ungkap dia.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman (mamin) akan turun menjadi di kisaran 4%-4,5% akibat pandemi virus corona atau Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
